Tanya Ahli: Apakah ‘Gagal’ Interview Kerja Berarti Kita Tidak Punya Bakat dan Potensi?

interview kerja
Foto: www.istockphoto.com

Ada begitu banyak pertanyaan yang menghantui hidupmu saat ini (kapan bisa menerima vaksin COVID-19, kapan bisa liburan dan nongkrong lagi), tapi salah satu yang terbesar adalah: ‘kok selalu gagal ya, mendapatkan pekerjaan setelah tahap interview kerja’?

“Sebenarnya, ‘gagal” mungkin kurang tepat ya,” jelas Karoline A. Sinaga M.Psi, Psi, CHRP, seorang psikolog dan talent acquisition. Jadi apakah yang lebih tepat? Baca penjelasan lengkapnya di bawah ini tentang mengapa interview kerja bukanlah tentang kegagalan, dan apa yang perlu dilakukan agar tidak putus asa saat belum mendapatkan pekerjaan padahal sudah menghadiri puluhan interview kerja.

Apa Tujuan Sebuah Interview Kerja?

interview kerja
Foto: www.freepik.com

“Harus dicatat bahwa yang namanya interview kerja itu adalah sebuah sesi, sebuah proses yang tujuannya tidak hanya bagi perusahaan, tapi bagi kedua belah pihak. Yakni, orang yang mendaftar, talent atau applicant, dan perusahaan. Ini adalah ajang cocok-cocokkan antara company terhadap seseorang yang telah mendaftar untuk sebuah pekerjaan tertentu yang kosong di perusahan tersebut,” jelas Karoline.

Tujuan interview kerja adalah melihat kecocokan dalam berbagai hal, sebut saja apakah pelamar cocok dengan nilai atau budaya perusahaan yang sedang mencari karyawan. Di sisi lain, untuk pelamar sendiri, sebuah wawancara kerja adalah untuk mencocokkan nilai dan prinsip yang dipegangnya. Hal ini bisa berupa gaya bekerja dan aspirasi karier sang pelamar.

“Jadi, interview kerja adalah ajang cocok-cocokkan, ajang mencocokkan kedua belah pihak,” tekannya.

Baca Juga :  Apakah Bosmu Toxic? Begini Cara Mendeteksinya

Sedikit memundurkan tahap, Karoline menuturkan bahwa seseorang yang mendapat panggilan interview kerja setelah pihak perekrut melihat CV yang dikirim kandidat. Jadi, CV adalah faktor yang super penting dalam proses mendapatkan pekerjaan yang tepat.

“Jadi sebisa mungkin buat CV yang lengkap. Soalnya, untuk satu posisi, sering kali CV yang masuk bisa ratusan dalam satu hari. So, kalau misalnya CV-nya kurang lengkap, kita mungkin tidak akan memprosesnya. Dan pastikan CV yang kamu kirimkan sesuai dengan statusmu sekarang ini, apakah seorang profesional atau fresh graduate,” anjurnya.

Bagaimana mencari tahu template CV yang benar? Google adalah teman akrabmu.

Mengapa Seseorang Selalu Gagal di Tahap Interview Kerja?

Foto: www.freepik.com

Nah, di sini mengapa menurut Karoline istilah “gagal” kurang tepat.

“Ini lebih tentang karena tidak adanya kecocokan. Misalnya, dari sisi talent atau pelamar, mungkin merasa bahwa ada prinsip-prinsip, cara kerja, budaya perusahaan yang tidak cocok dengan aspirasi kariernya,” jelasnya.

Sementara dari sisi perusahaan atau pihak yang merekrut… ada banyak alasannya. Itu bisa, misalnya, karena karakter pelamar kurang tepat dengan karakter yang dicari perusahan. Atau pelamar tersebut kurang pas dengan user atau dengan hiring manager atau dengan tim.

” Jadi, ‘kegagalan’ tersebut karena si talent tidak mempunyai talent. Bukan berarti juga kalau interview gagal, maka si talent tidak mempunyai skill. Tidak. Itu simply karena tidak cocok saja.” tegasnya.

Dengan kata lain, bukan salahmu jika dipanggil untuk tahap berikutnya setelah menghadiri interview kerja.

“Tidak dong, jelas tidak,” tekannya.

Apa Persiapan yang Harus Dilakukan Saat Akan Wawancara Kerja?

interview kerja
Foto: www.freepik.com

Ah, ini pasti satu hal yang kamu tunggu-tunggu dan juga membuatmu penasaran: persiapan saat akan interview kerja.

