Bagaimana Cara Menumbuhkan Integritas Diri? Ini Tips Dari Psikolog

integritas
Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu sering mendengar kata integritas. Tak jarang, hal tersebut juga menjadi salah satu cara untuk menilai seseorang. Lantas, bagaimana cara untuk memiliki sikap tersebut dan apa manfaatnya bagi kehidupan?

Simak penjelasan dari Sania Meidiana., M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog klinis dari UKP UGM, Radian Mind and Body Development, Teman Bincang, dan Sejiwa, yang akan memberikan tips untuk menumbuhkan integritas dari dalam diri.

Apa Itu Integritas?

integritas
Foto: www.canva.com

Menurut Sania, “integritas adalah suatu konstruk psikologis yang dapat dilihat dari keberfungsian kepribadian seseorang secara maksimal. Hal ini didukung oleh kemampuan kognitif dan afektif. Integritas diri ini sebetulnya lebih kepada penilaian orang lain terhadap diri kita karena orang lain melihat kekonsistenan diri kita dari sikap, tindakan, perkataan secara terus-menerus,” jelasnya.

Hal ini dapat dilihat dari adanya keteguhan prinsip, kejujuran, kebaikan, dan amanah. Serta tanggung jawab, kedewasaan, sopan, kemauan bersikap baik, dan sebagainya.

“Integritas diri terbentuk dari keterpaduan berbagai unsur atau dimensi dasar yang dimiliki manusia, baik itu fisik, sosial, dan mental-spiritual. Dapat diartikan, individu yang berintegritas adalah orang yang hidup sejalan dengan nilai-nilai yang dianutnya,” lanjutnya.

Terdapat beberapa ciri-ciri orang dengan integritas seperti “mereka menjunjung tinggi kejujuran, perbuatan, dan perkataannya. Kemudian patuh pada aturan atau norma. Lalu seseorang akan berlaku secara transparan yang artinya sikap dan perilaku yang ia tunjukkan akan sesuai dengan yang sebenarnya ia rasakan,” ujarnya.

Ia juga akan “secara objektif dalam melihat sesuatu hal, bersikap konsisten, dan berpegang teguh pada apa yang mereka yakini baik dalam bekerja, menjalankan perintah agama, dan lain sebagainya. Terakhir, memiliki komitmen tinggi pada tanggung jawab yang dipegang,” tambahnya.

Adakah Kaitannya dengan Komitmen?

integritas
Foto: www.canva.com

Psikolog klinis ini menuturkan bahwa sikap ini berkaitan dengan komitmen. “Karena integritas sendiri adalah bentuk dari komitmen, kejujuran, dan konsistensi. Komitmen adalah sesuatu komponen dalam integritas,” katanya.

Integritas sendiri memiliki tiga jenis atau versi yakni:

  • morally good yang mana berfokus pada perilaku yang baik dan konsisten,
  • standing for something yaitu karena adanya komitmen yang bertujuan untuk mendapatkan “pengakuan identitas” diri dari orang lain,
  • moral competence yang berfokus pada kapasitas diri.

Sementara komitmen sendiri adalah hal yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi suatu tujuan. “Misalnya ‘Aku merasa senang, terpacu, dan berkembang bekerja sebagai seorang praktisi, aku akan senang apabila bekerja sebagai praktisi, maka aku adalah praktisi’,” ungkapnya.

“Contoh tersebut menjelaskan bahwa ketika seseorang berkomitmen untuk senang apabila dirinya menjadi seorang praktisi, maka ia akan melakukan hal dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuannya menjadi seorang praktisi. Seorang praktisi yang ‘dilihat’ sekitarnya adalah juga merupakan bentuk pengakuan yang diberikan orang lain terhadap dirinya,” terang Sania.

Perlukah Kita Berintegritas?

Foto: www.freepik.com

“Perlu. Integritas dibutuhkan oleh siapa saja. Ketika sedang melakukan sesuatu di bawah bimbingan atau mungkin seorang pimpinan, individu pasti berharap memiliki pemimpin yang berintegritas. Karena ia percaya bahwa dirinya pasti akan dibimbing dengan baik, diperhatikan, dan tumbuh rasa percaya,” paparnya.

Begitu juga dengan mereka yang bekerja pada level atas atau pembimbing, pasti butuh seseorang yang berintegritas untuk memajukan tujuan bersama.

