Apa Vitamin Penambah Berat Badan yang Aman Dikonsumsi? Ini Saran Ahli Gizi

vitamin penambah berat badan
Foto: www.unsplash.com

Memiliki tubuh yang kurus ternyata juga dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri. Oleh karena itu, beberapa orang berusaha untuk menaikkan berat badan, agar nantinya tubuh terlihat lebih menarik. Namun pertanyaannya, apa saja vitamin penambah berat badan yang perlu dikonsumsi?

Simak penjelasan dari Umi Faza Rokhmah, S.Gz, M.Si, seorang Ahli Gizi, yang akan menjelaskan terkait vitamin penambah berat badan dan tips untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.

Mengapa Seseorang Memiliki Berat Badan yang Rendah?

vitamin penambah berat badan
Foto: www.canva.com

Sesungguhnya, berat badan adalah gambaran dari jumlah protein, lemak, air, dan mineral yang terdapat di dalam tubuh seseorang. “Berat badan ini ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah faktor genetik, asupan makanan dan obat-obatan, kondisi psikologis, aktivitas fisik dan status kesehatan,” paparnya.

Terkadang, berat badan juga menjadi salah satu parameter yang sering digunakan untuk menentukan status gizi seseorang.

“Sebab, berat badan cepat berubah sesuai dengan perubahan kondisi tubuh seseorang. Status gizi ini merupakan kondisi yang menggambarkan keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme dan aktivitas fisik,” lanjutnya.

Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda dengan orang lain. Hal ini akan bergantung pada usia orang tersebut, jenis kelamin, aktivitas tubuh dalam sehari, berat badan, dan lainnya.

“Seseorang yang mengalami status gizi kurang dapat ditandai dengan berat badan yang rendah atau kurus. Hal ini diakibatkan karena asupan zat gizi dari makanan yang belum memenuhi kebutuhan gizinya,” ungkap Umi Faza.

Misalnya seseorang yang asupan karbohidratnya kurang dibandingkan dengan kebutuhan tubuhnya, maka cadangan lemak akan diproses melalui proses katabolisme menjadi glukosa darah, kemudian menjadi energi tubuh.

“Oleh sebab itu, berat badan akan menurun karena cadangan lemak tubuh semakin berkurang. Sebaliknya apabila asupan gizi berlebih dibandingkan dengan kebutuhan gizinya, maka akan disimpan sebagai cadangan lemak dalam jaringan adipose tubuh,” jelasnya.

Kondisi sakit, stres, dan aktivitas fisik yang berlebihan atau berat badan juga akan meningkatkan risiko penurunan berat badan. Karena pada kondisi-kondisi tersebut, tubuh membutuhkan zat gizi yang jauh lebih tinggi.

Bagaimana Tanda-tanda Tubuh yang Kurus?

terlalu kurus
Foto: www.freepik.com

Menurut Umi Faza, tubuh yang kurus merupakan salah satu tanda dari kekurangan gizi.

“Orang yang kurus memiliki massa otot dan massa lemak tubuh yang rendah. Tubuh yang terlalu kurus biasanya juga dapat terlihat dari tulang atau sendi yang menonjol, baik di area wajah maupun tubuh,” katanya.

“Status gizi dapat dinilai melalui beberapa metode pengukuran, salah satunya adalah indeks massa tubuh (IMT). IMT merupakan parameter antopometri yang sering kali digunakan untuk menentukan status gizi, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan,” terang ahli gizi ini.

“IMT diukur dengan cara membandingkan berat badan dengan tinggi badan (IMT= BB/TB2). Tanda-tanda tubuh yang kurus (gizi kurang) diketahui dengan nilai IMT kurang dari 17,5. Seseorang dikatakan memiliki status gizi normal apabila nilai IMT berkisar antara 22,9,” jelasnya.

“Akan tetapi, IMT tidak dapat diterapkan pada kelompok umur yang masih tumbuh, yaitu bayi, anak, remaja, dan kelompok khusus seperti ibu hamil yang mengalami penambahan berat badan ketika hamil, serta olahragawan yang sebagian besar terdiri dari otot. Juga tidak dapat diterapkan pada keadaan khusus (penyakit) seperti oedem, asites, dan hepatomegali,” lanjutnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Berat Badan yang Ideal?

vitamin penambah berat badan ideal
Foto: www.freepik.com

Berat badan ideal merupakan berat badan yang dapat mempertahankan kesehatan dan kondisi fisik yang prima. Menurut Umi, “menjaga berat badan ideal ini perlu diupayakan untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit,” ujarnya.

