Pasangan Meminta Waktu Sendiri—Apa Berarti Dia Selingkuh?

Foto: www.gettyimages.com

Pasanganmu tiba-tiba meminta waktu sendiri. Menurut film yang kamu tahu, ini adalah salah satu tanda si dia kemungkinan sedang selingkuh. Benarkah? Demi mendapatkan jawaban yang tepat, LIMONE menghubungi Diah Nurayu, M. Psi, Psikolog, Associate Psychologist di Aditi Psychological Center. Berikut penjelasannya mengapa pasangan meminta waktu sendiri dan bagaimana menanggapinya.

Mengapa Pasangan Meminta Waktu Sendiri?

pasangan meminta waktu sendiri
Foto: www.gettyimages.com

Menurut Diah, beberapa orang memang membutuhkan waktu sendiri untuk dapat merenung, berpikir, atau berefleksi. “Ini adalah salah satu cara bagi orang untuk dapat mengekspresikan dirinya. Adakalanya, kita butuh waktu sendiri untuk memproses semuanya tanpa ada campur tangan dari pihak luar sehingga kita lebih nyaman untuk melakukannya sendirian,” jelasnya melalui email.

Lebih lanjut Diah menjelaskan bahwa memiliki waktu sendiri juga bermanfaat bagi kondisi kesehatan mental kita. Ini kita lakukan dalam rangka mengisi energi dan juga mengoneksikan kembali diri kita setelah melakukan aktivitas yang melelahkan dan terlalu banyak berinteraksi dengan orang lain. “Dengan kata lain, meminta waktu sendiri adalah salah satu bentuk me time yang bersifat positif di mana kita dapat fokus kembali dengan diri kita sendiri,” lanjutnya.

Dalam hal hubungan cinta, Diah mengatakan bahwa waktu sendiri merupakan sesuatu yang menyehatkan dan bisa membina relasi hubungan lebih positif. Jadi, jika pasanganmu meminta waktu sendiri, bisa jadi dia memang membutuhkankan waktu untuk mengisi kembali energi dan juga kembali memfokuskan diri sendiri. Dengan begini, pasangan kamu lebih siap dalam menghabiskan waktu bersama lagi dan dia juga mampu untuk mengekspresikan emosi yang lebih positif.

Apakah Ini Pertanda Dia Selingkuh?

pasangan meminta waktu sendiri
Foto: www.gettyimages.com

Diah mengingatkan bahwa “jika pasangan kita meminta waktu sendiri terlalu sering dan lama daripada biasanya, kita sebagai pasangan perlu lebih sadar apa yang terjadi dengan pasangan kita.”

Namun, bukan berarti dia sedang berselingkuh.

“Saat pasangan meminta waktu sendiri, ini bukan menjadi faktor penentu yang utama dalam melihat apakah pasangan kita selingkuh atau tidak,” tegasnya. Menurutnya, untuk sampai dapat dikatakan selingkuh, kamu juga perlu mempertimbangkan ciri-ciri yang biasanya terjadi. Misalnya saja, perubahan penampilan menjadi lebih menarik. Perilaku dia yang kurang bersahabat kepada kita. Penggunaan telepon genggam atau komputer secara sembunyi-sembunyi. Dia sulit dihubungi dia dan keintiman menjadi berkurang daripada biasanya. Itu di antaranya.

Itu pun belum tentu pasangan sedah selingkuh.

“Faktor-faktor itu pun tidak sepenuhnya menjadi faktor penentu apakah dia selingkuh atau tidak,” ujarnya. “Intinya, kita tidak memberikan judge bahwa dia meminta waktu sendiri karena dia selingkuh sebelum melihat bukti nyatanya,” lanjutnya.

Jika Pasangan Meminta Waktu Sendiri, Apa Sebaiknya yang Kita Lakukan?

pasangan meminta waktu sendiri
Foto: www.gettyimages.com

Pertama dan utama, jika pasangamu meminta waktu sendiri—setujui.

“Memberikan tanda setuju berarti kita memberikan otonomi kepada pasangan kita untuk dapat mengekspresikan apa yang sedang dia rasakan. Saat kita saling memberikan otonomi kepada pasangan untuk mengekspresikan dirinya, kita dan pasangan saling berkontribusi dalam mempertahankan sebuah hubungan. Otonomi juga salah satu kunci dalam keharmonisan dan kelanggengan hubungan,” Diah menjelaskan.

Berapa lama sebaiknya memberikan waktu sendiri untuknya? Diah menerangkan bahwa tidak ada ketentuan yang pasti. Pasalnya, setiap orang memiliki kenyamanannya sendiri saat berada dalam waktu sendiri sehingga setiap orang tidak memiliki standar yang sama.

Jika kamu bingung, bertanyalah kepada pasangan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan. “Ini manfaatnya agar kita bisa memberikan dia keluasaan dalam menikmati waktu sendirinya dan pasangan juga tidak merasa terganggu selama menjalani waktu sendirinya,” terangnya.

Apakah Perlu Bertanya Mengapa Dia Membutuhkan Waktu Sendiri?

pasangan meminta waktu sendiri
Foto: www.rawpixel.com

YEP, kamu perlu membicarakannya dengan secara terbuka dan jujur. Seperti yang kita tahu, dua hal ini merupakan kunci penting dalam menjaga hubungan. Dan ketika pasangan meminta waktu sendiri, prinsip yang sama harus kamu lakukan. Ini berguna untuk menghindari dan meminimalisasi salah paham.

