Terapkan 3 Trik Psikologis Ini agar Kamu Lebih Rajin Menabung

Foto: www.shutterstock.com

Menabung itu harus. Teorinya begitu, tapi kenyataannya… huh… hanya bank yang tahu betapa mengenaskan kondisi rekening tabungan kita sekarang ini. Niat menabung sih ada, tapi realisasinya masih minim. Jadi, apa yang bisa dilakukan agar niat menjadi aksi?

“Faktor lingkungan itu sangat penting,” Wendy De La Rosa, Co-Founder Common Cents Lab, Behavioral Scientist di Stanford serta pernah masuk ke daftar “Forbes 30 Under 30 Finance“, berbicara di Ted Talk.

Kesimpulan ini didapatnya setelah melakukan sebuah penelitian yang membagi respondennya ke dalam dua kelompok. Kepada kelompok pertama penghasilan mereka diberi tahu setiap bulan, sedangkan kedua setiap minggu minggu. Di luar dugaan dari kedua kelompok tersebut, kelompok yang diperlihatkan gaji per minggulah yang lebih rajin menabung. Berdasarkan eksperimen tersebut, De La Raso memberikan tiga trik psikologis ini supaya kamu lebih rajin menabung:

Miliki komitmen terhadap “dirimu di masa yang akan datang”

Misalkan bahkan sebelum gaji bulanan diterima, berkomitmenlah bahwa kamu akan menabung sekitar X persen. Memang tidak mudah. Oleh karenanya manfaatkan teknologi, misalkan gunakan fitur bank yang memungkinkan auto debet setiap bulan atau aplikasi yang bisa membantu memutuskan berapa banyak tabungan yang harus disetor bulan itu sebelum gaji diterima. Apa pun itu, yang paling penting adalah, “sistemnya harus mengikat,” De La Rosa mengingatkan.

Manfaatkan momen-momen transisi

Jika dalam beberapa hari umur akan bertambah satu tahun, De La Rosa menyarankan untuk menggunakan momen tersebut untuk berkomitmen. “Dalam dunia psikologi kita menyebut ini, ‘fresh start effect‘. Entah itu tahun baru atau musim baru, biasanya motivasimu akan meningkat,” jelasnya. Motivasi untuk hidup lebih sehat, memiliki warna rambut baru, pasangan baru, sampai rekening tabungan yang lebih stabil.

Kendalikan pengeluaran kecil tapi sering

De La Rosa bercerita bahwa dari beberapa penelitian yang dilakukannya terlahir sebuah kesimpulan: sebagian orang merasakan penyesalan keuangan terdalam setelah… (ayo, tebak!) makan di luar. Termasuk, yah itu… segelas kopi dari coffee shop Instagrammable dan hits yang ada di depanmu saat ini. Ooops. “Pengeluaran terus bertambah sehingga mengurangi kemampuan kita untuk menabung,” ujarnya. Jadi apa yang bisa dilakukan? Batasi dan kendalikan diri. Bila perlu buat jatah per bulan. Misalkan, jatah capuccino Starbucks hanya tiga gelas dalam sebulan. Jika pengin bingits, seruput dari gelas teman. Atau kunjungi sebuah supermarket yang rasa capuccinonya mirip tapi harga miring.