FYI, Kesimpulan Sebuah Studi: Seks Memperlambat Menopause

menopause
Foto: www.gettyimages.com

Menopause dan seks. Ternyata dua hal ini adalah ‘teman baik’. Ini disimpulkan sebuah studi yang dipublikasikan di Royal Society Open, yakni seks bisa memperlambat menopause pada perempuan paruh baya. Yaaas.

Bagaimana Kesimpulan Ini Bisa Ditemukan?

Megan Arnot, penulis utama penelitian ini mengatakan: “Kami melihat bahwa di literatur menopause yang eksis, ada sebuah tren bahwa menopause pada perempuan menikah datang lebih lambat—yang menurut kami adalah sesuatu yang aneh.” Dan para peneliti ini mencari tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Dengan menggunakan data dari sebuah penelitian Amerika Serikat, para peneliti dari University College London ini mengamati lebih dari 2000 perempuan sebelum dan sesudah transisi menopause (perimenopause). Selama periode 10 tahun, para partisipan tersebut mengisi survey yang berkaitan dengan aktivitas seksual mereka.

Survey ini berisikan berbagai pertanyaan, termasuk apakah mereka melakukan hubungan intim dengan pasangan mereka dalam enam bulan belakangan. Pertanyaan juga meliputih frekuensi dan jenis aktivitas seksual yang mereka lakukan (seks oral, intercourse, bersentuhan atau berpelukan). Selain itu, kepada mereka ditanyakan apakah mereka melakukan stimulasi sendiri selama enam bulan belakangan.

Hasilnya, ditemukan bahwa para perempuan paruh baya yang melakukan hubungan seksual mingguan atau bulanan akan mengalami pelambatan menopause, dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang. Mayoritas partisipan (64%) yang melakukan hubungan seks setiap minggu memiliki kecenderungan lebih rendah mengalami menopause (28%) pada usia berapa pun dibandingkan mereka yang melakukan hubungan intim lebih jarang. Hubungan seks ini bisa berupa segala hal, tidak hanya intercourse. Sementara pada perempuan yang melakukan hubungan seks bulan, kecenderungan mengalami menopause juga berkurang (19%).

Apa yang Menyebabkan Frekuensi Seks Memperlambat Menopause?

Penelitian ini belum bisa menjawabnya dengan dengan gamblang. Akan tetapi, para peneliti memperkirakan bahwa hal ini mungkin ada hubungannya dengan, “perempuan yang sedang mengalami perimenopause tidak suka melakukan hubungan seks,” kata Arnot. Dan jika tidak melakukan hubungan seks, tubuh tahu bahwa tidak ada kemungkinan kamu hamil dan berovulasi. Karena ovulasi membutuhkan banyak energi dari tubuh, fungsi kekebalan tubuh bisa berkurang. Nah, jika kehamilan tidak akan terjadi, tubuh akan secara otomatis menghentikan ovulasi untuk melindungi wanita paruh baya dan lebih tua dari infeksi atau penyakit.

Jadi apakah dengan lebih banyak melakukan seks, menopause datang lebih lambat? Tidak juga. Pasalnya, dalam studi ini banyak variabel yang dikontrol oleh para peneliti. “Kami mengontrol berbagai variabel, termasuk level hormon estrogen, rokok, BMI, dan aspek-aspek yang berhubungan dengannya, tapi bukan berarti kebiasaan seks menunda menopause,” kata Ruth Mace salah satu penulis studi ini.

Dan para ahli lain (yang tidak terlibat dalam penelitian ini) juga mengatakan bahwa penyebab menopause ada banyak, termasuk genetik dan gaya hidup.

Oh, setelah berhubungan seks jangan lupa melakukan ini, ya. Demi kesehatan kamu.

podcast button