Adakah Makanan Yang Dapat Membuat Kurus? Ini Jawaban Ahli

daftar makanan yang dapat membuat kurus
Foto: www.freepik.com

Untuk menurunkan berat badan, beberapa orang pun mulai mencari di boks pencarian Google terkait makanan yang membuat kurus, hingga akhirnya tiba di artikel ini.

Dengan mengonsumsi makanan tersebut, diharapkan dapat membakar lemak tubuh, sehingga tubuh pun akan terlihat kurus.

Namun, benarkah ada makanan yang membuat kurus, dan bagaimana cara mengonsumsinya dengan tepat?

Jangan khawatir, LIMONE karena telah menghubungi dr. Nurhati Febriani, SpGK, FINEM, AIFO-K, seorang Dokter Spesialis Gizi Klinis dari RS Hermina Purwokerto dan Kepala Instalasi Gizi dari RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, untuk menjawab terkait pertanyaan makanan yang dapat membuat kurus dan efektivitasnya dalam tubuh.

Apa Itu Diet dan Manfaatnya untuk Tubuh?

Foto: www.canva.com

Pada dasarnya, diet merupakan pengaturan pola makan dengan komposisi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan individu dan disesuaikan terhadap kondisi tubuh. Menurut Dokter Nurhati, diet bersifat individual.

“Ada juga istilah diet dan diit. Kalau diet itu biasanya berhubungan dengan gaya hidup seperti untuk menurunkan berat badan atau weight management,” jelasnya.

“Sementara diit disesuaikan dengan kondisi tubuh seperti adanya penyakit tertentu sehingga mungkin harus rendah garam, kolesterol, atau purin yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan,” jelasnya.

Tetapi prinsipnya, diet atau diit ini bersifat individu, tidak bisa satu jenis diet diterapkan untuk semua orang. Karena kondisi masing-masing individu pasti berbeda-beda.

Mengapa Banyak Orang yang Ingin Menurunkan Berat Badannya?

Foto: www.unsplash.com

Sesungguhnya, ada macam-macam alasan kenapa seseorang menurunkan berat badan. “Bisa karena memang merasa tidak nyaman dengan berat badan atau ada masalah dengan penyakitnya,” ujarnya.

“Namun alangkah lebih baik jika seseorang menurunkan berat badan untuk tujuan yang lebih sehat, lebih ringan tubuhnya, dan untuk mengurangi gejala dari suatu penyakit tertentu,” ungkap saat dihubungi via Whatsapp.

Apakah Memiliki Berat Badan Ideal Artinya Kita Memiliki Tubuh yang Sehat?

daftar makanan yang dapat membuat kurus
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Nurhati, berat badan ideal memang identik dengan tubuh yang sehat.

“Tetapi ideal yang dimaksud bukan semata-mata tampak langsing atau kurus saja. Harus dilihat lagi bagaimana komposisi tubuh dan bagaimana hasil pemeriksaan lab darahnya,” terang Dokter Spesialis Gizi Klinis yang satu ini.

Cara menentukan idealnya berat badan seseorang yang termudah adalah dengan melihat indeks massa tubuh. IMT adalah hasil berat badan dibagi dengan tinggi badan dalam meter, yang dikuadratkan.

“Kemudian hasilnya dicocokkan dengan tabel, baik mengikuti tabel standar WHO atau standar Asia Pasifik,” ujarnya.

Bagaimana Cara Diet Menurunkan Berat Badan yang Tepat?

Foto: www.canva.com

Sesungguhnya, diet itu sifatnya individu. Jadi tidak ada satu diet pun yang pas untuk diterapkan pada semua orang.

“Sehingga, diet ini akan tergantung pada masing-masing individu, berapa berat badannya, adakah penyakit penyerta yang dialami, dan apa saja keseharian aktivitasnya,” tambahnya.

“Hal tersebut yang akan menjadi pertimbangan dalam menentukan suatu diet untuk seseorang,” ungkap Dokter Nurhati.

Dokter Spesialis Gizi Klinis ini juga menambahkan bahwa yang perlu diingat, diet itu dilakukan jangka panjang.