“Cara mengetahui berat badan ideal dapat diketahui dengan menghitung berat badan dengan beberapa rumus, di antaranya menggunakan rumus Broca seperti di ini. Yakni: BB ideal laki-laki = (tinggi badan – 100) – [10% (tinggi badan – 100)]. Sementara untuk menghitung BB ideal wanita adalah (tinggi badan – 100) – [15% (tinggi badan – 100],” contohnya.

Misalkan seorang wanita memiliki tinggi badan 160 cm, maka berat badan yang seharusnya ia miliki adalah (160-100) – [15% (160-100)] = 60 – 9 = 51 kg.

Berat badan yang terlalu kurus atau dalam status gizi kurang, akan menimbulkan beberapa risiko di antaranya:

  • Gangguan pertumbuhan
  • Penurunan imunitas atau sistem kekebalan,
  • Masalah kesuburan dan gangguan menstruasi
  • Produktivitas yang lebih rendah
  • Menurunkan konsentrasi
  • Anemia
  • Kesembuhan yang lebih lama jika sakit

Bagaimana Cara Menambah Berat Badan?

Bagaimana Cara Menambah Berat Badan
Foto: www.freepik.com

Untuk penambahan berat badan yang normal dan sehat, dapat dilakukan dengan metode diet yang sesuai. “Diet tidak hanya diperuntukkan bagi yang ingin menurunkan berat badan saja. Namun juga bisa digunakan oleh seseorang yang ingin menaikkan berat badan,” terang Umi Faza.

Sebab, definisi diet yang sebenarnya adalah metode pengaturan asupan makanan.

“Untuk menambah berat badan, seseorang harus meningkatkan asupan kalori. Pastinya dengan menambah porsi zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak,” paparnya.

Umi Faza menyarankan untuk memilih sumber makanan padat kalori yang menyehatkan, sesuai dengan porsi dan jadwal makannya. “Pangan sumber karbohidrat yang direkomendasikan adalah pangan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi, umbi-umbian, dan sereal,” anjurnya.

“Hal ini lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi makanan tinggi gula sederhana (glukosa dan sukrosa) seperti gula pasir, minuman manis, fast food, kue, dan lainnya. Makanan tinggi gula sederhana yang dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan peningkatan gula darah yang cepat. Sehingga meningkatkan risiko resistensi insulin bahkan diabetes melitus,” jelas Ahli Gizi ini.

Selain itu, untuk meningkatkan berat badan dianjurkan untuk memilih sumber lemak yang baik dan selalu memperhatikan komposisi lemak.

“Sebaiknya perlu dibatasi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh terlalu tinggi dan trans-fat. Lemak baik dapat diperoleh dari minyak kelapa, olive oil, kacang-kacangan, ikan, alpukat, dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara untuk sumber protein, pilihlah yang berkualitas baik dari produk hewani maupun nabati.

“Protein dapat membantu meningkatkan massa otot hingga meningkatkan berat badan. Pangan yang mengandung kualitas protein yang baik adalah daging, ikan, telur, susu dan dairy foods, kacang-kacangan, dan tempe serta tahu,” tuturnya.

Apa Saja Vitamin Penambah Berat Badan?

Apa Saja Vitamin Penambah Berat Badan
Foto: www.freepik.com

Selain dipengaruhi oleh asupan zat gizi makro yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak, hal ini juga harus didukung oleh zat gizi mikro yakni vitamin dan mineral yang berasal dari makanan serta minuman.

“Akan tetapi, beberapa kondisi tertentu menyebabkan seseorang memutuskan untuk menggunakan suplemen yang mengandung peptida, asam amino, asam lemak, vitamin, dan mineral tertentu untuk meningkatkan berat badan,” ujarnya.

Menurut Umi Faza, vitamin penambah berat badan dan suplemen yang umumnya ditemui di pasaran, terdiri dari vitamin B kompleks, vitamin D, vitamin A, protein whey, keratin, kalsium, zinc, dan tembaga.

