Tanya Ahli: Bagaimana Menentukan Porsi Diet Karbo yang Tepat?

diet karbo
Foto: www.freepik.com
Terakhir diperbarui:

Pengaturan pola makan atau yang dikenal dengan sebutan diet ini ternyata memiliki jenis yang berbeda-beda, dan yang masih populer hingga saat ini adalah diet karbo. Program diet yang satu ini disebut-sebut dapat lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Sebelum membahasnya lebih lanjut, apa sebenarnya diet karbo itu?

dr. Sanny Ngatidjan, M.Gizi, SpGK, spesialis gizi klinik dari RS Hermina Tangerang menuturkan bahwa “diet karbo merupakan pola makan yang membatasi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan bahan makanan lain seperti protein atau lemak,” jelasnya.

American Diabetes Association (ADA) memberikan rekomendasi untuk orang-orang yang ingin menjalani diet rendah karbo, yaitu perlu adanya pemantauan kadar profil lipid, fungsi ginjal, asupan protein (terutama pada pasien dengan gangguan ginjal), dan pengaturan obat penurun gula darah pada pasien dengan penyakit diabetes.

Namun sebenarnya, tidak ada kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang membatasi asupan karbohidrat.. Karena semua orang memiliki kondisi dan bentuk tubuh yang berbeda-beda. Ingin tahu lebih lanjut tentang diet karbo? Baca penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Manfaat dari Diet Karbo?

diet karbo
Foto: www.unsplash.com

Terdapat dua manfaat ketika menjalani diet karbo, yakni:

Penurunan berat badan

Menurut penelitian yang dilakukan pada subjek obesitas yang sedang menjalani diet karbo, didapatkan bahwa terjadi penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan subjek obesitas yang menjalani diet rendah kalori dalam 24 minggu pertama. “Akan tetapi bila dilakukan evaluasi pada akhir tahun pertama, penurunan berat badan pada subjek obesitas yang menjalani diet karbo dan diet rendah kalori tidak berbeda,” ungkapnya.

Kontrol kadar gula darah

Dalam satu tahun pertama pada subjek dengan diet rendah karbohidrat, mengungkapkan bahwa gula darah menjadi terkontrol lebih baik dibandingkan dengan subjek diet rendah lemak. “Namun efek kontrol gula darah tersebut belum dapat dipastikan dalam jangka panjang (lebih dari 1 tahun),” paparnya.

Bagaimana Menentukan Porsi Diet Karbo yang Tepat?

Foto: www.freepik.com

Karbohidrat merupakan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, sehingga modifikasi asupan seperti batasan mengonsumsi karbohidrat perlu dikonsultasikan dengan dokter agar tidak membahayakan bagi kesehatan.

Diet karbohidrat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Sangat rendah karbohidrat: 21-70 gram/hari
  2. Rendah karbohidrat:  30-39,9% dari total energi
  3. Moderat karbohidrat: 40-65% dari total energi
  4. Tinggi karbohidrat: >65% dari total energi

“Asupan karbohidrat yang dianjurkan adalah moderat karbohidrat yang mana sebesar 40-65% dari total energi,” ujarnya.

Asupan karbohidrat memang bisa ditemukan dengan mudah pada makanan sehari-hari, seperti nasi. Lantas bagaimana jika kita berhenti mengonsumsi nasi selama menjalani diet karbo?

 “Nasi merupakan salah satu bahan makanan sumber karbohidrat. Selain nasi, ada beberapa bahan makanan sumber karbohidrat lain, seperti kentang, ubi, singkong, talas, dan lainnya yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi dengan takaran porsi yang sesuai,” jawabnya.

Diingat kembali bahwa karbohidrat merupakan zat gizi yang diperlukan untuk tubuh sebagai sumber energi utama. Terdapat beberapa organ tubuh tertentu seperti sel darah merah dan otak yang menggunakan nutrisi ini sebagai satu-satunya sumber energi. Pada seseorang yang menjalani diet rendah karbohidrat, maka sumber energi tubuh diperoleh dari protein dan lemak.

Adakah Efek Samping dari Diet Karbo?

diet karbo
Foto: www.freepik.com

Dokter Sanny menjawab bahwa “konsekuensi dari diet karbo adalah peningkatan jumlah asupan protein dan lemak,” ucapnya.

Peningkatan jumlah asupan protein

Protein merupakan zat gizi yang memiliki fungsi sebagai zat pembangun, regenerasi atau perbaikan sel, dan pembentukan hormon serta antibodi. Sehingga “asupan protein yang berlebihan akan menyebabkan protein digunakan sebagai sumber energi utama, dan protein akan kehilangan fungsinya dalam tubuh,” ujar Dokter Sanny.

Peningkatan jumlah asupan lemak

Asupan lemak yang berlebihan akan berakibat pada peningkatan profil lipid yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. “Selain jumlah, jenis lemak yang dikonsumsi juga perlu menjadi perhatian,” katanya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Jenis diet yang satu ini merupakan pengaturan makan yang tetap populer hingga saat ini. Tetapi penelitian terkait diet karbo masih memberikan hasil yang tidak konsisten dan tidak dalam jangka panjang yakni lebih dari satu tahun.

Jumlah asupan karbohidrat pun berbeda-beda dan hal ini tergantung pada kondisi masing-masing individu. Perlu diingat bahwa jumlah asupan karbohidrat pun akan berbeda-beda pada setiap individu yang mana akan bergantung pada kondisi tubuh masing-masing.

Namun yang pasti, penurunan asupan karbohidrat pada tubuh dapat memberikan konsekuensi meningkatnya asupan protein dan lemak. Untuk itu jumlah asupan protein yang ditingkatkan juga perlu diperhatikan agar protein tidak hanya digunakan sebagai sumber energi, namun juga sebagai zat pembangun, regenerasi atau perbaikan sel, serta pembentukan hormon dan antibodi.

“Jumlah dan jenis asupan lemak yang ditingkatkan juga harus diperhatikan agar menunjang kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, bagi yang ingin mengikuti diet karbo disarankan untuk berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk menilai apakah memungkinkan melakukan diet karbo, agar terhindari dari efek samping,” sarannya.

Selanjutnya: Apa Akibatnya Diet tanpa Konsultasi Ahli?