Sedang Mencari Pekerjaan? Ini Contoh Surat Lamaran Kerja yang Tepat

contoh surat lamaran kerja
Foto: www.gettyimages.com

Sebuah pertanyaan: Apakah saat ini kamu sedang bersiap untuk memasuki dunia kerja? Atau justru ingin berhenti dan mencari pekerjaan baru? Biasanya setelah menemukan sebuah lowongan pekerjaan, yang perlu kamu siapkan tentunya berkas yang digunakan untuk mendaftar, salah satunya adalah surat lamaran kerja. Itulah sebabnya, kamu sekarang butuh contoh surat lamaran kerja.

Jika kamu sedang mencari contoh surat lamaran kerja, maka kamu berada di laman yang tepat karena LIMONE telah menghubungi Citra Ovani, CEO HuntHire Indonesia untuk membahas surat lamaran kerja dan curriculum vitae.

Apa Itu Surat Lamaran Kerja?

contoh surat lamaran kerja
Foto: www.rawpixel.com

“Sebenarnya, bedakan antara surat lamaran dengan CV. Karena CV adalah Curriculum Vitae atau riwayat hidup. Nah, surat lamaran itu basically adalah sebuah paragraf yang memberitahu, ‘Halo saya Citra, pengalamannya seperti ini, saya berniat untuk apply di perusahaan bapak’. Jadi itu sebenarnya dua hal yang berbeda menurut saya,” jelasnya.

Citra menambahkan bahwa alasan perusahaan masih membutuhkan surat lamaran atau cover letter adalah untuk mengetahui mengapa job seeker ingin melamar ke perusahaan tersebut. Sementara penggunaan CV diperlukan untuk mengetahui riwayat pelamar secara pengalaman bekerja.

Nantinya kedua hal ini akan mempermudah perusahaan untuk meninjau kembali mana kandidat yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

“Pastinya perusahaan punya requirement, nah kita sebagai kandidat harus me-matching-kan atau menemukan persyaratan yang dibutuhkan oleh si perusahaan tersebut ‘kan, maka dari itu perlu CV. Selain itu, zaman sekarang CV akan di-filter oleh job portal atau sistem apa pun yang digunakan oleh perusahaan,” tambahnya.

Sementara dari segi kandidat, CV dan surat lamaran merupakan panggung untuk menunjukkan siapa sosok dari kandidat ini.

“Kalau sekarang lagi ngehits banget Clubhouse yang perlu menulis background kamu ini siapa. Nah begitupun dengan CV yang merupakan media untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kamu ini siapa,” paparnya.

Apakah Seluruh Perusahaan Membutuhkan Surat Lamaran Kerja?

Foto: www.pexels.com

Umumnya, setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Menurut Citra, dengan menyertakan surat lamaran kerja biasanya perusahaan ingin mengetahui alasan kandidat ingin bekerja, dan bagaimana ketertarikannya untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

“Tapi aku bisa bilang ini mungkin, ya. Kalau sekarang ‘kan modern CV sudah ada profile summary di dalamnya, jadi sebenarnya sudah tidak perlu lagi (surat lamaran kerja). Cover letter itu sudah jarang banget diperdulikan atau dilihat. Biasanya kita langsung melihat CV-nya saja karena sudah ada ringkasan deskripsi dan alasan mengapa kandidat ingin apply ke perusahaan itu,” tuturnya.

Namun perlu dipastikan bahwasanya riwayat hidup yang kamu tulis terdapat penjelasan terkait alasan mengapa kamu ingin melamar di perusahaan tersebut.

Bagaimana Contoh Surat Lamaran Kerja yang Tepat?

Foto: www.rawpixel.com

Biasanya, contoh surat lamaran kerja akan berisikan sebuah paragraf yang telah disusun atau ditulis sesuai dengan pekerjaan yang akan didaftarkan. Di mana nanti paragraf ini akan menyoroti kualitas tertentu yang sesuai dengan peran yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

“Misalnya kamu ingin daftar menjadi social media marketing, berarti di dalam surat lamarannya kamu harus menjelaskan bahwa kamu itu siapa, sekarang bekerja sebagai apa, dan mengapa ingin jadi social media marketing di perusahaan yang sedang kamu apply,” ungkapnya.

Citra menegaskan kembali bahwa surat lamaran ini berlu berisikan paragraf singkat yang ditulis khusus dengan menyoroti kualitas tertentu yang kamu miliki dan sesuai dengan pekerjaan yang dibutuhkan. “Biasanya bahasanya kadang berbeda-beda, ada yang bilang personal summary, surat lamaran, cover letter, tapi intinya itu,” lanjutnya.

Lalu, apa saja hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika menulis surat lamaran kerja?

“Semua hal. Seperti nama title-nya, kapan kamu join dan selesai, itu benar-benar harus apa adanya dan harus sempurna,” jawab Citra.

Selain itu, pastikan alamat dari penerima juga harus sesuai.

“Jadi misalnya, Pak atau Bu, itu jangan sampai salah. Zaman sekarang kan sudah mudah ya untuk riset, bisa ke Google atau LinkedIn. Jadi kalau dari situ sudah salah, yang harusnya Bu Fadhillah jadi Pak Fadhillah misalnya, ya kita (HRD) merasa kamu ngga riset aja, ngga do your job. Terlihat kalau anaknya tidak proactive, nanti kalau di tempat kerja bagaimana,” ungkapnya.

