Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Cara Merawatnya? Ini Kata Dokter

transplantasi rambut
Foto: www.freepik.com

Transplantasi rambut menjadi pilihan kebanyakan orang untuk mengatasi masalah rambut, seperti terjadinya kebotakan. Namun, tidak semua tahu mengenai transplantasi rambut dan bagaimana prosedur serta efek sampingnya.

Oleh karena itu, dr.Balgis,M.Sc,Sp.KK, seorang Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Kecantikan dari RS PKU Muhammadiyah Gombong, serta owner dan founder B-Sparkle Dermatology & Aesthetic Clinic, yang akan menjelaskan mengenai transplantasi rambut.

Apa Itu Transplantasi Rambut?

transplantasi rambut
Foto: www.canva.com

Dokter Balgis menjelaskan, transplantasi rambut adalah teknik bedah yang memindahkan folikel rambut dari satu bagian tubuh yang disebut situs donor, ke bagian tubuh yang botak atau yang dikenal sebagai situs penerima.

Teknik ini terutama digunakan untuk mengobati kebotakan pada pria.

“Dalam prosedur invasif minimal ini, cangkok yang mengandung folikel rambut yang secara genetik tahan terhadap kebotakan (seperti bagian belakang kepala) ditransplantasikan ke kulit kepala yang botak,” ucap Dokter Balgis.

Transplantasi rambut tidak hanya bisa dilakukan di area kepala, melainkan juga di area tubuh lain.

“Transplantasi rambut juga dapat digunakan untuk memulihkan bulu mata, alis, rambut jenggot, rambut dada, rambut kemaluan. Dan untuk mengisi bekas luka yang disebabkan oleh kecelakaan atau operasi seperti face-lift dan transplantasi rambut sebelumnya,” kata Dokter Balgis.

Bagaimana Prosedur Melakukan Transplantasi Rambut?

Bagaimana Prosedur Melakukan Transplantasi Rambut | | Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Cara Merawatnya? Ini Kata Dokter
Foto: www.freepik.com

Dokter Balgis menuturkan, transplantasi rambut berbeda dari pencangkokan kulit.

Hal ini karena cangkokan mengandung hampir semua epidermis dan dermis yang mengelilingi folikel rambut, dan banyak cangkok kecil yang ditransplantasikan daripada satu potongan kulit.

Karena rambut secara alami tumbuh dalam pengelompokan satu hingga empat helai rambut, teknik saat ini untuk memanen dan mentransplantasikan unit folikel rambut disesuaikan dengan pengelompokan alaminya.

Dengan demikian transplantasi rambut modern dapat mencapai penampilan alami dengan meniru orientasi rambut asli. Rambut donor dapat dipanen dengan dua cara berbeda, yakni follicular unit strip surgery (FUSS) dan follicular unit extraction (FUE).

Untuk tahap awal, dokter akan memberikan anestesi total agar pasien tertidur selama tranplantasi rambut berlangsung.

Berikut penjelasan atau prosedur FUSS dan FUE :

1. Follicular unit strip surgery (FUSS)

  • Pada prosedur FUSS, dokter akan mengangkat sebagian kulit kepala yang berambut, (biasanya pada bagian belakang kepala) dengan pisau bedah.
  • Kulit kepala berambut tersebut kemudian dicangkok ke area kulit kepala yang botak.
  • Bekas sayatan pengambilan kulit kepala kemudian dijahit dan nantinya akan tertutupi dengan rambut sekitarnya.

2. Follicular unit extraction (FUE)

  • Dokter akan mencukur rambut di bagian belakang kepala dan mencabut folikel rambut satu per satu.
  • Folikel-folikel rambut tersebut lalu ditransplantasikan ke area yang botak.

Area rambut yang dicukur pada FUE akan pulih dengan baik, dan hanya bintik-bintik kecil yang menjadi bekas pencabutan folikel rambut. Namun, bintik-bintik kecil ini dapat ditutupi dengan rambut-rambut di sekitarnya.

FUE merupakan prosedur transplantasi rambut yang kurang invasif bila dibandingkan dengan FUSS. Namun, biaya FUE cenderung lebih mahal.

Adapun terdapat kelebihan dan kekurangan dari FUE, yaitu :

Kelebihan:

  1. Memberikan hasil yang sangat alami.
  2. Jaringan yang diambil sedikit
  3. Sayatan linier di bagian belakang kepala tidak ada karena yang diambil hanya folikel rambut
  4. Rasa sakit dan tidak nyaman minimal sekali
  5. Pemulihan dari Micro Grafting FUE kurang dari 7 hari

Kekurangan:

  1. Waktu pengerjaan lebih lama
  2. Biaya cenderung lebih mahal
  3. Pengerjaan lebih sulit
  4. Rasio folikel yang berhasil ditranplantasikan lebih rendah dibanding FUSS

Apa Alasan Umum Seseorang Melakukan Transplantasi Rambut?

transplantasi rambut
Foto: www.freepik.com

Melakukan transplantasi rambut tentu saja ada penyebab atau alasannya.

