6 Diet Ini Sedang Super Trendi—Apakah Kamu Tertarik Mencobanya?

Foto: www.gettyimages.com

Ada dua tipe orang ketika mendengar kata ‘diet’: mereka antusias (ingin mencoba), dan mereka yang memutar bola mata. Akan tetapi harus diakui, tren diet baru selalu muncul dan pada kenyataannya, kita (saya dan mungkin kamu) selalu mencari cara baru untuk memiliki pola makan yang lebih sehat dan lebih mudah. Jadi, apa pun aliran dan kepercayaanmu tentang diet, tidak ada salahnya mengetahui tren diet yang bermunculan. Hei, siapa tahu salah satunya memang cocok untukmu! Namun, seperti biasa, peringatan dini: diskusikan terlebih dahulu dengan dokter jika kamu ingin mencoba tren diet tertentu.

Carnivore Diet

tren diet
Foto: www.gettyimages.com

Coba ketik carnivorediet di Instagram, tagarnya #carnivorediet mencapai ratusan ribu. Yep, sesuai namanya, tren diet ini fokus pada mengonsumsi makanan hewani dan produk turunannya. Segala sesuatu yang berbau daging, termasuk ikan, unggas, sapi sampai bagian-bagian organ dalam hewan tersebut. Bagaimana dengan semua makanan yang tidak berasal dari hewan? Tidak diperbolehkan. Termasuk, buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan gandum.

Mengapa ada yang tertarik melakukan diet ini? Sebagian orang memiliki reaksi yang tidak menyenangkan ketika mengonsumsi makanan dari tumbuhan, misalnya menyebabkan masalah imunitas dan pencernaan. Dan seperti yang sudah kamu duga, banyak ahli yang tidak setuju dengan diet ini. Terlebih, tidak terhitung banyaknya penelitian yang menyimpulkan bahwa diet berdasarkan tumbuhan lebih sehat daripada daging. Hei, bukan berarti dilarang makan daging ya, tapi seperti yang kamu sudah tahu: konsumsi dalam jumlah yang moderat.

Flexitarian Diet

tren diet
Foto: www.gettyimages.com

Seperti namanya, diet ini adalah kombinasi antara fleksibel dan vegetarian. Ini artinya, mayoritas yang ada di piringmu adalah sayuran, dan sesekali makan daging (dalam porsi kecil). Dipopulerkan oleh Dawn Jackson, seorang nutrisi, lewat bukunya yang berjudul The Flexitarian Diet (2010). Menurutnya, jika kamu tidak makan daging selama dua hari dalam seminggu, kamu disebut flexitarian pemula. Sementara jika absen makan daging selama tiga sampai empat hari dalam seminggu dan lebih banyak mengonsumsi sayuran, maka kamu flexitarian profesional.

Oleh karena diet ini menitikberatkan pada sayuran dan tumbuhan—dan tidak melarang mendapatkan protein dari hewan (meski dalam jumlah terbatas), diet ini termasuk yang direkomendasikan oleh para ahli. Hanya satu pesannya: jika memilih diet ini, pastikan kamu mengonsumsi protein dan zat besi yang cukup.

Planetary Health Diet 

Foto: www.gettyimages.com

Atau nama lainnya, sustainable diet. Diperkenalkan oleh 37 dokter dari 16 negara di jurnal The Lancet, awal tahun lalu, diet ini mendorong pola makan yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak kerusakan Bumi.

Prinsipnya adalah begini: isi piringmu setengah buah-buahan dan sayuran. Dua jenis makanan ini dianggap lebih baik untuk lingkungan karena membutuhkan lebih sedikit air. Untuk memastikan jejak karbonmu dalam level minimal, pastikan membeli dari pasar lokal dan diproduksi secara lokal pula. Sementara untuk asupan karbo, pengikut diet ini dianjurkan untuk memilih gandum utuh dan kentang karena mudah ditanam, bisa dibeli banyak dan tahan lama dan tidak butuh air banyak. Dan untuk sumber protein: disarankan untuk mendapatkannya dari tumbuhan biji-bijian, daging (grass-fed, porsi kecil), kacang-kacangan dan ikan (jenis yang tidak mengalami overfishing).

Almased Diet 

tren diet
Foto: www.istockphoto.com

Diet ini muncul di Jerman pada 1985 ketika seorang ilmuwan bernama Herbert Trouille menciptakan bubuk protein unik dari beberapa bahan penting. Di dalamnya terdapat: kedelai alami, protein, skim milk yogurt powder, dan madu. FYI, bubuk protein ini bebas dari gluten dan tidak mengandung pemanis buatan. Nah, bubuk unik inilah yang digunakan untuk menggantikan atau sebagai makanan pengganti agar fungsi pencernaan optimal. Selain itu, diet ini juga terkenal karena dianggap bisa mengurangi berat badan.

Untuk yang tidak punya DNA “taat” di dalam tubuhnya, diet ini bukan untukmu. Pasalnya, diet ini terdiri dari empat fase, dan semuanya harus dijalani dengan setia dan konsisten. Ada banyak pro dan kontra dari diet ini. Pro: tidak cepat lapar, berat badan stabil, dan kulit bersih. Kontra: konstipasi, perubahan mood, sakit kepala, mual dan masih perlu olahraga.

AIP Diet

tren diet
Foto: www.gettyimages.com

AIP kepanjangan dari autoimmune protocol. Seperti namanya, “protokol”, diet ini termasuk ke dalam kategori pola makan yang sangat restriktif. Apa saja yang tidak boleh dimakan? Semua gandum, produk susu, telur, tumbungan polong (kacang dan biji-bijian), sayuran berwarna gelap (terong dan kentang), gula dan makanan olahan. Banyak, ya? Oh, tidak hanya itu: kopi dan alkohol juga dilarang. Yeeep, sangat ketat. Sementara ini daftar makanan yang boleh dinikmati: daging, ikan, sayuran tidak gelap, susu kelapa, makanan fermentasi tanpa susu, teh hijau dan kaldu tulang.

Mengapa orang melakukan hal ini? Makanan yang dilarang dianggap adalah makanan-makanan yang bisa mengiritasi pencernaan dan menyebabkan inflamasi. Jadi, diet ini dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala autoimmune disorders seperti psoriasis, lupus dan rheumatoid arthritis. Tertarik ingin melakukan diet ini? Konsultasikan dulu dengan dokter, ya.

Pescatarian Diet

Foto: www.istockphoto.com

Diet satu ini pada dasarnya adalah sebuah vegetarian diet yang memperbolehkan kamu mengonsumsi ikan dan produk makanan lainnya. Sementara daging merah dan produk unggas, it’s a big no-no. Lalu bagaimana dengan produk susu, telur dan keju? Boleh saja. Namun, jika memilih untuk tidak memakan jenis kudapan ini, maka kamu disebut lacto-ovo-pescatarian.

Saat mengadopsi diet ini, kamu akan mendapatkan asupan omega-3 yang maksimal yang baik untuk kesehatan hati dan mencegah inflamasi. Belum lagi, diet ini sangat didominasi makanan berbahan tumbuhan yang baik untuk kesehatan jantung. Sementara sisi yang harus menjadi fokus adalah: perhatikan kadar merkuri pada ikan yang kamu makan.

Berbicara tentang tren diet, tahukah kamu bahwa reputasi diet keto sedang merosot tajam? Ini penyebabnya.

podcast button