Anak (Tidak Sengaja) Melihat Orangtua Berhubungan Seks—Apa yang Harus Dilakukan?

orangtua berhubungan intim
Foto: www.gettyimages.com

Suasana mendukung, romantis dan semakin memanas. Tapi, oops, tiba-tiba kenop pintu kamar bergerak, dan hei… kepala si kecil menongol. Ooops. Dan ooops. Dia melihat ibu dan ayahnya sedang beraksi di atas kasur. Malu? Mungkin pengalaman pasangan selebriti ini cukup bisa menggambarkan kepanikan yang dialami. Salah satu pasangan selebriti tadi (untungnya dan hebatnya), langsung merespon dengan, “ibu sedang dikasih nafas bantuan.” Namun, apabila hal yang sama terjadi padamu, apakah kamu bisa sespontan dan selucu itu? Jadi, apa yang sebenarnya bisa dilakukan saat anak melihat orangtua berhubungan intim? LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk mencari bantuan.

Perlukah Membicarakannya kepada Anak?

orangtua berhubungan intim
Foto: www.gettyimages.com

“Malu mungkin adalah reaksi yang wajar, muncul setelah panik tentunya,” jelas Agstried Elisabeth, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog anak dan remaja dari Rumah Dandelion. “Tapi orangtua harus bisa menenangkan diri untuk bisa menenangkan anak atau menjelaskan ke anak,” lanjutnya.

Lalu, apakah butuh diadakan pembicaraan serius, dari hati ke hati dengan anak? Atau, berpura-pura tidak terjadi apa-apa, berlagak tenang seperti timun adalah solusi yang lebih baik?

“Tentu saja perlu dijelaskan,” tegas Agstried yang menjelaskan lewat email. “jika tidak, anak justru akan berasumsi sendiri dengan pemahamannya yang masih terbatas. Anak bisa mengira ayah sedang menyakiti ibu, atau anak bisa mengira hal yang dilakukan ayah dan ibu itu bisa dia lakukan dengan siapa saja,” lanjutnya.

Satu hal yang perlu diingat: berikan penjelasan sesuai usia anak. “Perhatikan usia mereka dan pengetahuan apa yang sudah mereka tahu tentang seks atau hubungan intim.”

Untuk anak balita, misalnya, mungkin tidak membutuhkan penjelasan lengkap. Dan anak SMA, mungkin sudah tahu apa yang sedang kamu lakukan. Sementara dengan anak yang sudah tidak balita, tapi belum mencapai 17 tahun, mungkin kamu perlu berbicara lebih serius.

“Pertama, selalu tanyakan menurut anak apa yang sedang terjadi. Misalnya, ‘Dek, menurut Adek tadi Papa dan Mama sedang apa?’ Lalu jelaskan bahwa Papa Mama sedang berpelukan, dan itu yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah.” Pastinya, kamu tidak perlu menjelaskan secara terlalu detail, tapi meyakinkan anak bahwa apa yang terjadi adalah sesuatu yang normal merupakan hal sangat penting.

Setelah membicarakannya, pastikan anak sudah mengerti dengan apa yang sudah kamu beberkan. Caranya: “Tanyakan pada anak apakah sudah jelas. Apakah masih ada yang mengganjal di hati mereka? Apakah mereka masih bingung?” terang Agstried.

Ini Trik agar Kejadian Sama Tidak Terulang Lagi

Foto: www.gettyimages.com

Dan hei, untuk memastikan momen krik, krik, krik ini tidak terulang lagi, pencegahan adalah solusi yang tepat. Bagaimana caranya? Gunakan metode yang sudah dilakukan orang sejak jaman nenek moyang kita: kunci pintu kamarmu, saran Agstried. Atau, jadwalkan aktivitas seksualmu ketika anak tidak ada di rumah atau sedang tidur nyenyak.

Ohya, kamu tidak perlu malu karena memiliki dan menikmati kehidupan sex yang sehat. Orangtua berhubungan intim dan seks adalah sesuatu yang normal dan natural. Agar lebih mahir lagi menghadapi situasi ooops seperti ini, mungkin cerita pasangan selebriti tadi bisa dijadikan bahan inspirasi.

Itu yang harus kamu lakukan jika si kecil melihat orangtua berhubungan intim. Sementara ini adalah satu pertanyaan yang seharusnya tidak perlu ditanyakan kepada pacarmu.

podcast button