Untuk Apa Sebenarnya Vitamin B1 Dalam Tubuh? Ini Jawabannya

vitamin B1 untuk apa
Foto: www.canva.com
Terakhir diperbarui:

Sebagian dari kita kemungkinan besar sudah mengetahui bahwa vitamin B1 termasuk ke dalam keluarga B kompleks bersamaan dengan jenis vitamin lainnya. Akan tetapi masih ada yang belum mengetahui secara pasti vitamin B1 untuk apa.

Untukmu yang penasaran dengan fungsi vitamin B1 untuk apa, terus gulir artikel ini sampai habis karena LIMONE telah merangkum manfaat dari tiamin dan kadar yang harus tercukupi agar tidak terjadi defisiensi.

Apa Fungsi Vitamin B1?

vitamin B1 untuk apa
Foto: www.canva.com

Walau telah banyak yang mengetahui vitamin B kompleks memiliki fungsi penting pada kesehatan, namun beberapa mungkin belum mengetahui peran vitamin B1 untuk apa.

Vitamin B1 atau tiamin merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh semua jaringan tubuh agar bisa berfungsi dengan baik, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, serta mengubah makanan menjadi energi.

Dengan tubuh mendapatkan asupan vitamin B1 yang cukup, hal ini bisa mencegah terjadinya penyakit beri-beri, yang dapat memengaruhi pernapasan, fungsi mata, dan jantung. 

Seperti vitamin B lainnya, tiamin juga larut di dalam air, sehinga tidak bisa disimpan di dalam tubuh. Karena hal tersebut, maka kamu perlu mengonsumsinya secara teratur agar tidak mengalami kekurangan tiamin.

Untungnya, anggota keluarga dari vitamin B kompleks ini dapat ditemukan dengan mudah, yakni dengan mengonsumsi sumber makanan serta suplemen. Sehingga kamu bisa memastikan kadar tiamin telah tercukupi dengan baik.

Soalnya, ketika tubuh tidak mendapatkan cukup asupan vitamin B1, maka hal ini bisa memengaruhi kesehatan jantung, sistem saraf, dan sistem kekebalan tubuh.

Berapa Banyak Asupan Vitamin B1 yang Disarankan?

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, tubuh memerlukan jumlah vitamin dengan kadar yang berbeda-beda. Berikut jumlah asupan vitamin B1 yang disarankan:

  • 0-6 bulan: 0,2 mg
  • 7-12 bulan: 0,3 mg
  • 1-3 tahun: 0,5 mg
  • 4-8 tahun: 0,6 mg
  • 9-13 tahun 0,9 mg

Sementara untuk remaja usia 14-18 tahun, pada laki-laki membutuhkan kadar sebanyak 1,2 mg dan perempuan sebanyak 1,0 mg. Pada dewasa, asupan tiamin yang disarankan pada laki-laki adalah sebesar 1,2 mg dan pada perempuan sebanyak 1,1 mg.

Asupan vitamin B1 ini bisa meningkat pada ibu hamil dan menyusui.

Bagaimana Jika Tubuh Tidak Mendapatkan Asupan Vitamin B yang Cukup?

Foto: www.freepik.com

Ketika tubuh tidak mendapatkan kadar tiamin yang cukup, maka nantinya akan memengaruhi berbagai fungsi tubuh, seperti sistem saraf, jantung dan otak. Berikut beberapa gejala defisiensi tiamin yang paling umum dialami:

Kehilangan nafsu makan

Mengalami kehilangan nafsu makan bisa menjadi salah satu gejala awal dari defisiensi tiamin. Ketika tubuh tidak merasa lapar, hal ini bisa menyebabkan penurunan berat badan yang jika dibiarkan akan berdampak pada kesehatan.

Menurut sebuah penelitian, tiamin memiliki kemungkinan besar untuk memainkan peran dalam mengatur isyarat lapar dan kenyang di otak. Kekurangan kadar tiamin dapat mengganggu proses pencernaan makanan, sehingga kamu akan merasa kenyang.

Karena makan dengan jumlah yang sedikit, hal ini dapat membuatmu kehilangan nutrisi penting. Oleh karenanya pastikan kamu mendapatkan kadar vitamin yang cukup.

