Definisi Istilah pada Label Makanan yang Wajib Kamu Tahu

istilah label makanan
Foto: www.gettyimages.com

Siapa di sini yang rajin banget membaca label pada kemasan makanan? Setiap membeli sesuatu, apa pun itu, kamu selalu melakukan tugas dan tanggung jawab membaca labelnya dengan seksama dan teliti. Selamat! Akan tetapi, tahukah kamu bahwa ada banyak istilah yang sebenarnya tidak “sesehat” yang dikesankan oleh label tersebut. Misalnya saja, jika makanan memiliki label “processed food” bukan berarti tidak memiliki nutrisi, lho. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa definisi istilah makanan trendi yang sebaiknya kamu tahu.

Natural

Sebenarnya, belum ada definisi yang resmi dari istilah ini. Akan tetapi, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyatakan bahwa jika memiliki label ini, artinya tidak ada artifisial atau bahan sintetik (termasuk warna tambahan) dimasukkan ke dalam makanan tersebut. Akan tetapi, definisi ini tidak mencakup pada metode produksi. Dengan kata lain, makanan dengan label “natural”, bisa saja mengalami proses produksi dengan menggunakan pestisida, pasterisasi, iradiasi atau metode termal teknologi lainnya. Menurut organisasi yang sama, istilah “natural” juga tidak menggambarkan nutrisi atau manfaatnya bagi kesehatan. Dengan kata lain, natural bukan berarti lebih sehat.

Organik

Ini adalah salah satu istilah dalam kemasan makanan yang memiliki makna hukum. Jika pada daging atau produk nabati, organik berarti makanan tersebut berasal dari hewan yang tidak diberikan antibiotik atau hormon pertumbuhan. Pada makanan dari tumbuhan, organik berarti diproduksi tanpa menggunakan pestisida konvensional, pupuk dengan bahan kimia dan sintetik. Ada banyak proses dan inspeksi yang mesti dilalui sebuah produk untuk mendapatkan label ini. Dan ada tiga jenis organik: 100% Organik, Organik (minimal 95 persen bahannya organik), Terbuat dari Bahan Organik (minimal terbuat dari 70 persen bahan organik tersertifikasi).

istilah makanan
Contoh label nutrisi pada makanan

Rendah Kalori

Artinya, sebuah makanan mengandung 40 kalori atau kurang per prosi. Produsen pembuat makanan diperbolehkan oleh FDA untuk menggunakan istilah “reduced” atau “less” jika makanan mengandung minimal 25% pengurangan ketika dibandingkan dengan makanan yang dijadikan referensi. Sayangnya, sering kali makanan-makanan dengan label “rendah kalori” bisa membuat kita mengonsumsi lebih banyak kalori. Kenapa? Karena kita berpikir bahwa kita sedang makan sehat, jadi boleh dong makan lebih banyak? Ehm, tergantung. Sementara itu, jika labelnya adalah “bebas kalori”, itu artinya makanan tersebut mengandung kurang dari lima kalori per porsi. Jadi, bukan berarti “bebas” kalori.

Bebas Gula dan Bebas Lemak

Terjemahan dari label ini adalah makanan yang kamu pegang mengandung kurang dari 1,5 gram setiap per porsi. Makanan apa pun yang mencantumkan istilah ini di dalam kemasannya, tidak boleh memasukkan bahan gula apa pun. Akan tetapi, sering kali produsen menambahkan tanda bintang (*, asterisk) setelah kata “bebas gula”—inti artinya, di dalam makanan tersebut mengandung sedikit gula. Hal yang sama berlaku untuk lemak.

Olahan (Processed) dan Tidak Mengalami Proses Pengolahan (Unprocessed)

Jika selama ini kamu berpikir bahwa makanan olahan = tidak sehat, makanan kemasan tanpa kalori dan banyak aditif. Lalu, makanan unprocessed = bukan makanan kemasan, dibekukan atau di dalam kaleng. Ini adalah anggapan yang salah.

Menurut USDA (United States Department of Agriculture), istilah “olahan” mengacu pada makanan yang sudah melalui sebuah perubahan karakter. Contohnya adalah kacang mentah (unprocessed) versus kacang panggang (processed); edamame (unprocessed) versus tahu (processed). Masih butuh contoh lain? Buah utuh (unprocessed) versus buah yang sudah dipotong dan dikupas (processed). Lihat ‘kan, makanan “processed” bisa juga adalah makanan yang bergizi.

Rendah Kolesterol

Jika ada makanan dengan kemasan ini, itu berarti hanya mengandung 20 mg atau kurang, dan dua gram atau kurang lemak tak jenuh per porsi. FYI, kolesterol adalah konsistensi seperti lilin yang bisa menumpuk dan menutupi dinding-dinding arteri. Oleh karena kolesterol sangat berdampak bagi kesehatan, rekomendasinya adalah tidak lebih dari 300 mg per hari.

Berikutnya: Ini daftar diet yang sedang trendi dan apakah kamu perlu melakukannya.