Ibu yang Dilantarkan Saat Kecil Memengaruhi Perkembangan Otak Anaknya

penelantaran emosional
Foto: www.freepik.com

Sebuah studi baru memperlihatkan bahwa pengalaman kecil ibu memengaruhi anaknya. Yakni, bayi yang ibunya mengalami penelantaran emosional saat kecil menunjukkan sirkut otak yang berubah yang berkaitan dengan rasa takut dan cemas yang berlebih.

Studi ini terbit di Biological Psychiatry: Cognitive Neuroscience and Neuroimaging, dipublikasikan oleh Elsevier.

Para psikolog dari Emory University melibatkan 48 ibu-anak kulit hitam dan memulai studi ini dari trimester pertama kehamilan. Para peneliti memberikan kuesioner untuk menilai trauma masa kecil (abuse atau ditelantarkan). Selain itu, para ilmuwan juga mengevaluasi level stres, rasa cemas dan depresi sebelum hamil. Satu bulan setelah lahir, bayi menjalani brain scan menggunakan teknologi non-invasif yang bisa digunakan saat mereka tidur.

Dalam studi ini, para peneliti fokus pada hubungan antara amigdala, yang memproses ketakutan, dan dua area lainnya: prefrontal cortex dan anterior cingulate cortex. Kedua wilayah ini berperan penting dalam meregulasi emosi. Uniknya, bayi yang ibunya ditelantarkan secara emosi saat kecil, memiliki fungsi koneksi yang lebih kuat antara amigdala dan wilayah kortikal.

Sementara setelah mengontrol level stres yang sedang berlangsung, para peneliti menemukan bahwa semakin ditelantarkan secara emosi seorang ibu saat masih kecil, koneksi amigdala bayinya dengan wilayah frontal cortical semakin kuat. Di sisi lain, abuse atau penelantaran fisik pada ibu tidak menghasilkan koneksi yang lebih kuat. Ini artinya, penelantaran emosional saat masih kecil memiliki efek antargenerasi pada struktur dan fungsi otak.

“Hasil ini memperlihaatkan bahwa perkembangan otak kita tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang terjadi di dalam hidup kita sendiri, tapi hal-hal yang terjadi pada orang tua bahkan sebelum hamil,” kata Cassandra Hendrix, PhD, penulis utama studi ini.

Penjelasan mengapa koneksi lebih kuat ini terjadi belum jelas. Namun Dr. Hendrix mengatakan bahwa ini bisa jadi sebuah mekanisme yang membuat bayi bisa mendeteksi bahaya atau ancaman bahkan sebelum lahir.

Selanjutnya: Bagaimana broken home memengaruhi tumbuh kembang dan perilaku anak? Berikut penjelasan seorang psikolog anak.