Jika kamu sedikit saja meluangkan waktu untuk mencari tahu siapa yang akan dituju, maka itu akan lebih baik. Hal tersebut akan terasa lebih personal karena “seolah-olah anak ini sudah mencari tahu tentang perusahaannya, sudah kasih effort, boleh lah saya panggil interview dulu. Jadi senang ‘kan kalau dia juga terlihat tertarik,” kata Citra.

Bagaimana Contoh Curriculum Vitae yang Tepat?

contoh surat lamaran kerja
Foto: www.rawpixel.com

Ketika ingin melampirkan daftar riwayat hidup, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. “Pertama personal summary yang berisi nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email. Kemudian latar belakang pendidikan, cukup satu pendidikan terakhir saja. Misalnya S1 atau S2, atau jika lulusan SMA. Jadi TK, SD, SMP itu ngga perlu ditulis,” papar Citra.

“Setelah itu kemudian pengalaman, kalau fresh graduate berarti tulis pengalaman berorganisasi atau kegiatan yang pernah diikuti, kalau yang sudah bekerja berarti menuliskan seluruh pengalaman bekerja. Lalu kemampuan dan yang terakhir ini merupakan sebuah opsi seperti menuliskan hobi,” lanjutnya.

Bagaimana dengan CV Lulusan Baru?

Foto: www.freepik.com

Namun bagaimana dengan fresh graduate yang tidak memiliki pengalaman berorganisasi?

Citra menyarankan untuk menuliskan secara singkat terkait tugas akhir yang telah kerjakan. “Jadi dia bisa menunjukkan selama kuliah ini membuat riset tentang mengapa anak tahun 2000-an main social media TikTok, misalnya. Dengan kualitatif riset, dan hasilnya apa,” jawabnya.

Namun tentunya seseorang yang memiliki pengalaman berorganisasi akan memiliki nilai lebih bagi perusahaan. Karena di dalam sebuah perusahaan tidak akan mungkin ada orang yang bekerja sendiri, melainkan bekerja dalam tim.

Citra menambahkan bahwa sebenarnya ketika perusahaan merekrut lulusan baru, hal ini menjadi risiko tersendiri bagi perusahaan. Karena perusahaan tidak mengetahui apakah kandidat ini dapat bekerja dengan tim atau tidak.

“Tetapi hal yang membuat kita sedikit lebih aman dan nyaman adalah ketika mengetahui anak ini ikut organisasi baik di dalam maupun di luar kampus. Kalau kandidat pernah mengikuti organisasi, maka kita pikir bahwa ia terbiasa bekerja dengan orang banyak dan kemampuan komunikasinya juga lumayan bagus,” jelasnya.

Sementara seseorang yang benar-benar tidak pernah mengikuti kegiatan apapun, biasanya akan membuat perusahaan kesulitan untuk membuatnya bekerja dalam tim. Karena dia tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini menjadi alasan mengapa seseorang yang pernah mengikuti organisasi akan terlihat lebih ‘seksi’.

“Pastinya yang punya pengalaman berorganisasi lebih diutamakan ya, tapi nggak menutup kemungkinan, karena kesempatan terbukanya sama. Namun pasti yang punya organisasi terlihat lebih menarik di CV-nya. Untuk itu perlu dijelaskan di CV. Ada juga misalnya dia orangnya aktif tapi nggak dituliskan di CV, ‘kan kita jadi tidak tahu, ya. Padahal CV itu jendela pertama, panggung untuk memberi tahu siapa sebenarnya kamu,” ujarnya.

Apa Saja Berkas yang Menjadi Pelengkap dari Surat Lamaran Kerja?

contoh surat lamaran kerja
Foto: www.freepik.com

Hal ini tentunya akan bergantung pada ketentuan masing-masing perusahaan. “Biasanya surat lamaran dan CV, namun kalau perusahaan seperti BUMN pasti akan meminta ijazah, KTP, dan dokumen-dokumen pelengkap lainnya,” ucap Citra.

Berkas pelengkap ini tentunya akan menjadi langkah pemeriksaan latar belakang dari kandidat, dan ini pastinya akan berbeda-beda. Terdapat perusahaan yang membutuhkan sertifikat dari universitas, atau surat referensi, bahkan juga slip gaji dari perusahaan sebelumnya. Hal ini untuk memastikan bahwa kandidat memiliki latar belakang yang baik.

“Untuk memastikan bahwasanya ‘oh kandidat ini tidak pernah punya catatan kriminal ‘setelah melihat latar belakangnya. Karena ‘kan agak mengkhawatirkan juga ketika kita merekrut seseorang yang dulu pernah membunuh atau pemerkosa, itu juga harus hati-hati perusahaannya,” tuturnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Citra memberikan sebuah tips untukmu yang ingin mendaftar bekerja.

“Tipsnya Cuma satu, do your research. Sebelum daftar, sebelum interview, sebelum apa pun, do your research. Se-simpel itu tapi dampaknya akan besar kalau kamu melakukannya dengan tepat,” sarannya.

Menurutnya, di Indonesia ini masih menganut konsep ‘yang penting kerja’ bukan berkarier, dan dua hal itu berbeda.  

“Kalau kerja itu kamu memikirkan pokoknya dapat gaji tiap bulan. Namun kalau berkarier itu, you see your self develop every day, growing every day. Bukan yang datang isi absen lalu akhir bulan dapat gaji. Itu hal yang berbeda dengan orang yang memiliki semangat penuh,” paparnya.

Hal ini tentunya akan memengaruhi kualitasnya ketika bekerja. Seseorang yang ingin berkarir akan memiliki rencana untuk beberapa tahun mendatang.

Whenever you want to apply for a job, do the research. Itu penting banget. You need to understand yourself. Kenali dulu diri sendiri, baru cari kerja,” anjurnya.