Ini Cara Mengatasi Rambut Rontok Menurut Dermatolog

cara mengatasi rambut rontok
Foto: www.canva.com

Ketika sedang menyisir, tidak jarang kamu akan mendapati berhelai-helai rambut yang terlepas dari kulit kepala. Meski wajar terjadi, namun terlepasnya rambut dari kulit kepala secara berlebihan patut diwaspadai. Untuk mencegahnya menjadi hal yang berisiko, maka kamu perlu melakukan berbagai cara mengatasi rambut rontok

Simak penjelasan dari dr. Yulia Asmarani, Sp.DV, seorang Spesialis Dermatologi dan Venereologi dari RSUD Jend. Ahmad Yani Metro Lampung dan Apotek Fardika Metro Lampung, yang akan menerangkan terkait penyebab dan cara mengatasi rambut rontok.

Apa Itu Rambut Rontok?

cara mengatasi rambut rontok
Foto: www.freepik.com

Dokter Yulia menuturkan bahwa rambut rontok adalah “rambut yang terlepas dari kulit kepala. Biasanya mudah terlepas karena aktivitas ringan yang dilakukan sehari-hari, seperti menyisir, keramas, atau mengikat rambut. Kondisi rambut yang terlepas dari folikel kulit kepala ini dapat terjadi karena proses fisiologis, yang pasti dialami oleh setiap individu,” tuturnya.

Pada dasarnya, rambut manusia akan secara terus-menerus mengalami tiga siklus sepanjang hidupnya, yakni:

Fase anagen

Merupakan fase di mana terjadinya pertumbuhan rambut. “Saat kondisi ini, sel matriks rambut akan membelah dengan cepat dan menentukan panjang rambut. Pada rambut di kulit kepala manusia, biasanya akan berlangsung selama dua sampai tiga tahun, tetapi pada beberapa individu bisa berlangsung selama tujuh tahun,” jelasnya

Fase katagen

Kondisi di mana terjadinya trasisi antara fase anagen dan telogen. “Ditandai dengan berhentinya aktivitas pembelahan sel matriks rambut. Dalam fase ini akan berlangsung secara singkat yakni selama dua sampai tiga minggu,” papar Dokter Yulia.

Fase telogen

“Telogen terjadi ketika batang rambut matur, rambut mengalami keratinisasi progresif yang kemudian mati dan akhirnya terlepas dari folikel rambut. Biasanya fase ini berlangsung selama dua hingga tiga bulan,” terangnya.

Apa Saja Jenis-jenis dari Rambut Rontok?

Foto: www.freepik.com

Pada dasarnya, rambut rontok dibedakan menjadi dua golongan yakni karena proses fisiologis dan patologis. “Pelepasan rambut dari kulit kepala karena roses patologis, secara garis besar dapat dibedakan berdasarkan gejalanya,” ujar Dokter Yulia.

“Ketika rambut ini tercabut dari akar, maka kemungkinan disebabkan oleh penyakit, seperti alopesia areata, telogen effluvium, pattern hair loss, dan bisa juga karena pengaruh obat-obatan,” paparnya.

Sementara, “jika rambut rontok karena mengalami kepatahan atau rusak, hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya penyakit jamur di kulit kepala, tricothillomania, anagen effluvium, atau juga dapat terjadi karena terpapar zat kimia seperti pewarna atau pelurusan rambut,” imbuhnya.

Apakah Rambut Rontok Merupakan Hal yang Wajar?

cara mengatasi rambut rontok
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Yulia, “sekitar 90% hingga 93% folikel kulit kepala berada di anagen, dan sisanya berada  pada fase telogen. Sekitar 1% dari rambut fase telogen akan terlepas setiap harinya, dan inilah yang digambarkan sebagai rambut rontok,” katanya.

Sehingga, “rambut rontok merupakan kondisi yang normal jika jumlahnya tidak berlebihan. Karena hal ini merupakan proses fisiologis. Namun, bisa juga menjadi tidak normal dengan jumlahnya yang berlebihan. Hal ini bisa disebabkan oleh proses patologis atau penyakit,” lanjut Spesialis Kulit dan Kelamin ini.

Bagaimana Cara Membedakan Rambut Rontok yang Tidak Normal?

