Hanya Ini yang Perlu Dilakukan agar Sukses Wawancara Kerja Lewat Telepon

Foto: www.istockphoto.com

Ada orang yang merinding ketika mendengar “ditelepon” (melirik introver)—apalagi jika dari orang yang tidak dikenal. Tidak hanya itu, yang membuat lebih keder lagi saat harus melewati proses “video call“. Rasanya ingin bersembunyi di bawah meja dan pura-pura sakit. Akan tetapi apa boleh buat, di jaman yang super canggih ini terkadang wawancara kerja dilakukan lewat sambungan telepon. Jadi, mau tidak mau harus mempersiapkan diri, terlebih jika itu adalah tempat kerja impianmu. Agar rasa kedermu tidak tersambungkan melalui jaringan telepon—melainkan rasa percaya diri dan impresi yang baik—berikut tips yang bisa kamu terapkan saat wawancara kerja lewat telepon.

Berlatih 

Foto: www.unsplash.com

Meskipun kamu terbiasa mengobrol di telepon (dengan keluarga, temen, gebetan, sales kartu kredit), berbicara dalam rangka wawancara kerja adalah sesuatu yang berbeda. Untuk mengurangi rasa grogi dan menghindari lidah kelu, cobalah berlatih terlebih dahulu. Manfaatkan teman atau cermin di rumah. Latihlah cara mengatur kalimat, nada suara dan cepat-lambatnya ucapanmu. Jangan lupa rekam dan kemudian dengarkan ulang sesi itu. Yep, tidak banyak orang yang suka mendengarkan suaranya sendiri—tapi kali ini bertahanlah mendengarkannya dari awal sampai akhir dan cari tahu apa yang kamu bisa perbaiki.

Lakukan Riset

Selanjutnya, jangan lupakan untuk melakukan riset (apa pun metode wawancaranya, telepon, video atau langsung). Cari tahu informasi tentang perusahaan tersebut, visi dan misinya, produk, pencapaian dan berita terbarunya.

Fokus dan Kondusif

Foto: www.istockphoto.com

Biasanya perusahaan akan memberikan jadwal wawancara. Dan tak jarang mereka akan bertanya apakah waktu tersebut sesuai dengan kondisimu. Pastikan waktu dan tempat wawancara merupakan saat kamu sedang tenang dan senggang. Ini agar kamu bisa fokus menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Jadi, dengan kata lain hindari membuat kesepakatan wawancara pada jam-jam sibuk, sehingga kamu bisa fokus menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

Pssst… jika sekiranya jika waktu yang ditentukan tidak sesuai, jangan sungkan untuk meminta penjadwalan ulang. Dengan catatan, penjadwalan ulang ini cukup dilakukan hanya satu kali saja.

Pastikan Pulsa/Paket Data Cukup

Untuk yang satu ini, dilarang lupa. Memang sih, pihak pewawancaralah yang menanggung seluruh biaya telepon. Akan tetapi, tidak ada salahnya memastikan pulsamu cukup untuk antisipasi sambungan telepon yang terputus karena masalah tertentu. Jika hal tersebut terjadi, kamu bisa menunjukkan inisiatif dengan menghubungi mereka kembali. Dan jika wawancara melalui video atau WhatsApp, pastikan paket datamu masih banyak serta jaringannya yang kuat. Hal ini untuk mengantisipasi wawancara berlangsung lancar dan tidak ada sesi “halo, halo, bisa dengar ‘kan?” selama 15 menit.

Siapkan Catatan Saat Wawancara

Foto: www.shutterstock.com

Sebelum wawancara, persiapkan alat tulis (kertas catatan, pena) dan berkas-berkas penting untuk membantumu menjawab saat lupa akan sesuatu. Catat informasi penting selama proses wawancara berlangsung, mulai dari nama dan jabatan si pewawancara sampai informasi penting lain tentang perusahaan mereka. Detail ini akan membantu jika kamu dipanggil untuk wawancara langsung.

Pastikan Kamu Berada di dalam Ruangan Tenang

Sebelum jadwal wawancara berlangsung, pastikan kamu berada di ruangan tenang dan jauh dari kebisingan. Jangan panik. Terapkan mantra dan ritual kuno, “tarik nafas panjang dan lepaskan” sebanyak tiga kali setiap kali rasa takut dan gugup menghampiri. Hindari merokok, makan atau mengunyah apa pun saat wawancara. Percayalah, suara kecapan bisa jadi membuat si pewawancara ingin membanting telepon.

Berikan Jawaban Singkat, Padat, dan Jelas

Baik wawancara tatap muka di kantor atau melalui telepon usahakan memberikan jawaban yang singkat, padat dan jelas. Sebaiknya, hindari menjawab pertanyaan dengan terbata-bata. Tidak ada yang salah dengan gumaman “hmm, hmm”, tapi jangan terlalu sering. Kamu akan terlihat tidak serius dan tidak menguasai bidang dan profesi yang sedang kamu incar.

Jangan Mendominasi

Paling penting, ketika wawancara jangan terlalu mendominasi percakapan. Dengarkan si pewawancara dan berikan mereka kesempatan untuk berbicara. Selain itu, hindari menyela pewawancara. Jika kamu tidak yakin apakah mereka sudah selesai berbicara, tunggulah tiga detik sebelum mulai menjawab pertanyaan.

Jadi, sudah siap mengangkat telepon dan mempromosikan diri? Jangan lupa mandi dan berdandan rapi ya, baik saat wawancara telepon atau video, ya. Dan ini yang harus kamu lakukan jika berpikir ingin berganti profesi di usia 30an.

podcast button