Kelelahan

Ternyata, kekurangan tiamin juga bisa ditandai dengan kelelahan. Sebuah studi mengatakan bahwa kelelahan ini bisa terjadi dalam beberapa minggu.

Mengingat bahwa tiamin memiliki peran untuk mengubah makanan menjadi energi, maka dengan tidak memiliki cukup tiamin dalam tubuh, artinya tidak dapat menghasilkan energi yang banyak.

Selain disebabkan karena kekurangan tiamin, kelelahan juga menjadi gejala umum dari kondisi kesehatan lainnya. Namun sebuah studi menyarankan bahwa kelelahan menjadi tanda yang paling utama untuk mengenali defisiensi tiamin.

Mudah marah

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin B1 yang cukup, hal ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati, seperti membuatmu lebih mudah tersinggung atau marah.

Ketika mengalami kondisi ini, mungkin juga akan bertepatan dengan munculnya gejala kelelahan.

Kerusakan saraf

Efek samping yang paling parah dari defisiensi vitamin B1 adalah beri-beri, di mana jika kondisi ini terjadi secara berkepanjangan, maka akan menyebabkan kerusakan pada saraf atau yang dikenal sebagai neuropati.

Neuropati yang disebabkan karena kekurangan asupan tiamin merupakan sindrom defisiensi pertama yang diidentifikasi pada manusia. Menurut sebuah penelitian, terdapat dua jenis beri-beri yang dapat terjadi, yakni beri-beri basah dan beri-beri kering.

Beri-beri basah dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung, sedangkan beri-beri kering terjadi tanpa gagal jantung.

Nantinya beri-beri basah dianggap menjadi kondisi yang paling darurat karena dapat menyebabkan kematian dalam beberapa hari jika tidak diobati.

Berikut gejala potensial dari penyakit beri-beri:

  • Anggota tubuh mengalami kesemutan
  • Hilangnya kepekaan pada kaki dan jari
  • Kelemahan otot
  • Detak jantung yang terasa cepat
  • Kesulitan untuk bangun
  • Tidak mampu menggerakkan kaki

Kesemutan

Walau kesemutan sering dialami oleh banyak orang, namun ini juga bisa menjadi sebuah gejala dari penyakit beri-beri yang parah. Biasanya ini disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1.

Meski kemungkinan masih ada yang belum mengetahui fungsi vitamin B1 untuk apa, namun kenyataannya tiamin ini diperlukan untuk fungsi saraf pada lengan dan kaki.

Sehingga ketika kadar tiamin tidak tercukupi dengan baik, nantinya bagian tersebut bisa mengalami sensasi seperti tusukan atau kesemutan.

Jika kondisi kekurangan tiamin ini tidak diobati, maka dapat menyebabkan kerusakan yang lebih serius pada saraf. Sehingga usahakan untuk mendapatkan kadar tiamin yang tercukupi dengan baik.

Bagaimana Mengatasi Kekurangan Vitamin B1?

Foto: www.canva.com

Setelah mengetahui peran vitamin B1 untuk apa dan efek dari defisiensinya, maka kamu bisa mulai mengonsumsi beberapa sumber makanan untuk mencegah terjadinya kekurangan tiamin.

Berikut beberapa bahan makanan yang mengandung vitamin B1:

  • Babi
  • Unggas
  • Kacang polong
  • Kacang kering
  • Kedelai
  • Sereal gandum utuh
  • Kacang-kacangan
  • Roti
  • Nasi
  • Ragi

Selain diperoleh dari makanan, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen.

Sebab ketika tubuh mendapatkan asupan suplemen vitamin B1 yang cukup, nantinya bisa menimbulkan banyak manfaat, seperti mencegah penyakit Alzheimer, katarak, dan penyakit ginjal.

Kesimpulan

vitamin B1 untuk apa
Foto: www.freepik.com

Kenyataannya, semua jaringan tubuh membutuhkan tiamin agar bisa berfungsi dengan baik.

Untungnya, asupan vitamin ini bisa diperoleh sangat mudah dengan mengonsumsi bahan makanan sumber dan suplemen, sehingga bisa mencegah tubuh mengalami kekurangan tiamin.

Soalnya, ketika tubuh tidak mendapatkan kadar vitamin B1 yang cukup, maka hal ini bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti kelelahan, kesemutan, hingga beri-beri.