Kapankah Saat yang Aman Berhubungan Seks tanpa Kondom?

berhubungan seks tanpa kondom
Foto: www.istockphoto.com

Dari sekian banyak pertanyaan tentang hubungan dan cinta yang memenuhi pikiranmu belakangan ini, ada satu yang membuatmu sulit makan dan tidur. Yaitu, kapan saat yang aman berhubungan seks tanpa kondom. Dan sejujurnya, LIMONE pun penasaran. Oleh karenanya, kami menghubungi Dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM), seorang Dokter Anti Aging, Estetik dan Seksolog serta anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI). Tetap baca untuk memperoleh informasi apa yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk berhubungan seks tanpa kondom.

Mengapa Lebih Aman Berhubungan Seks dengan Kondom, bahkan pada Hubungan Monogamis?

berhubungan seks tanpa kondom
Foto: www.istockphoto.com

Dokter Haekal mengingatkan bahwa kondom merupakan salah satu alat kesehatan yang berfungsi sebagai pengaman untuk terhindar dari risiko penyakit menular seksual sekaligus alat kontrasepsi untuk menunda atau mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. “Kedua fungsi ini akan efektif bila kondom digunakan secara benar mulai dari penyimpanan, saat memasang hingga melepaskannya dari penis,” jelasnya.

Sementara pada hubungan monogamis atau suami istri berfungsi sebagai alat kontrasepsi terutama bagi mereka yang tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi lain seperti pil, suntikan, implan atau spiral (IUD). Pasalnya, suntikan, pil atau implant adalah alat kontrasepsi mengandung hormon yang dapat mempengaruhi keseimbangan alami hormon di dalam tubuh yang berisiko memberikan sejumlah efek samping. Di antaranya, bisa menimbulkan jerawat, gangguan haid, kerontokan rambut, peningkatan dan perubahan bentuk tubuh bahkan berpengaruh terhadap dorongan seksual atau libido.

“Tidak hanya itu alat kontrasepsi suntikan, implan dan spiral membutuhkan bantuan tenaga kesehatan untuk implementasinya. Sedangkan penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi tidak memberikan dampak sistemik terhadap tubuh baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, berbagai variasi bentuk kondom dengan rasa yang beragam saat ini dapat juga dijadikan sebagai salah satu alat untuk melakukan variasi bercinta bagi pasangan monogamis untuk mengatasi kejenuhan dalam berhubungan seksual,” terangnya.

Apa Kelebihan Kondom Dibandingkan Alat Kontrasepsi Lainnya?

berhubungan seks tanpa kondom
Foto: www.gettyimages.com

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kondom adalah alat kontrasepsi non-hormonal yang paling minim risiko mencegah kehamilan, efektif mencegah penularan penyakit seksual seperti herpes genital, HIV/AIDS dan juga HPV penyebab kanker serviks.

Satu hal yang pasti—dan harus kamu ingat: “Alat kontrasepsi lain juga dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, namun tidak bisa mencegah penularan penyakit menular seksual,” tuturnya.

Sebagai alat kontrasepsi, Haekal menjelaskan bahwa kondom tidak akan memberikan efek sistemik terhadap tubuh. Hal ini berbeda dengan suntikan, pil, dan implan. Selain itu, kondom tidak akan mempengaruhi kesuburan. “Berbeda dengan alat kontrasepsi lain seperti pil, suntikan atau implan hormon yang harus menunggu beberapa bulan terlebih dahulu sampai efek hormonalnya hilang dan kembali menjadi subur,” paparnya.

Selain itu, satu hal yang membuat kondom dipilih banyak orang: kondom praktis digunakan kapanpun tergantung dari kebutuhan pada saat itu. Kamu bisa mendapatkannya di supermarket terdekat. Praktis. Uh-uh. Praktis.

Adakah Jaminan bahwa Kita Tidak akan Tertular Penyakit Kelamin saat Memakai Kondom?

Foto: www.gettyimages.com

Jawaban singkatnya: tidak ada jaminan 100%. Akan tetapi, memakai kondom adalah salah satu bukti tanggung jawab kamu terhadap diri sendiri dan pasangan. Pasalnya, menggunakan kondom saat berhubungan seksual tidak hanya membuatmu terhindar dari penyakit menular, tapi kondisi lain. Misalnya saja, menghindari munculnya Gardnerella vaginalis dan Lactobacillus iners, yaitu bakteri yang berisiko mengembangkan infeksi vagina.

Haekal menjelaskan bahwa di dalam vagina terdapat keseimbangan bakteri, di mana bakteri baik mengendalikan pertumbuhan bakteri jahat. “Saat tidak menggunakan kondom, maka bakteri yang terdapat di penis dapat memicu ketidakseimbangan bakteri ini sehingga jumlah bakteri jahat bertambah dan sulit dikendalikan oleh bakteri baik. Hal inilah yang memicu infeksi vagina,” jelasnya.

Kapan Saat yang Aman Berhubungan Seks tanpa Kondom?

berhubungan seks tanpa kondom
Foto: www.istockphoto.com

Pertanyaan untuk kamu: mengapa kamu ingin melakukan seks tanpa kondom? Salah satu alasan yang sering dipakai oleh orang banyak adalah ini: kondom dapat mengurangi kenikmatan saat berhubungan intim. Dan Haekal mengiyakan hal tersebut. Selain itu, alergi juga sering menjadi penyebab utama. “Ada beberapa bahan kondom seperti lateks yang menyebabkan alergi kepada sebagian orang yang sensitif yang gejalanya bisa muncul pada organ kelamin kedua belah pihak,” Haekal menjelaskan.