Foto: www.canva.com

Meski mengalami kerontokan rambut adalah hal yang wajar, namun jika jumlahnya berlebihan maka hal tersebut menjadi tanda yang tidak normal. “Jika jumlah rambut rontok berkisar 50-100 helai per hari dan tidak menyebabkan penipisan atau kebotakan, maka kondisi ini masih normal,” ungkapnya.

“Namun, jika jumlah rambut yang rontok lebih dari 100 helai per hari, dan menimbulkan penipisan atau kebotakan, maka ini menjadi tanda yang tidak normal. Sehingga, harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan cara mengatasi rambut rontok,” sarannya.

Terdapat beberapa faktor yang bisa memengaruhi seseorang untuk mengalami rambut rontok berlebihan. Namun pelepasan rambut dari kulit kepala yang berlebih, sering terjadi karena telogen effluvium.

“Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kehamilan, obat-obatan, dan penurunan berat badan (crash diet). Serta bisa juga karena gangguan fungsi tiroid, penuaan, malnutrisi, penyakit sistemik, atau pengaruh psikologis seperti stres dan lainnya,” terangnya.

Dokter Yulia menambahkan bahwa “kerontokan rambut karena telogen effluvium tidak bersifat permanen, dan bisa diatasi jika faktor penyebabnya telah diketahui dan diperbaiki,” lanjutnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Rontok?

Foto: www.canva.com

Terdapat beberapa tips yang diberikan oleh Dokter Yulia, di antaranya adalah:

Lakukan perawatan rambut yang tepat

Hal pertama yang perlu dilakukan sebagai cara mengatasi rambut rontok adalah dengan menggunakan produk perawatan rambut yang sesuai dengan kondisi rambut.

Hindari penggunaan zat kimia

Menurut Dokter Yulia, kita juga perlu menghindari penggunaan zat-zat kimia yang dapat merusak rambut. Seperti melakukan pewarnaan atau teknik pelurusan rambut.

Hindari paparan fisik berlebihan

Selain itu, kita juga perlu menghindari paparan fisik yang berlebihan pada rambut. Mulai dari pemaparan panas yang disebabkan oleh hairdryer atau alat styling lainnya, menyisir rambut terlalu kuat, atau mengikat rambut terlalu kencang.

Pola hidup sehat

Cara mengatasi rambut rontok yang paling penting adalah dengan memiliki dan menjaga pola hidup sehat. Seperti melakukan pengaturan pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, serta memiliki waktu tidur yang cukup. Kemudian, Dokter Yulia juga menyarankan agar kita bisa melakukan manajemen stres.

Penggunaan bahan alami

Selain itu, cara mengatasi rambut rontok juga bisa dibantu dengan penggunaan bahan-bahan alami. “Penggunaan bahan-bahan herbal secara topikal telah teruji secara klinis mampu mengurangi masalah kerontokan rambut,” ujarnya.

Bahan-bahan tersebut yakni:

  • Apel
  • Jus bawang merah
  • Ekstrak bawang putih
  • Temulawak
  • Teh hijau
  • Minyak esensial, seperti rosemary, thyme, lavender, dan cedarwood

“Jika rambut rontok yang berlebihan tidak dapat diatasi, maka segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat,” sarannya.

Kesimpulan

cara mengatasi rambut rontok
Foto: www.freepik.com

Ketika mengalami pelepasan rambut dari kulit kepala dalam jumlah yang banyak, hal ini perlu segera diatasi. “Karena rambut rontok berlebih yang dibiarkan akan menimbulkan risiko kebotakan sehingga dapat memberikan dampak psikologis negatif pada individu tersebut,” ungkap Dokter Yulia.

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter? “Ketika rambut rontok yang dialami sebanyak lebih dari 100 helai per hari. Serta terdapat tanda-tanda penipisan atau kebotakan rambut,” jawabnya.

Sejatinya, rambut rontok merupakan fase yang akan terjadi pada setiap individu. Pelepasan rambut dari kulit kepala ini juga merupakan hal yang wajar, namun akan menjadi tidak normal ketika jumlahnya berlebihan. Ketika mengalaminya maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mencari cara mengatasi rambut rontok.