“Bukan hanya semata-mata ingin turun berat badan, setelah itu malah makan seperti biasa lagi. Namun kita harus bisa mengubah pola pikir bahwa diet itu tujuannya untuk sehat,” ujarnya.

“Perkara nanti ada bonus kulit yang lebih bagus, badannya menjadi langsing, itu hanyalah bonus,” tekannya.

“Yang paling penting kita harus berpikir bahwa diet untuk sehat, sehingga kita pun melakukannya dengan cara yang sehat, bukan hanya semata-mata untuk mengejar langsing semata,” tambahnya.

Bagaimana Cara Diet untuk Membuat Tubuh Menjadi Kurus?

daftar makanan yang dapat membuat kurus
Foto: www.canva.com

Dokter Nurhati menjelaskan bahwa pada prinsipnya, seseorang akan mengalami penurunan berat badan atau tidaknya, itu akan bergantung pada kondisi metabolisme.

“Ada beberapa makanan yang dapat berpengaruh terhadap metabolisme seseorang. Kita harus mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna dan menyerap zat gizi dari makanan tertentu,” paparnya.

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, bisa dari makanan atau pola sehari-hari yang dapat meningkatkan atau memperbaiki metabolisme, seperti harus cukup tidur sampai delapan jam setiap harinya.

Ketika sulit tidur, maka dapat menurunkan metabolisme.

Selain itu, meningkatkan metabolisme bisa juga dengan meminum air putih yang cukup. Saat metabolisme meningkat, nantinya individu akan cepat membakar energi dan tidak mudah mengalami kegemukan.

Tidak boleh ketinggalan, “olahraga yang teratur juga harus dilakukan untuk meningkatkan metabolisme tubuh,” ujarnya.

Berikut daftar makanan yang membuat kurus dan bisa meningkatkan proses metabolisme tubuh:

Protein

“Biasanya dokter akan menyarankan untuk asupan tinggi protein. Karena protein ini juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, meski ada beberapa individu yang tidak sensitif dengan pemberian diet tinggi protein,” terang Dokter Nurhati.

Meski protein dapat menjadi makanan yang membuat kurus, namun ini hanya berlaku pada individu yang memang sensitif terhadap hal tersebut.

Karena ada juga beberapa individu yang tidak sensitif terhadap pemberian tinggi protein, sehingga harus diatasi dengan cara lain.

“Pada dasarnya, protein dapat meningkatkan metabolisme dengan cukup tinggi dibandingkan dengan makronutrien yang lain. Karbohidrat hanya meningkatkan sekitar 5-10%, lemak sekitar 0-3%, sementara protein bisa sampai 10-30%,” ungkapnya.

Kopi dan teh hijau

Kebanyakan dari kita tahu bahwa kopi dapat menghancurkan lemak. Namun, harus dilihat kopi yang diminum itu jenis apa.

Karena yang efektif untuk menurunkan berat badan adalah kopi hitam yang tidak dicampur dengan sirup, gula, susu, dan lainnya.

“Baik kopi atau teh hijau, keduanya dapat meningkatkan sekitar 11% untuk kopi dan 4-10% untuk teh hijau. Namun sifatnya sangat individualis, tidak semua orang sensitif terhadap kopi dan teh hijau,” ujarnya.

“Ada yang justru dengan pemberian kopi dan teh hijau justru menimbulkan efek-efek tertentu yang merugikan tubuh,” tutur Dokter Nurhati.

Zat-zat tertentu

Selain sumber protein, kopi, dan teh hijau, ada makanan yang membuat kurus lainnya yang bisa kamu konsumsi. Seperti kacang-kacangan, cokelat, dan cuka apel; ketiganya dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

“Kemudian, jahe juga bisa membantu meningkatkan metabolisme, sehingga bisa ditambahkan ke dalam bumbu masakan sehari-hari,” papar Dokter Spesialis Gizi ini.

“Jangan lupa juga untuk meminum air putih, karena terkadang orang sering menganggap sepele. Padahal kenyataannya, daya kemampuan air putih untuk meningkatkan metabolisme tubuh cukup besar, antara 24-30%, hampir sama dengan protein,” tuturnya.

