Apakah Anak Kecanduan Game Online? Ini Cara Mendeteksinya Menurut Psikolog

tanda anak kecanduan game online
Foto: www.freepik.com

Karena menyenangkan, menghibur, dan dibiarkan terlalu sering bermain, tak jarang anak merasa kecanduan game online. Hal ini ternyata dapat memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan dan tumbuh kembangnya.

Oleh sebab itu, orang tua perlu segera mengatasi kondisi tersebut.

Untungnya, LIMONE telah menghubungi Mariska Johana Heryputri, M.Psi, Psikolog, seorang Psikolog Anak, yang akan menjelaskan terkait gejala ketergantungan kecanduan game online yang dialami oleh anak dan cara menanganinya.

Bolehkah Anak Mengakses Game Online?

tanda anak kecanduan game online
Foto: www.rawpixel.com

Pada dasarnya, game online boleh diakses oleh anak asal sesuai dengan usianya. Sebab, setiap game pasti dibuat dengan tujuan.

“Seperti game online yang dibuat untuk anak prausia sekolah (PAUD) yang memang dapat membantu mengenali huruf, angka, dan bentuk. Selain itu, manfaat ketika bermain juga dapat meningkatkan kemampuan untuk membuat strategi, bagaimana bisa menang, dan bisa memecahkan masalah,” jelasnya.

Bagaimana dengan Kecanduan Game Online?

Foto: www.canva.com

Kecanduan atau addiction sendiri merupakan perilaku seseorang yang sangat terikat dengan sesuatu, baik kegiatan, zat-zat, atau hal yang memang menyenangkan dan tidak bisa dihentikan.

“Jadi ketergantungan sampai mengganggu aktivitas lain, seperti pekerjaan, hobi, waktu dengan keluarga, dan lainnya. Pastinya, kesehatan mental juga akan terpengaruh karena ketergantungan ini, yang akhirnya bisa disebut dengan adiksi atau kecanduan,” jelasnya.

Menurut Mariska, ketika anak mengalami kecanduan game online, pastinya menjadi kondisi yang berbahaya.

“Kalau memang sudah tidak sesuai usia dan batasan waktunya tidak jelas, sampai mengalami kecanduan, pastinya berbahaya. Karena hal ini bisa memengaruhi sekolah dan nilainya, bahkan kebanyakan juga menjadi mogok sekolah dan kehidupan lainnya juga ikut terpengaruh,” ungkap Psikolog Anak yang satu ini.

Selain selalu bermain game, buah hati akan menjadi tidak fokus dan tidak bahagia, sehingga pastinya akan mengganggu aspek kehidupan lainnya.

Apa Saja Dampak Kecanduan Game Online pada Anak?

tanda anak kecanduan game online
Foto: www.freepik.com

Mariska menuturkan bahwa dampak yang pertama pasti akan memengaruhi aktivitas pendidikan, yakni biasanya anak yang kecanduan game online akan mogok sekolah.

“Selain itu, kesehatannya juga tidak baik dan pola hidupnya tidak teratur. Ia bisa tidur hanya sebentar dan sangat larut karena bermain game, dan bangun pagi karena harus bermain game,” ujarnya.

Tak berhenti sampai di situ, pola makan juga akan berubah menjadi tidak teratur. Kesehatan mental juga akan terpengaruh, karena ketika ia ketergantungan, maka saat tidak bermain game biasanya anak akan tidak bahagia dan tidak fokus.

Apa Penyebab Anak Ketergantungan Game Online?

tanda anak kecanduan game online
Foto: www.freepik.com

Untuk penyebab anak mengalami ketergantungan dengan permainan daring, ini karena game online itu sendiri sangat menyenangkan dan membuat anak selalu ingin bermain. Apalagi ini merupakan waktu di mana anak sedang berada dalam masa-masa bermain.

Kurangnya kontrol orang tua

“Tetapi biasanya yang menjadi penyebab hingga anak mengalami kecanduan adalah karena kurangnya kontrol orang tua. Tidak ada batasan dari orang tua untuk bermain gadget, atau bahkan gawainya sendiri langsung diberikan ke anak, sehingga ia bisa mengaksesnya kapan pun,” tutur Mariska.

Karena kurangnya kontrol orang tua, menyebabkan anak mengalami ketergantungan pada game online.

Tidak memiliki kegiatan lain

“Selain itu, biasanya anak-anak yang mengalami kecanduan game online karena ia tidak memiliki kegiatan yang menyenangkan baginya. Sehingga game ini sebagai salah satu cara untuk menyenangkan diri,” ungkap Psikolog Anak ini.

Bahkan ketika anak belum cukup untuk bisa belajar coping stress, menangani stres dan konflik, maka pada akhirnya game online menjadi coping stress-nya, sehingga membuat buah hati mengalami kecanduan.

Namun Mariska menuturkan bahwa kontrol utama dari orang tua merupakan penyebab paling besar yang membuat anak mengalami ketergantungan terhadap game online.

Bagaimana Ciri Anak yang Ketergantungan Game Online?

tanda anak kecanduan game online
Foto: www.canva.com

Ciri-ciri dari anak yang mengalami ketergantungan dalam bermain game online adalah tidak ada batasan waktu untuk bermain.

