Bagaimana Cara agar Bisa Berpikir Positif, Terutama di Situasi Sulit?

berpikir positif
Foto: www.freepik.com

Berpikir positif memang menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, terlebih ketika seseorang dihadapkan dengan sebuah masalah. Alih-alih positive thinking, kebanyakan orang justru menjadi overthinking. Padahal, menjaga pikiran agar selalu berpikir dengan sudut pandang yang baik adalah hal penting. Selain itu, memiliki pikiran yang positif juga dapat memberikan dampak yang baik bagi tubuh.

Untuk mengetahui kelanjutan tentang bagaimana agar bisa berpikir positif, LIMONE menghubungi Mustika Permatahati, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog anak, remaja, dan dewasa dari AMG Clinic Jakarta.

Apa Itu Berpikir Positif?

berpikir positif
Foto: www.unsplash.com

Menurut Limbert, berpikir positif mempunyai peran yang dapat membuat individu menerima situasi yang tengah dihadapi secara lebih positif. Selain itu, seseorang yang mampu untuk berpikir positif, ia akan mengelola stresnya dengan baik sehingga mampu untuk tetap merasa nyama. Meskipun sedang dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan,” jelasnya.

Menurut Mustika, positive thinking dapat membuat tubuh menjadi lebih tenang atau relaks. Memiliki pikiran yang tidak negatif juga dibutuhkan dalam setiap keadaan yang diduga dapat menjadi pemicu individu merasakan stres. Ketika terbiasa untuk berpikir secara positif dalam keadaan yang tidak menguntungkan, maka kita dapat mencoba untuk melihat segala sesuatu atau permasalahan dalam berbagai perspektif sehingga dapat cenderung netral dalam menilai sesuatu.

“Melalui hal ini diharapkan kita akan tetap bisa meng-handle pikiran kita sehingga tidak menyebabkan stres, pesimis, atau merasakan emosi-emosi negatif lainnya yang didapatkan dari situasi yang menekan,” tambahnya.

Apa Faktor yang Dapat Memengaruhi Kita Untuk Berpikir Positif?

berpikir positif
Foto: www.unsplash.com

Mustika menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi individu untuk berpikir lebih optimis, di antaranya adalah:

Baca Juga :  Ibu yang Dilantarkan Saat Kecil Memengaruhi Perkembangan Otak Anaknya

Harapan positif

Seseorang akan berpikir secara positif ketika memiliki harapan, seperti harapan untuk sukses, harapan untuk percaya dan yakin. Plus, harapan mengenai cita-cita, harapan mengenai karir dan pencapaian, harapan mengenai cinta, atau harapan-harapan baik lainnya yang diharapkan oleh individu tersebut.

Afirmasi

Faktor kedua adalah afirmasi yang merupakan suatu teknik yang dapat memperkuat pikiran alam bawah sadar seseorang. Jika individu terus melakukan afirmasi positif pada dirinya atau menyampaikan hal-hal positif dalam diri, maka pikiran alam bawah sadar akan terbiasa oleh afirmasi positif tersebut.

“Setelah kita benar-benar percaya dan yakin akan hal-hal positif tersebut, maka kemudian pikiran sadar kita akan mengubahnya menjadi tindakan positif yang nyata,” tuturnya.

Pernyataan tidak menilai

Pola positive thinking dapat dipengaruhi ketika seseorang mampu menerima kenyataan yang ada. Hal ini dapat ditandai dengan menjadi tidak kaku dan fanatik ketika dalam berpendapat.

Penyesuaian kenyataan

Faktor keempat adalah mampu menyesuaikan diri terhadap kenyataan dengan menganggap bahwa sebuah masalah merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi. “Ia akan merasakan masalah sebagai proses untuk dijalani dan dihadapi,” ujarnya.

Bagaimana Cara Untuk Berpikir Positif?

Foto: www.pexels.com

Berpikir secara positif memang perlu dilakukan, menurut Mustika hal ini dapat diterapkan dengan cara berikut:

  • Bersyukur atau mensyukuri hal-hal kecil yang kita miliki
  • Self talk atau berbicara pada diri sendiri
  • Melihat segala sesuatu dari sisi baik
  • Optimis
  • Memiliki tujuan atau masa depan yang positif
  • Mampu mengarahkan pikiran pada hal-hal baik
  • Berada di lingkungan orang-orang yang positif
  • Fokuskan pikiran pada solusi dibanding memikirkan masalah

Ketika terbiasa untuk memikirkan sesuatu dengan melihat hal yang baik, maka secara tidak langsung akan memberikan dampak baik bagi kehidupan. Untuk itu sangat dianjurkan untuk menjaga pikiran agar selalu melihat dari sisi baik.

Baca Juga :  Ingin Lebih Bahagia di 2021? Pastikan Tiga Hal Ini Masuk ke dalam Resolusi Tahun Barumu

“Dampaknya adalah kita menjadi lebih optimis, tidak menilai bahwa masalah muncul untuk menjatuhkan, mampu mengatasi stres ketika dihadapkan pada masalah yang menyulitkan. Serta mampu menjauhkan diri dari penyesalan, frustrasi, mengasihani diri, dan menyalahkan diri,” ungkapnya.

Selain itu, positive thinking juga akan membuat seseorang mampu menerima masalah kemudian berusaha untuk menghadapinya, serta menyadari bahwa masalah merupakan sebuah proses yang harus dijalani. Seseorang juga akan selalu mensyukuri setiap hal yang hadir di dalam hidupnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Positive thinking akan menjadikan seseorang lebih optimis dan lebih ringan dalam menikmati hidup. “Kita berusaha membuat diri menjadi nyaman dalam setiap kondisi. Karena kita menyadari bahwa ada hal-hal di luar diri kita yang tidak bisa kita kendalikan seperti ucapan, pendapat, dan persepsi orang lain mengenai kita atau hal-hal tertentu yang pastinya akan memengaruhi kita,” paparnya.

Mustika juga menambahkan bahwa dengan memilih untuk tetap menjaga pikiran supaya tidak terkontaminasi oleh hal-hal negatif yang berada di luar diri seseorang, maka akan membuat seseorang mendapatkan kenyamanan dan ketenangan untuk dirinya tanpa terpengaruh dari lingkungan.

Ia juga menyarankan untuk selalu fokus pada hal-hal positif yang telah dimiliki dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. “Fokus pada potensi-potensi yang bisa dikembangkan, menyadari sisi kelemahan kita, dan menerimanya menjadi bagian dari diri kita. Serta selalu lawan pikiran-pikiran negatif yang muncul untuk menjatuhkan kita,” sarannya.

Selanjutnya: Bagaimana Menghadapi Anak yang Selalu Negative Thinking