Bahas segalanya, mulai dari dari apa yang menyebabkan dia ingin sendiri, berapa lama durasi yang dibutuhkan.

Dan seandainya ketika kamu tanya, dia menjawab dengan “tidak ada apa-apa”—tetap tenang dan berikan dia ruang untuk mengelola dirinya sendiri.

Setelah itu, kamu mengikuti langkah-langkah ini. “Pertama, kita sebaiknya percaya saja terhadap apa yang diucapkannya. Bisa saja, kondisinya memang seperti itu adanya atau dia akan membagikan apa yang menjadi bebannya suatu hari nanti kepada jika dia merasa lebih siap,” Diah menyarankan.

Seandainya kamu lupa, beberapa orang memang membutuhkan waktu untuk sampai dalam tahap siap dalam berbagi cerita sehingga tidak ada salahnya jika kamu sebagai pasangan memberikan dia ruang dalam waktu sendirinya. “Kedua, kita juga tetap sabar dengan kondisi pasangan kita. Dia mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk meregulasi emosi atau mengatur kondisinya terlebih dahulu. Dengan begini, dia memiliki waktu dan ruang untuk menyelesaikan permasalahannya dirinya.”

Apa yang Dilakukan Jika Dia Meminta Waktu Sendiri karena Sedang Membina Hubungan dengan Orang Lain?

pasangan meminta waktu sendiri
Foto: www.gettyimages.com

Nah. Di sini, situasi mungkin pelik.

Diah menyarankan jika situasi ini yang terjadi (dia meminta waktu sendiri karena berselingkuh), maka cari tahu terlebih dahulu status hubungannya dengan pihak ketiga. Bisa jadi hubungan mereka hanya bersifat profesional.

“Untuk relasi romantis dengan orang lain selain kita, ada baiknya kita berkomunikasi kembali dengan pasangan mengenai permasalahan tersebut,” anjurnya. “Selesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin agar menemukan kesepakatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Dalam hal ini, komunikasi menjadi kunci dalam mempertahankan hubungan kita dengan pasangan,” tegas Diah.

Oh, bagaimana seandainya dia meminta waktu sendiri karena bosan?

Diah menjelaskan bahwa ini sangat mungkin terjadi dalam sebuah hubungan. Bayangkan, jika kamu bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Plus, rutinitasmu juga monoton. Alhasil, relasi bisa terasa membosankan dan kurang greget. Ugh.

“Rasa bosan ini bisa membuat pasangan menjadi menjauh dari kita dan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Jika kita dihadapkan dalam situasi seperti ini, kita bisa mengubah beberapa rutinitas yang tentunya dapat memunculkan kembali ‘sparks’ relasi ini,” jelasnya.

Seandainya ini terjadi saat kamu masih dalam masa pacaran, lakukan aktivitas yang sama-sama kalian sukai. Sementara apabila sudah menjadi pasangan suami-istri, “kencan berdua seperti masih pacaran adalah alternatif kegiatan yang  dapat dilakukan,” anjurnya. Misalnya, dengan mengunjungi tempat-tempat yang pernah kamu berdua kunjungi saat pacaran untuk membangkitkan kembali memori indah sehingga sparks’ dalam hubungan bisa muncul kembali.

Jika kamu khawatir tentang anak, coba titipkan pada orang yang bisa dipercaya sehingga kamu dan dia dapat menikmati waktu romantis dengan lebih leluasa.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Ini adalah Gejala Depresif?

Foto: www.gettyimages.com

Jika emosi dan perilaku pasangan berubah dan tidak seperti biasanya muncul hampir setiap hari sekurang-kurangnya dua minggu seperti kerap merasa lelah atau kehilangan energi—maka kamu perlu hati-hati. Selain itu, jika merasa kurang berharga, sulit berkonsentrasi, imsomnia atau hypersomnia, kehilangan minat terhadap aktivitas yang dia senangi, kurang istirahat atau merasa lebih lamban—kamu pun perlu waspada. Di samping, jika dia memperlihatkan ada pikiran mengenai kematian atau bunuh diri, dan adanya penurunan atau kenaikan berat badan yang signifikan—segera lakukan sesuatu.

“Kita sebaiknya mengajak pasangan untuk berdiskusi mengenai apa yang dia rasakan belakangan ini dan apa yang membuat dia menjadi seperti ini,” saran Dia. Jika pasanganmu berkenan untuk bercerita, maka luangkan waktu untuk mendengarkan ceritanya dengan seksama.

Ingat: hindari pertanyaan yang akan membuat pasangan kita kurang nyaman seperti men-judge betapa beruntungnya dia daripada orang lain, memaksa bersyukur, mengatakan payah, dan  lainnya. “Komunikasi, empati, dan pengertian sangat dibutuhkan oleh kita dan pasangan yang sedang mengalami depresif. Selain itu, kita juga bisa menawarkan bantuan untuk menemui psikolog untuk penanganan lebih lanjut jika dia meminta saran,” anjurnya.

Dengan bertemu professional helper seperti psikolog, akar permasalahan yang membuat pasangan kamu merasa tidak baik dapat tergali. Selaini itu, “pemberian treatment yang sesuai dengan kondisi pasangan kita akan membantunya mencapai well-being yang lebih baik,” tegasnya.

Ingin menghubungi psikolog dan melakukan terapi tapi tidak tahu mulai dari mana? Berikut tips dari seorang ahli.

podcast button