“Ia tidak bisa membatasi diri, di mana harusnya bermain satu jam hingga dua jam, namun jadi berlebihan bermiannya. Bahkan sampai menghabiskan waktu seharian penuh untuk mengakses game online, dan dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Ketika anak dipisahkan dengan hal tersebut, nantinya ia akan merasa tidak senang. Di antaranya muncul perilaku marah, ngambek, mengamuk, karena game online-nya hilang atau tidak fokus, sehingga hanya mau bermain game saja.

“Saat dilarang atau gadget-nya diambil, pasti ia akan mencari. Bahkan bisa merasa frustasi ketika tidak mendapatkan gawainya dan bermain game online,” imbuhnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Game Online?

Foto: www.rawpixel.com

Untuk mengatasi kondisi ini, pastinya orang tua harus memberikan batasan. “Yang tadinya tidak ada batasan bermain game, maka harus diberikan batasan untuk bermain,” saran Mariska.

Selain itu, informasikan bahwa gadget tersebut tidak diberikan kepada anak dan sepenuhnya milik orang tua yang sedang dipinjamkan pada buah hati untuk bermain.

“Sehingga anak pun bisa dibatasi waktu bermainnya selama satu jam atau dua jam karena ia meminjam ponsel ayah atau ibunya,” tutur Psikolog Anak ini.

Tak hanya membatasi, orang tua juga perlu mengganti game online dengan kegiatan lain. Orang tua bisa membantu dengan cara memberikan aktivitas lain yang menyenangkan agar buah hati bisa menemukan kegiatan selain bermain game online.

Jadi diimbangi antara screen time dan kegiatan lain yang menyenangkan.

Apa yang Harus Diperhatikan Jika Anak Kecanduan Game Online?

Foto: www.canva.com

Orang tua perlu memperhatikan, apakah anak yang sudah ketergantungan terhadap game online ini sudah sampai mengganggu aspek kehidupan lainnya atau belum.

Seperti mogok sekolah, pola hidup yang tidak sehat, tidur malam, makan tidak teratur, mandi tidak teratur, dan apakah sudah memengaruhi fokusnya.

“Apakah saat anak tidak diberikan game online merasa bahwa hidupnya sudah tidak sejahtera, tidak senang, merasa frustasi, dan tidak merasa fokus ketika tidak mengakses permainan daring? Ini yang harus diperhatikan oleh orang tua,” pesan Mariska.

Lantas jika anak sulit terlepas dari game online, apa yang harus dilakukan orang tua?

“Jika sangat sulit terlepas, maka harus dilakukan konsultasi kepada profesional, baik itu psikolog atau psikiater. Ini bertujuan untuk memberikan penanganan-penanganan yang tepat sesuai dengan kasus masing-masing anak,” jawab Psikolog Anak ini.

Nantinya, psikolog atau psikiater akan membuat program-program untuk menangani ketergantungan game online pada anak.

Bisakah Mencegah Ketergantungan Ini?

Foto: www.freepik.com

Menurut Mariska, ketergantungan game online yang dialami oleh anak ini bisa dicegah. Pastinya dengan memberikan batasan sejak dini dalam mengakses permainan daring tersebut.

“Misalnya dengan memilih permainan yang sesuai dengan usia, waktu mengaksesnya maksimal satu hingga dua jam, dan gadget tidak diberikan pada anak dan bukan milik pribadinya,” ujarnya.

“Sehingga orang tua memiliki kontrol atas gawai tersebut, jadi hanya dipinjamkan ke anak jika sedang ada kebutuhan atau waktunya bermain,” sarannya.

Agar anak bisa bermain game online dengan aman, untungnya saat ini telah hadir berbagai aplikasi dengan fitur control parenting yang dapat mencegah anak mengakses konten atau permainan yang tidak sesuai dengan usianya.

“Orang tua bisa menggunakan aplikasi dan fitur tersebut, namun tetap harus memberikan kontrol pada anak. Dengan melihat bagaimana anak ketika bermain, dan bisa juga dibuat aturan bahwa ia bisa mengakses game online di ruangan terbuka yang bisa diperhatikan oleh orang tua,” anjurnya.

Bagaimana Cara agar Anak Betah di Rumah Tanpa Game Online?

tanda anak kecanduan game online
Foto: www.canva.com

Mariska menuturkan bahwa intinya, orang tua harus membuat kegiatan yang kreatif dan lebih asyik dibanding bermain game online.

“Seperti kita membuat kompetisi kecil dengan menyusun balok yang paling tinggi, dan orang tua bisa ikut berpartisipasi. Karena anak sesungguhnya akan merasa senang ketika orang tuanya ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Bukan hanya kegiatannya yang disediakan, tetapi adanya interaksi antara orang tua dan anak yang menyenangkan juga dibutuhkan.

“Bisa juga dengan bermain perang-perangan atau tembakan air, bahkan kita membuat target dengan menyiapkan botol-botol kecil. Kemudian kita lomba menembak targetnya yang lebih banyak, maka dia yang menang misalnya,” lanjut Psikolog Anak ini.

Intinya adalah orang tua harus sekreatif mungkin untuk membuat kegiatan yang sekiranya sesuai dengan minat anak.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, perilaku anak itu pasti hasil dari pola asuh yang diberikan oleh orang tua. Sebab, anak tidak tahu terkait kecanduan dan mengapa ia merasa senang, ia juga belum memiliki kontrol diri.

“Oleh karenanya, orang tua yang harus mengontrol anak, mengajarkannya untuk memiliki kontrol diri, dan menciptakan batasan-batasan agar anak tidak mengalami kecanduan game online,” pesan Mariska.