Berbagai Manfaat Minyak Zaitun–Termasuk untuk Memasak

minyak zaitun untuk memasak
Foto: www.freepik.com

Tak hanya kaya akan serat dan asam lemak, minyak zaitun juga ternyata memiliki beragam manfaat untuk tubuh sehingga sering disebut sebagai minyak sehat. Akan tetapi karena mengandung lemak tak jenuh, kebanyakan orang menganggap minyak ini tidak bisa digunakan untuk memasak. Benarkah, minyak zaitun tidak baik digunakan untuk memasak?

Apa Manfaat Minyak Zaitun?

minyak zaitun untuk memasak
Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu sudah tahu, bahwa minyak ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya, lima manfaat minyak zaitun berikut ini.

Tinggi antioksidan dan vitamin E

Minyak zaitun asli berasal dari perasan pertama buah zaitun yang menawarkan banyak zat bioaktif, termasuk antioksidan kuat dan vitamin E. Dua kandungan tersebut berperan untuk membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan penyakit.

Karena mengandung antioksidan dan vitamin E yang tinggi, maka minyak zaitun dapat memberikan perlindungan alami yang signifikan dari kerusakan oksidatif.

Tahan terhadap kerusakan oksidatif

Minyak zaitun dapat bertahan dengan baik selama dipanaskan, hal itu berkat antioksidan tinggi dan kandungan lemak tak jenuh ganda yang rendah. Terdapat sebuah penelitian yang menggunakan beberapa jenis minyak zaitun untuk menggoreng, dan hasilnya minyak zaitun ekstra virgin terbukti sangat tahan terhadap oksidasi.

Minyak zaitun secara keseluruhan merupakan jenis minyak yang sangat stabil, bahkan ketika digunakan untuk kondisi yang ekstrim seperti menggoreng.

Memiliki titik asap yang cukup tinggi

Titik asap minyak merupakan suhu ketika ia mulai terdegradasi dan menghasilkan asap yang terlihat. Biasanya sebagian dari asam lemak dalam minyak adalah asam lemak bebas. Semakin banyak asam lemak bebas dalam minyak, maka semakin rendah titik asapnya.

Namun, minyak olahan memiliki kandungan nutrisi dan asam lemak bebas yang lebih rendah sehingga biasanya memiliki titik asap yang lebih tinggi. Akan tetapi pemanasan dapat menyebabkan lebih banyak asam lemak bebas terbentuk, sehingga titik asapnya semakin lama akan menurun.

Menurut sebuah sumber, titik asap minyak zaitun berkisar antara 374-405 F (190-207 C). Ini menjadikan pilihan yang aman untuk digunakan ketika memasak.

Memiliki sifat anti-inflamasi

Salah satu senyawa aktif utama dalam minyak zaitun extra virgin adalah oleocanthal. Zat ini bertanggung jawab atas efek anti-inflamasi. Berkat hal tersebut, maka minyak zaitun dapat membantu mengurangi peradangan dan mencegah beberapa penyakit yang disebabkan oleh peradangan kronis.

Sebuah penelitian menerangkan bahwa oleocanthal sebanyak 3,4 sendok makan atau setara dengan 50 ml minyak zaitun asli memiliki efek yang sama dengan 10% dosis ibuprofen yang bertujuan untuk mengatasi peradangan.

Memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung

Minyak alami ini merupakan salah satu bahan utama yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Tak hanya itu, olive oil juga dapat membantu menurunkan kolesterol LDL (jahat dan mencegah pembekuan darah yang berlebihan. Menurut sebuah penelitian, minyak zaitun untuk memasak juga dapat mengurangi kebutuhan obat tekanan darah sebesar 48%.

Amankah Untuk Dimasak?

Foto: www.unsplash.com

Terdapat beberapa jenis minyak zaitun yang ada di pasaran, mulai dari minyak zaitun biasa hingga extra virgin olive oil (EVOO). Minyak zaitun asli dianggap sebagai jenis minyak yang paling sehat karena diekstraksi menggunakan metode alami dan memiliki sifat antioksidan yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat.

Asam lemak sejatinya terbagi menjadi tiga jenis, yakni jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda. Pada lemak tak jenuh ganda, ketika lemak dan minyak terkena panas yang tinggi maka stukturnya bisa menjadi rusak dan membentuk senyawa berbahaya termasuk peroksida lipid dan aldehida yang sering dikatikan dengan kanker.

Minyak zaitun mengandung sekitar 14% lemak jenuh, sedangkan 11%nya merupakan lemak tak jenuh ganda, seperti asam lemak omega-6 dan omega-3.

Akan tetapi asam lemak utama dalam minyak zaitun merupakan lemak tak jenuh yang disebut dengan asam oleat, yang merupakan 73% dari total kandungan minyak zaitun. Asam oleat ini mampu mengurangi peradangan dan efek yang menguntungkan pada gen yang terkait dengan kanker.

Keunggulan dari minyak zaitun asli ternyata cukup tahan terhadap panas yang tinggi. Dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa memanaskan extra virgin olive oil hingga 356 F selama 36 jam menunjukkan bahwa minyak tersebut tahan terhadap kerusakan. Sementara minyak zaitun biasa butuh 24-27 jam untuk mencapai tingkat kerusakan yang dianggap berbahaya. Dengan kata lain, minyak zaitun aman dipakai untuk memasak.

Adakah Efek Samping dari Penggunaan Minyak Zaitun Untuk Memasak?

minyak zaitun untuk memasak
Foto: www.pexels.com

Meski aman digunakan dan memiliki beragam manfaat, namun penggunaan minyak zaitun untuk memasak dapat menurunkan beberapa antioksidan dan vitamin E yang sensitif terhadap panas.

Selain itu, memanaskan minyak zaitun pada suhu 464 F (240 C) selama 90 menit dapat mengurang jumlah oleocanthal (senyawa aktif yang bersifat anti-inflamasi) sebesar 19% menurut uji kimia, dan 31% menurut uji rasa.

Dalam penelitian lain, penggunaan minyak zaitun untuk memasak selama 24 jam dapat mengurangi beberapa senyawa bermanfaat. Akan tetapi jika membiarkannya selama 10 menit dalam microwave atau didihkan ke dalam air, hanya akan menimbulkan sedikit efek kecil.

Beberapa senyawa dalam minyak zaitun juga dapat memengaruhi rasa dari olive oil. Sehingga, ketika dipanaskan dengan suhu yang tinggi akan menghilangkan sebagian rasanya.

Kesimpulan

Foto: www.unsplash.com

Sesungguhnya selain digunakan untuk memasak atau sebagai pengganti minyak goreng, ekstrak zaitun juga dapat kamu tambahkan ke dalam salad buah dan sayur atau mengoleskannya di atas roti.

Pasalnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa menggoreng atau menambahkan minyak zaitun ke dalam makanan dapat membantu mempertahankan dan bahkan meningkatkan nilai gizi. Karena makanan akan mengambil zat antioksidan yang ditransfer dari minyak zaitun.

Selain iut, extra virgin olive oil atau minyak zaitun asli yang berkualitas merupakan lemak sehat yang dapat mempertahankan kualitasnya selama dimasak. Penggunaan minyak zaitun untuk memasak ternyata cukup tahan terhadap panas dan tidak teroksidasi atau menjadi tengik ketika dimasak.

Namun, jika suhu yang digunakan terlalu panas, hal ini dapat memengaruhi rasa dari minyak zaitun.