“Ketika memiliki sikap tersebut dalam diri, kita akan mendapatkan manfaat berupa perasaan memiliki fisik yang sehat, bugar, dan bersemangat. Kemudian dapat memaksimalkan fungsi kognitif dan tidak mudah berpikir gegabah,” tutur Sania.

Kita juga akan selalu “merasa termotivasi dan fleksibel pada situasi apa pun. Mampu memaknai semua pengalaman yang dihadapi, mampu melihat dan memaknai proses kehidupan secara menyeluruh, memiliki kemampuan membangun hubungan sosial. Dan mampu mengembangkan sikap bijaksana dalam menanggapi suatu permasalahan,” lanjutnya,

Bagaimana jika tidak memiliki integritas diri?

“Apabila seseorang tidak memiliki integritas yang baik, kemungkinan ada aspek atau dimensi kehidupan yang tidak bersinergi dengan baik atau tidak berkembang dengan baik,” katanya.

Kabar baiknya ini merupakan sesuatu yang bisa dikembangkan, meski memang butuh usaha dan waktu.

Untuk mencapai kondisi ‘berintegritas’, maka “seseorang harus melakukan sesuatu agar dapat meningkatkan aspek dalam dirinya secara berulang-ulang dan terus-menerus. Sehingga apabila ia tidak mengembangkan atau melatihnya, maka hal tersebut bisa saja menyebabkan seseorang tidak memiliki integritas yang baik,” ungkapnya.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Integritas Dalam Diri?

Foto: www.canva.com

Untuk menumbuhkan integritas dalam diri yang baik, dianjurkan agar kita tidak meremehkan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup. “Kita sebaiknya peduli dan menyadari bahwa hal kecil itu penting karena integritas dapat dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil,” terangnya. 

Yang kedua, “sebaiknya kita berlatih untuk menemukan hal yang benar. Maksudnya merujuk pada pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah,” ujarnya.

“Dengan berlatih untuk melihat suatu permasalahan secara dalam dan terbiasa kritis dalam menilai, maka dalam bertindak pun kita tidak akan sembarangan tanpa didahului pertimbangan luas dan dalam,” imbuhnya.

“Selanjutnya selalu berusaha untuk bertanggung jawab, membudayakan kepercayaan (membawa diri terlihat sebagai orang yang bisa dipercaya), serta berlatih untuk terus menepati janji. Kemudian mau peduli pada sekitar dengan mengutamakan dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,” sarannya.

Kemudian cobalah untuk berlatih jujur dan rendah hati. Serta “bertindak seperti sedang diawasi (kontrol diri dalam bertindak). Tidak hanya diawasi orang lain tetapi juga batinnya sendiri dan juga Tuhan. Terakhir, berusaha selalu konsisten,” pesannya.

Bisakah Integritas Dalam Diri Menghilang?

Foto: www.canva.com

Sania kembali menjelaskan bahwa sesungguhnya “integritas merupakan sesuatu yang dapat diolah atau dikembangkan. Sehingga ketika sesuatu menimpa dan mempengaruhi integritas seseorang, pasti perubahannya tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

“Integritas yang baik perlu usaha untuk ditumbuhkan melalui kesengajaan dan pola yang terus-menerus. Ketika terjadi sesuatu yang mungkin mengancam integritas, maka hal tersebut mungkin akan mengalami penurunan standar integritas. Tetapi tidak sampai pada titik terendah,” katanya.

Terdapat faktor yang dapat memengaruhi hilangnya integritas seseorang, yakni apabila ia “sudah tidak pernah berlatih melakukan hal tersebut. Serta ketika seseorang memiliki pandangan atau nilai lain yang dipegang sehingga melepaskan nilai awal yang ia yakini,” ucapnya.

Kesimpulan

integritas
Foto: www.canva.com

Semua orang berkesempatan untuk memiliki sebuah integritas pada ranah apa pun di hidupnya. “Ketika sudah mengetahui pentingnya suatu integritas yang merupakan hal baik, maka kita bisa mulai berlatih meningkatkan hal tersebut secepatnya,” pesan Sania.

Psikolog Klinis ini memaparkan bahwa untuk mempertahankan integritas dalam diri maka perlu melakukan rutinitas yang membentuk integritas.

“Membiasakan diri untuk meyakini nilai yang benar dan konsisten melakukan hal yang selaras. Berlatih jujur, teguh, kontrol diri, agar sesuai dengan tujuan hidup dan standar moral yang dimiliki. Serta mempunyai kepercayaan bahwa individu mampu berperilaku sesuai nilai dan moral yang diyakini,” paparnya.