Nah, sebut saja keinginanmu untuk berhubungan seks tanpa kondom semakin teguh. Bagaimana mengetahui bahwa itu adalah sebuah hal yang tepat? Menurut Haekal, hal tersebut merupakan keputusan yang tepat jika:

  • Kamu dan pasangan memang berencana melakukan program kehamilan.
  • Kamu dan pasangan sudah melakukan screening penyakit menular seksual dengan hasil negatif. “Dengan persyaratan, hasil pemeriksaan laboratorium ini setelah 3-6 bulan melakukan hubungan seksual terakhir tanpa kondom.
  • Kamu dan pasangan berkomitmen untuk terus saling setia atau melakukan hubungan monogami.

Bagaimana jika hubungan yang kamu miliki sifatnya non-monogamis? “Itu sesuatu yang berisiko dan hal ini sangat rentan tertular penyakit menular seksual. Oleh karena itu kondom wajib untuk selalu digunakan setiap saat melakukan hubungan seksual berisiko,” jawabnya.

Bagaimana Cara Menyampaikan kepada Pasangan tentang Hubungan Intim tanpa Kondom?

Foto: www.gettyimages.com

Sama seperti sebagian besar hal yang terjadi dalam hubungan, diskusikan kepada pasanganmu tentang niatmu tersebut. Secara terbuka.

“Akan tetapi, kamu tetap harus mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan kamu dan pasangan dari risiko yang mungkin muncul bila tidak lagi menggunakan kondom,” Haekal kembali mengingatkan.

Untuk itu, lagi-lagi dirinya menekankan pentingnya melakukan screening kesehatan, “berupa cek lab marker penyakit menular seksual.” Dan bila hasilnya negatif, yah itu tadi: kamu dan pasangan harus berkomitmen setia. Sementara, bila hasilnya ada yang positif, “maka harus dilakukan pengobatan termasuk pengobatan kepada pasangannya dan tentunya tetap harus menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual,” tegasnya.

Bagaimana jika pasanganmu tidak setuju? “Bila salah satu pihak ada yang tidak setuju untuk tetap terus menggunakan kondom maka berpisah dapat dijadikan alasan utama,” tandas Haekal. Soalnya, menurutnya isu ini menyangkut kesehatan dan keselamatan kedua belah pihak dari penyakit, bahkan kematian akibat penyakit menular seksual. Seserius itu.

Bagaimana Meningkatkan Kepuasan Seksual Meski Menggunakan Kondom?

berhubungan seks tanpa kondom
Foto: www.istockphoto.com

Seandainya kamu baru pulang dari Mars, industri kondom sudah sangat canggih. Tersedia berbagai varian—tinggal pilih sesuai preferensi dan kebutuhan. Itulah sebabnya, menurut Haekal, pemakaian kondom tidak berarti menghalangi pasangan merasakan kepuasan seksual maksimal.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bawah ada tiga syarat utama untuk mendapatkan kenikmatan dan kepuasaan seksual. Yaitu:

  • Tidak ada penyakit fisik dan gangguan psikis yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual.
  • Tidak ada gangguan fungsi seksual baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. “Gangguan fungsi seksual dari pihak laki-laki umumnya disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi (ejakulasi dini). Gangguan fungsi seksual perempuan umumnya gangguan lubrikasi vagina dan sulit mencapai orgasme,” jelasnya.
  • Adanya ikatan emosional antara kedua belah pihak.

Apakah tiga syarat utama di atas sudah terpenuhi dalam hubunganmu? √√. Akan tetapi, entah mengapa kepuasan dan kenikmatannya masih saja di bawah standar. Jika ini adalah isu utama dalam hubunganmu saat ini, Haekal menyarankan agar kamu memaksimalkan langkah-langkah praktis ini.

Lakukan foreplay

Atau rangsangan pendahuluan.”Ini bis berupa sentuhan fisik di area-area erotis yang diiringi dengan untaian kalimat pujian dan romantis sampai kedua belah pihak terangsang secara optimal. Tanda optimal adalah ereksi penis yang keras dan lubrikasi vagina yang optimal.

Lakukan penetrasi dengan posisi yang nyaman

Nyaman untuk kedua belah pihak. Ini artinya, pria mudah mengendalikan ejakulasi dan perempuan tidak kesulitan mencapai orgasme. Contohnya, posisi woman on top. Atau, “coba lakukan berbagai variasi posisi bercinta yang lain,” sarannya.

Lakukan afterplay

Setelah kedua belah pihak mencapai orgasme dan mendapatkan kepuasan seksual maka lakukan afterplay. “Afterplay adalah aktivitas sesaat setelah selesai melakukan hubungan seksual sebelum masing-masing tertidur. Aktivitas yang dilakukan bisa berupa ciuman, berpelukan, dan berbagi perasaan intim,” terangnya. Afterplay penting karena bisa semakin meningkatkan ikatan emosional antar kedua belah pihak dan agar kenangan indah hubungan seksual bisa selalu membekas dan menimbulkan ketagihan. “Afterplay yang hangat dan penuh kasih sayang adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual selanjutnya,” tegasnya.

Cobalah untuk spontan dan kreatif

Selain dalam mencoba berbagai posisi bercinta, Haekal juga menyarankan untuk menjadi kreatif dalam memilih waktu dan tempatnya. Tidak perlu harus selalu di tempat tidur. “Lakukan pula variasi dalam hal tempat dan waktu bercinta termasuk berlibur bersama, agar api cinta tetap membara,” anjurnya.

Dapur dan kamar mandi adalah dua lokasi yang cocok. Akan tetapi, bagaimana jika si kecil tidak sengaja memergoki kamu dan ayahnya sedang berhubungan intim di sana? Psikolog ini menjelaskan langkah yang harus kamu lakukna.

error: Konten dilindungi !!