“Alasan orang mau melakukan transplantasi rambut agar dapat meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri. Karena kita tahu rambut adalah mahkota apalagi untuk pria dan wanita pekerja yang sangat membutuhkan penampilan untuk menunjang karir mereka,” jelas Dokter Balgis.

Menurut Dokter Balgis, biasanya kandidat yang baik untuk melakukan transplantasi rambut. Yaitu pria dengan pola kebotakan pria, wanita dengan rambut menipis, dan orang-orang yang kehilangan sebagian rambut karena luka bakar atau cedera kulit kepala.

Apakah Transplantasi Rambut Dapat Bertahan Lama?

Apakah Transplantasi Rambut Dapat Bertahan Lama | | Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Cara Merawatnya? Ini Kata Dokter
Foto: www.freepik.com

Nyatanya, rambut yang telah di transplantasi memiliki jangka waktu yang panjang.

“Iya dapat bertahan lama, bahkan permanen seumur hidup asal dirawat dengan baik dan tidak ada komplikasi atau efek samping yang serius,” ucap dokter Balgis.

Apa Risiko yang dapat Terjadi Pasca Transplantasi Rambut?

transplantasi rambut
Foto: www.canva.com

Melakukan transplantasi rambut tentu memiliki risiko. Menurut dokter Balgis, efek samping paling umum dari operasi transplantasi rambut adalah munculnya bekas luka di area operasi.

Selain itu, prosedur cangkok rambut juga memiliki risiko efek samping dan komplikasi lain, seperti:

  • Infeksi terutama pada daerah pengambilan dan penanaman rambut
  • Pembengkakan kulit kepala
  • Lebam di area mata
  • Gatal-gatal di kulit kepala
  • Perdarahan
  • Peradangan pada folikel rambut (folikulitis)
  • Pertumbuhan rambut baru yang terlihat kurang natural, misalnya tampak berkelompok
  • Jaringan parut pada kulit kepala
  • Benjolan-benjolan pada kulit kepala
  • Penipisan rambut yang dikenal dengan shock loss, tapi hanya bersifat sementara
  • Bercak botak juga sering terjadi, karena 50-100 helai rambut dapat hilang setiap hari
  • Cegukan pasca operasi (terjadi pada sekitar 4 persen pasien)

Bagaimana Cara Merawat Rambut yang di Transplantasi?

Bagaimana Cara Merawat Rambut yang di Transplantasi | | Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Cara Merawatnya? Ini Kata Dokter
Foto: www.canva.com

Setelah rambut di transplantasi, tentu saja perlu merawatnya dengan baik.

Dokter Balgis menjelaskan, setelah prosedur dilakukan, kulit kepala akan terasa sangat lunak dan sensitif, sehingga harus dibalut kassa selama 1 atau 2 hari.

Pasien pun akan diberi obat pereda nyeri, antibiotik, dan obat antiradang untuk dikonsumsi selama beberapa hari.

Daerah penerima yang rentan harus terlindung dari sinar matahari dan keramas dimulai dua hari setelah operasi. Beberapa ahli bedah akan meminta pasien keramas sehari setelah operasi.

Keramas penting untuk mencegah keropeng terbentuk di sekitar batang rambut. Keropeng yang menempel pada batang rambut akan meningkatkan risiko kehilangan folikel rambut yang baru di transplantasikan selama 7 hingga 10 hari pertama pasca operasi.

Secara umum, pasien sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal dalam waktu seminggu pasca prosedur. Bila dokter melakukan penjahitan pada saat transplantasi rambut, benang jahit akan diangkat dalam kurun waktu 10 hari setelah prosedur.

Berdasarkan American Society of Plastic Surgeon, rambut yang dicangkok biasanya akan rontok dalam waktu enam minggu setelah prosedur. Kerontokan rambut berikutnya kemungkinan hanya berasal dari area yang tidak dirawat.

Setelah itu, pertumbuhan rambut baru akan tampak di area pencangkokan rambut dalam waktu beberapa bulan.

Dokter juga mungkin akan meresepkan obat penumbuh rambut seperti minoxidil. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menunjukkan efektivitas obat tersebut setelah transplantasi rambut.

Adapun cara lain, yaitu menyarankan pasien untuk menjalani perawatan laser agar kerontokan di area kulit kepala yang tidak dicangkok, tidak semakin parah.

Kesimpulan

Merawat Transplantasi Rambut | | Bagaimana Prosedur Transplantasi Rambut dan Cara Merawatnya? Ini Kata Dokter
Foto: www.canva.com

Transplantasi rambut bisa menjadi jalan untuk mengisi daerah kepala yang botak, menipis, maupun bagian tubuh lain yang karena adanya bekas luka.

Meskipun dapat bertahan lama, namun juga memiliki risiko pasca transplantasi rambut. Oleh karena itu, penting untuk merawatnya.