“Suplemen-suplemen ini juga dapat dibuat dari tanaman tertentu yang mengandung komponen herbal, seperti kurkumin,” ungkapnya.

“Tujuan dari pemberian suplemen-suplemen ini secara langsung adalah untuk meningkatkan massa otot dan lemak, memperbaiki metabolisme dan pemanfaatan zat gizi, atau secara tidak langsung dengan cara meningkatkan nafsu makan melalui mekanisme biologis yang melibatkan hormon, neurotransmitter, dan metabolit lainnya,” terang Ahli Gizi ini.

Obat-obatan yang mengandung steroid dan senyawa tertentu juga dapat memberikan efek gemuk instan atau terlihat gemuk.

“Hal ini dikarenakan memiliki efek menahan air dalam tubuh atau memengaruhi metabolisme lemak dan distribusinya. Sehingga memperlihatkan wajah tampak membulat (moon face) dan pembesaran di area perut dan bahu,” lanjutnya.

“Beberapa riset masih memperdebatkan efektivitas dari suplemen atau obat-obatan dalam meningkatkan berat badan. Bahkan beberapa di antaranya baru diteliti pada level hewan percobaan atau in vivo. Prinsip kehati-hatian pun sangat diperlukan untuk menghindari efek kesehatan yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Perlukah Berkonsultasi dengan Dokter Terkait Vitamin Penambah Berat Badan?

Berkonsultasi dengan Dokter Terkait Vitamin Penambah Berat Badan
Foto: www.freepik.com

Karena khawatir mendatangkan efek samping, maka perlukah kita berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan vitamin penambah berat badan yang tepat?

“Penggunaan suplemen atau vitamin dengan tujuan spesifik perlu dikonsultasikan dengan tenaga medis, baik dokter maupun ahli gizi. Karena penggunaannya membutuhkan pengawasan dan rekomendasi dosis. Supaya peningkatan berat badan dapat dilakukan secara aman,” jawab Umi Faza.

Selain itu, “masing-masing suplemen juga memiliki efek samping tertentu. Sehingga tidak sembarangan dikonsumsi oleh semua orang secara bebas,” tambahnya.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Ingin Menambah Berat Badan?

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Saat Ingin Menambah Berat Badan
Foto: www.freepik.com

Umi Faza menegaskan bahwa “peningkatan berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas diet saja. Akan tetapi perhatikan juga kualitas istirahat, aktivitas fisik, kondisi psikologis, serta status kesehatan fisik dan penyakit,” ujarnya.

“Hindarilah kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Sebab hal tersebut dapat memengaruhi penyerapan dan penggunaan zat gizi. Oleh karena itu, perlu dilakukan untuk kombinasi perilaku diet sehat, sehingga dapat mengoptimalkan upaya penambahan berat badan,” lanjutnya.

Apabila berat badan masih belum mengalami peningkatan, “segera lakukan cek kesehatan dan hormon. Karena dikhawatirkan memiliki kondisi tertentu seperti hipertiroid, diabetes, gangguan pencernaan, dan penyerapan makanan seperti menderita Crohn disease, celiac disease, dan ulserasi lambung,” tuturnya.

Sementara untuk menjaga berat badan agar tetap stabil, maka perlu “memastikan asupan makanannya telah sehat, mengonsumsi camilan yang bergizi, dan memerhatikan waktu makan. Selain itu juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga, tidur cukup, menjauhi stres, dan berpikir positif,” saran Ahli gizi ini.

Jangan lupa periksakan diri apabila mengalami sakit atau infeksi tertentu, supaya tidak terjadi penurunan berat badan yang terlalu ekstrem.

Kesimpulan

Kesimpulan vitamin penambah berat badan
Foto: www.xframe.io

Mengonsumsi vitamin penambah berat badan atau suplemen maupun produk herbal tertentu sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan ahlinya. “Gunakan dengan bijak karena kesehatan adalah hal yang paling utama,” pesan Umi Faza.

“Selain itu, penentuan diagnosis status gizi juga lebih baik dilakukan oleh tenaga medis baik dokter maupun ahli gizi. Sebab sering kali seseorang menganggap berat badannya terlalu kurus atau terlalu gemuk, padahal mungkin apabila dievaluasi ternyata berat badannya tergolong normal atau baik, sehingga tidak memerlukan konsumsi suplemen-suplemen secara khusus,” tutupnya.