Bagaimana Menghadapi KDRT di Periode Sosial Distancing

menghadapi KDRT
Foto: www.gettyimages.com

Sejak pandemik, PBB melaporkan terjadi peningkatan telepon ke saluran bantuan di berbagai dunia. Bahkan mesin Google juga mendeteksi pencarian bantuan terhadap kekerasan dalam rumah tangga juga dalam tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Phumzile Mlambo-Ngcuka, Direktur Eksekutif PBB Perempuan mengatakan bahwa pandemik ini membuat situasi di rumah menjadi lebih tegang karena ada banyak kekhawatiran. Baik khawatir tentang keuangan dan kesehatan. Dan ini bisa meningkatkan isolasi untuk para perempuan yang memiliki pasangan yang melakukan kekerasan. Mlambo-Ngcuka menyebut situasi krisis ini merupakan “a perfect storm for controlling, violent behaviour behind closed doors.”

Menurut Wendy L. Patrick, JD, Ph.D, seorang pengacara yang menangani kasus-kasus KDRT dan kekerasan seksual, “ketika seorang perundung dan korbannya dikarantina bersama, yang perlu dilakukan adalah mengambil langkah untuk mencegah perundungan tersebut,” tulisnya di Psychology Today. Dan ini tindakan pencegahan yang disarankannya dilakukan oleh korban (perempuan atau laki-laki) perundungan.

Susun Skenario Keselamatan Proaktif

Selain kekerasan fisik, salah satu hal yang mungkin dilakukan oleh perundung adalah menutup akses yang berhubungan dengan makanan, obat-obatan dan produk disinfektan seperti hand sanitizer. “Ini merupakan hal yang serius ketika korban adalah ‘karyawan penting’ yang harus bekerja setiap hari, apalagi produk sanitasi langka,” tulisnya. Oleh karena itu untuk tetap bisa mengakses hal penting ini, Patrick menganjurkan untuk menitipkan persediaan alat kesehatan kepada teman atau anggota keluarga.

Singkirkan Peralatan yang Bisa Menjadi Senjata

Perhatikan baik-baik ruangan di rumah dan dapur, apakah ada barang-barang berat atau berbahaya. Jika memungkinkan, simpan barang-barang tersebut. Hal ini termasuk gelas atau pembuka botol dan simpan di tempat yang aman atau lokasi lain yang mungkin sulit dicapai oleh pelaku kekerasan dalam rumah tangga. .

Pastikan Baterai Telepon Genggam Selalu Penuh

“Korban disarankan untuk memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi baterai penuh, bahkan ketika berada di rumah, jikalau seandainya mereka harus menjaga jarak secepat mungkin untuk menghindari perundungan,” jelas Patrick.

Jadwalkan Aktivitas sebagai Pengalih Perhatian

Bahkan meski di saat seperti ini di mana mungkin kamu membatasi tamu, tetap saja ketika mereka mampir dan hanya berbicara lewat pintu—ini bisa mejadi pengalih perhatian mereka. Satu hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat teman atau anggota keluarga lain datang dan “menciptakan distraksi”: ciptakan kode sederhana yang bisa dimengerti oleh mereka.

Hubungi Saluran Pembantu

Nomor-nomor telepon yang bisa dihubungi saat KDRT terjadi sebaiknya disimpan di dalam telepon pribadi dan disimpan di tempat yang aman.

“Sementara bagian kita adalah memastikan tetap berhubungan dengan teman terutama mereka yang rentan, untuk memberikan bantuan saat dibutuhkan. Usaha bersama untuk mendukung satu sama lain akan memastikan kita dan semua orang terekat bisa melalui saat sulit ini dalam keadaan sehat dan aman,” anjurnya.

Selanjutnya: konflik pernikahan biasa atau KDRT? Ini cara membedakannya.