Baca Juga :  Tanya Psikolog: Apakah Baby Blues Syndrome Sama dengan Postpartum Depression?

Menurut Karoline, ada banyak yang mungkin bisa kamu persiapkan, tapi ada empat hal yang sifatnya krusial, yakni:

  • Cari tahu profil perusahaan yang kamu lamar. Ini sifatnya wajib, tekannya.
  • Cari tahu tentang posisi yang kamu lamar, apa saja tugas dan tanggung jawabnya. Ini untuk memastikan tugas dan tanggung jawab memang sesuai dengan profil posisi.
  • Pastikan penampilanmu rapi. Ini juga berlaku saat kamu melakukan online interview. “Tetap ya, kita harus profesional. Janganlah pakai tank top, kaus oblong, karena sesantainya startup atau sebuah perusahaan, tetap saja menunjukkan kerapian kita pada saat interview adalah sebuah bentuk respek ke mereka,” bebernya.
  • Lakukan persiapan komunikasi, misalnya cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. “Bila perlu latihan di depan kaca agar tidak terlalu gugup,” sarannya.

Sebut saja kamu sudah mempersiapkan diri dengan matang, tapi karena satu dan lain hal (gugup, misalnya) kamu salah menjawab pertanyaan. Ouch. Apa yang sebaiknya dilakukan?

“Yang pertama pastinya minta maaf, dengan mengatakan ‘Maaf, tadi maksud saya bukan seperti itu’, atau, ‘Maaf, kalau saya boleh menambahkan, maksudnya seperti ini,'” jawabnya.

Dan hei, melakukan kesalahan seperti ini adalah sesuatu yang normal. “Tidak masalah, dan sebagai manusia melakukan kesalahan adalah yang wajar. Jadi, kalau salah, ya, minta maaf. Sederhana itu,” ujarnya.

Bagaimana Agar Tidak Minder dan Putus Asa Saat Belum Berhasil di Tahap Interview?

Foto: www.freepik.com

Karoline menekankan bahwa yang pertama dan utama: ini bukan tentang ‘gagal atau tidak’, tapi lebih tentang ‘cocok atau tidak’.

“Pada saat seseorang dipanggil untuk interview, sebenarnya orang lain ‘kan sudah melihat potensi dari applicant, jadi sebenarnya bukan gagal, tapi lebih tidak cocok. Dan ini juga bukan berarti seseorang tidak potensial, tapi mungkin dia lebih potensial di tempat lain. Jadi, mind set itu yang harus kita punya, supaya tidak gampang menyerah pada saat tidak cocok terus di hasil interview,” jelasnya.

Baca Juga :  Cinta Beda Agama: Diteruskan atau Disudahi Saja? Seorang Psikolog Menjelaskan

Mungkin akan sulit menerima kenyataan bahwa perusahan memutuskan untuk tidak memanggilmu untuk tahap selanjutnya, tapi jadikan tahap wawancara ini sebagai latihan.

“Jadi selalu ada hasil positif yang selalu dipetik dari sebuah ‘kegagalan’. Dan selalu ingat, bahwa bukan ‘gagal interview‘, tapi belum cocok saja,'” Karoline mengingatkan. “Selanjutnya tergantung karakter diri sendiri bagaimana memotivasi diri, tapi selalu coba untuk positif. Itu sih, kuncinya,” tambahnya.

Oh, berbicara tentang ‘perusahaan memutuskan untuk tidak memanggilmu’—entah itu melalui pemberitahuan resmi atau tanpa informasi apa pun—menurut Karoline tidak ada keharusan perekrut melakukannya. Ini lebih tentang sebuah pilihan dan apakah mereka memiliki waktu, plus apakah kebijakan ‘sharing the result‘ menjadi bagian dari peraturan perusahaan tersebut.

“Karena kandidat itu bisa jadi tidak pas di posisi sekarang, tapi nanti kita bisa panggil lagi di posisi lain yang lebih cocok, beberapa recruiter tetap melakukan keep in touch. Beberapa recruiter biasanya akan menjelaskan mengapa belum cocok di posisi yang sekarang, atau kenapa gagal interview. Sharing is caring, sih,” jelasnya.

“Cuma ada beberapa recruiter yang mungkin memang sudah overload dengan pekerjaannya jadi jarang memberi tahu. Jadi, tidak ada keharusan memberitahukan kandidat, tapi tergantung pada preferensi apakah recruiter mau sharing, dan dalam kapasitasnya, apakah bisa sharing atau tidak,” ungkapnya.

Selanjutnya: Ini Cara Mengembalikan Motivasi Kerja yang Minus, Kata Seorang Psikolog.