Air putih pun menjadi minuman yang dibutuhkan oleh semua orang. Namun memang beberapa individu sering lupa, sehingga pemenuhan cairan tubuh pun sangat minim.

Apakah Saat Diet Menurunkan Berat Badan Artinya Kita Harus Menghindari Sarapan?

daftar makanan yang dapat membuat kurus
Foto: www.canva.com

Karena ingin menurunkan berat badan, beberapa orang justru menghindari sarapan pagi untuk mengurangi asupan makanan. Namun hal ini tidak dibenarkan oleh Dokter Nurhati.

“Saya selalu menyarankan kepada individu yang berdiet bahwa tetap harus makan pagi, makan siang, dan makan malam. Namun diatur waktu, porsi, dan jadwal makanannya,” ungkapnya.

Bagaimana Jika Diet Penurun Berat Badan Ini Gagal Dilakukan?

daftar makanan yang dapat membuat kurus
Foto: www.xframe.io

Sesungguhnya, keberhasilan diet seseorang itu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Meski telah mengonsumsi makanan yang membuat kurus, namun bisa saja hal ini tidak menurunkan berat badan.

“Yang terpenting adalah kedisiplinan dari individu tersebut, fokus, pola pikir, dan tujuannya. Itu semua harus ditanamkan dengan benar, tidak hanya ikut-ikutan tren. Selain itu, lingkungannya juga sangat berpengaruh, apakah mendukung atau tidak,” ujarnya.

Fase terberat biasanya 8-12 minggu, di tiga bulan awal itu benar-benar akan mengalami adaptasi.

Namun jika benar-benar disiplin dan mengatur segalanya dengan baik, tubuh akan mulai terbiasa dan mudah beradaptasi, sehingga pola itu akan terus terbentuk.

“Saat suatu hari kita makan yang tidak sehat, maka tubuh akan merasa tidak nyaman, dan kembali lagi menerapkan pola hidup yang sehat,” tukasnya.

“Saya selalu mengingatkan bahwa makanan ini harus kita atur, apakah makanan ini akan baik atau tidak, memberikan efek apa, sehat atau tidak ini semua harus diperhatikan,” ujarnya.

Individu yang disiplin terhadap pengaturan pola makan untuk dirinya sendiri, biasanya ia akan disiplin dalam mengatur segala hal.

“Karena ia akan berpikir apakah benar makanan ini bagus dan memiliki efek yang baik. Kalau untuk hal tersebut saja tidak bisa disiplin, maka bagaimana dengan hal yang lain,” tutur Dokter Nurhati.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Untuk diet penurunan berat badan, ada baiknya untuk memulainya dengan cara yang sehat. Tentukan tujuannya apa dan  pola makannya seperti apa.

“Disiplin merupakan hal penting, kemudian diet ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, tidak hanya ikut-ikutan tren,” tegasnya.

“Lalu pola makan pun harus bervariasi, yang sehat dan alami, karena Indonesia ini sebenarnya kaya terhadap bahan makanan yang bernutrisi,” ungkapnya.

“Jangan mudah tergiur dengan istilah produk yang dapat membuat cepat langsing. Karena diet yang sehat itu akan berproses dan bertahap,” tekannya.

“Bertambahnya berat badan saja naiknya secara pelan-pelan, jadi jangan bangga jika perubahan berat badannya cepat menurun, karena khawatir akan terjadi yoyo fenomena” lanjut Dokter Nurhati.

Faktor terpenting adalah proses, tetap semangat, imbangi dengan olahraga, dan istirahat yang cukup.

“Jadi kalau bicara diet dan gizi, itu bukan semata-mata hanya pola makan saja. Namun perubahan terhadap semua pola hidup, mulai dari kecukupan tidur, asupan air putih, olahraga, pola makan, tidak stres, dan nikmati hidup,” tutupnya.

Pakar / Kontributor di Artikel ini


dr. Nurhati Febriani, SpGK, FINEM, AIFO-K

Dokter Spesialis Gizi Klinis dari RS Hermina Purwokerto dan Kepala Instalasi Gizi dari RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara