Bagaimana Cara Mencegah Kebiasaan Overthinking?

overthinking
Foto: www.gettyimages.com

Apakah kamu termasuk orang yang memikirkan hampir segala sesuatu secara berlebihan, bahkan hingga menghabiskan waktu yang ujungnya membuat kamu semakin stres? Bahkan mungkin sulit tidur karenanya. Kemungkinan yang kamu lakukan adalah overthinking.

Bagaimana mengendalikan kebiasaan ini? LIMONE menghubungi Wangsa Ayu Vidya Loka, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis. 

Apa Itu Overthinking?

overthinking
Foto: www.freepik.com

Sebentar, tapi apa itu overthinking?

Overthinking adalah istilah yang merujuk pada kondisi saat seseorang memikirkan banyak hal (tema) baik dalam bentuk tema yang berbeda atau tema yang berkelanjutan dalam waktu yang bersamaan,” jelas Vidya kepada LIMONE.

Selain itu Vidya juga menambahkan bahwa istilah tersebut digambarkan sebagai situasi negatif, yang mana dapat menyebabkan seseorang tidak mampu mengendalikan pikiran-pikirannya sehingga kualitas hidupnya  akan menurun. 

Lantas jika sering merasa cemas, apakah artinya berpikir seperti itu merupakan bagian dari anxiety?

Overthinking adalah salah satu manifestasi perilaku dari kecemasan. Namun kecemasan tidak selalu ditandai dengan overthinking.” ungkap Vidya

Apa Penyebab Overthinking?

overthinking
Foto: www.freepik.com

Ternyata kecemasan bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab pola berpikir seperti ini, karena kenyataannya terdapat beragam faktor penyebab kamu mengalami overthinking.

Menurut Vidya ada beberapa yang menyebabkan seseorang overthinking, di antaranya adalah:

Minimnya pengalaman dalam menghadapi sesuatu

Ketika belum pernah memiliki pengalaman dalam hal yang baru, tentunya kamu akan merasa cemas. Dan pastinya kamu akan memikirkan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya. Namun jika kamu memikirkannya terlalu dalam dan jauh sehingga tidak mendapatkan hasil, hal tersebut akan membuatmu mengalami overthinking yang berkepanjangan. 

Adanya tekanan yang mendesak

Overthinking juga bisa muncul ketika kamu mendapatkan tekanan yang datang secara bertubi-tubi. Tekanan dapat muncul dari mana saja, sering kali berasal dari pekerjaan, asmara, atau keluarga. Karena tekanan yang mendesak, pasti membuatmu akan berpikir bagaimana keluar dari tekanan tersebut. Karena terlalu berpikir secara dalam, kamupun mengalami overthinking. Selain menyebabkan overthinking, tekanan yang mendesak juga dapat membuatmu stres dan mudah marah. 

Kecenderungan karakter dan kebiasaan

Beberapa orang menganggap overthinking merupakan hal yang biasa dilakukan karena dianggap sebagai sikap antisipasi dalam mengambil keputusan. Tak jarang kamu mengira dengan memikirkan sesuatu secara berlebihan, ini dapat membantu memahami sudut pandang lain. Namun ternyata, kamu perlu mengurangi kebiasaan overthinking ini karena tidak baik untuk keberlangsungan hidup dan kesehatanmu.

Kapasitas diri rendah dalam menghadapi sesuatu

Kamu sering merasa khawatir ketika akan menghadapi sesuatu dan menganggap kapasitas dirimu belum cukup untuk menghadapinya? Kamu harus berhati-hati, karena hal tersebut juga akan memicu munculnya overthinking.

Dibanding faktor biologis, faktor lingkungan justru akan lebih mempengaruhi kondisi overthinking-mu. Ini artinya meskipun kamu bergender laki-laki atau perempuan, tidak akan memengaruhimu ketika memikirkan sesuatu panjang kali lebar kali tinggi. “Tidak ada pengaruhnya. Sebab perilaku overthinking lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan bukan faktor biologis,” kata Vidya.

Apa Dampak dari Overthinking?

overthinking
Foto: www.freepik.com

Memikirkan sesuatu secara berlebihan ini dapat memberikan dampak negatif hingga serius. Hal tersebut disebabkan karena kita kurang mampu mengendalikan pikiran. Karena selama ini hanya fokus memikirkan hal tersebut secara terus-menerus. 

“Dampak dari overthinking adalah menurunnya kualitas hidup, salah satunya kesehatan fisik. Sebab, ketidakmampuan mengendalikan pikiran membuat kita terhambat untuk menjalani gaya hidup yang sehat. Imunitas menurun, ketegangan pada tubuh meningkat, maka kondisi demikian membuat tubuh rentan terkena penyakit,” terang Vidya.

Well, ternyata pola berpikir seperti memang berbahaya bagi kondisi tubuh. Kamu pastinya tidak ingin jika kualitas hidupmu menjadi menurun yang pada akhirnya berpengaruh pada kesehatan. Lalu apa yang harus dilakukan ketika overthinking melanda?

“Cara menghilangkan overthinking dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Akan tetapi untuk permulaan, overthinking membutuhkan orang lain yang bisa membantu dirinya untuk menata dan membahas setiap cabang pikirannya,” bebernya Vidya. 

Yep, memang sejatinya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk mengatasi overthinking pun kamu memerlukan bantuan orang lain. Pikiran-pikiran yang telah bercabang ini perlu ditata kembali hingga menemukan akarnya. Sehingga kamu bisa tidur nyenyak dan dan mengatasi kebiasaan overthinking ini.

Bagaimana Agar Hidup Lebih Aman dan Tentram?

Foto: www.freepik.com

Seperti kata pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’, maka bagaimana cara terhindar dari overthinking?.

Vidya juga memberikan tips untuk terhindar dari overthinking supaya hidupmu lebih tentram dan nyaman. “Overthinking dapat dihindari oleh orang-orang yang realistis dan fleksibel,” ungkapnya.

Memang kenyataannya kita sebaiknya lebih realistis dalam menjalani hidup. Dengan berpikir secara realistis tentunya kamu akan mendapatkan pemikiran yang logis dan fleksibel.

Namun logis hal tersebut (realistis dan fleksibel) adalah sesuatu yang membutuhkan waktu. Ini artinya, kamu perlu mengasah kedua hal tersebut supaya menjadi bagian dari cara berpikirmu.

“Salah satu cara melatihnya adalah dengan aktif dan mandiri melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti merapikan isi lemari, membersihkan rumah, memasak, dan menata perabotan,” sarannya

Selain tertata rapih, bersih, serta enak dipandang, melakukan tugas-tugas rumah secara mandiri juga dapat membantumu terhindar dari overthinking.

“Karena kamu akan menjadi lebih fokus pada masa kini. Kamu juga dapat menyadari kapasitas diri dengan mengetahui seberapa banyak pekerjaan yang dapat kamu kerjakan, dan hal ini akan melatihmu untuk lebih realistis. Dengan melakukan secara mandiri, kamu dapat menyusun strategi untuk menyelesaikan pekerjaanmu, kamu juga dapat menentukan standar kebersihanmu secara mandiri,” sarannya.

“Menentukan standar kebersihan kita sehingga kita menjadi lebih fleksibel pada kondisi yang ada, misal gak sempat mencuci baju tadi pagi karena pekerjaan banyak, maka bawa ke laundry saja,” ujar Vidya

Melakukan pekerjaan rumah secara mandiri mungkin akan menguras lebih banyak tenaga dan pikiran. Terlebih ketika kita harus membereskan peralatan rumah, harus menyortir benda yang masih diperlukan serta memisahkan benda sesuai fungsinya. Pasti akan membutuhkan waktu yang  lama. Kabar baiknya, hal tersebut justru baik untuk dilakukan. 

“Terakhir, kegiatan ini membuat kita terbiasa untuk memilah mana benda yang sudah tidak berguna dan kita anggap sampah, sehingga kita akan membuangnya. Dengan begitu, kita pun terlatih untuk mengesampingkan pikiran-pikiran yang dirasa tidak perlu serta menghambat kenyamanan hidup kita,” jelasnya. 

Bagaimana Mendampingi Orang yang Overthinking?

Foto: www.freepik.com

Selain itu, Vidya juga memberikan tips yang harus dilakukan ketika kamu mendampingi orang yang sedang memikirkan sesuatu berlarut-larut, yakni:

Mendengarkan pikiran-pikiran yang mengganggunya

“Menjadi pendengar yang baik adalah kunci untuk membantu temanmu yang sedang mengalami overthinking. Dengan mendengarkannya, temanmu akan merasa dihargai. Kamu juga bisa mengetahui dan memahami pola pikir temanmu, sehingga kamu bisa membantunya untuk menghilangkan overthinking-nya,” jelasnya.   

Menyadarkan bahwa ada pikiran yang sifatnya berlebihan

Setelah mendengarkannya, kamu bisa menyadarkan temanmu tentang realita kehidupan saat ini. “Dengan menyadarkan temanmu lewat kalimat-kalimat yang membuatnya tenang, temanmu dapat menghilangkan overthinking yang sedang ia alami,” ujarnya.

Mengajaknya fokus untuk memikirkan solusi atas hal-hal yang dikhawatirkan 

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah mengajak temanmu untuk mencari jalan keluar, sehingga pikiran-pikiran berlebihan akan mudah terpecahkan dengan tepat. “Kamu bisa memberikan pendapatmu terkait masalah yang sedang ia pikirkan, sehingga temanmu punya opsi alternatif untuk memecahkan masalah,” sarannya.

Memang segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik (kecuali overpaid atau over-the-moon), jadi mari pelan-pelan belajar untuk lebih realistis dan fleksibel.

Selanjutnya: Bagaimana Menghadapi Anak yang Selalu Negative Thinking.