Tanya Psikolog: Bagaimana Cara yang Tepat untuk Mengelola Stres?

cara mengelola stress
Foto: www.freepik.com

Mengatasi perubahan memang merupakan hal yang mudah sekaligus sulit, terlebih jika harus berada dalam transisi kehidupan yang dapat memengaruhi kehidupan. Untuk itu, tidak jarang seseorang akan mengalami stres. Ketika berada dalam kondisi tersebut, tentunya diperlukan cara mengelola stress untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, bagaimana cara melakukannya? Apakah bisa dilakukan dengan mudah?

Simak penjelasan dari seorang psikolog, Mega Indrawati Onggo S. Psi., M. Psi, Psikolog yang akan memberi tips untuk mencegah sekaligus mengatasi stres yang sedang kamu alami.

Apa Itu Stress?

cara mengelola stress
Foto: www.freepik.com

“Stres merupakan situasi yang membutuhkan seseorang untuk melakukan adaptasi atau ditemukan adanya ketidaksesuaian antara seseorang dengan lingkungannya sehingga stres muncul. Seperti saat kita berada pada transisi kehidupan, misalnya pindah sekolah, naik ke tingkat yang lebih tinggi dari kuliah ke dunia kerja, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Mega terdapat dua macam stres, namun yang biasanya diartikan sebagai “stres” adalah distress, yaitu stres yang berbahaya dan dapat merusak. Sedangkan stres lainnya adalah “eustress” yang sifatnya positif dan menguntungkan. Lalu, apakah mengalami stres merupakan hal yang wajar?

“Iya (wajar). Justru kita membutuhkannya dalam tingkatan yang sewajarnya di mana kita belajar mengatasi stres agar mampu menghadapi masalah lain di masa mendatang. Dengan mengalami stres dan berhasil melewatinya akan membuat seseorang menjadi lebih tahan atau resilience menghadapi masalah selanjutnya,” jawabnya.

Apa Penyebab Munculnya Stress?

Foto: www.freepik.com

Munculnya stres biasanya disebabkan “karena sebagai manusia kita menemui beberapa situasi tidak terduga yang mampu memicu stres atau mengalami masalah secara terus-menerus yang menjadi pemicu stres. Ada berbagai hal yang bisa memicu stres, seperti saat ada hal yang penting bagi kita, ketika mengerjakan suatu hal yang berlebihan (overload), atau mengalami situasi yang tidak pasti dan tidak bisa dikontrol,” paparnya.

Ketika mengalami kondisi ini, tentunya secara tidak langsung akan berdampak pada kehidupan, mulai dari sisi emosional, pikiran, fisik, dan perilaku seseorang. “Emosional dalam artian menjadi moody atau emosi yang kurang stabil serta munculnya perasaan cemas, sedih, marah. Selain itu, pikiran yang muncul akan cenderung negatif atau menyalahkan, sulit berkonsentrasi karena memikirkan masalah secara terus-menerus,” ungkap Mega.

Tak hanya itu, fisik juga menjadi sakit, mengalami ketegangan otot, perut yang bermasalah, nyeri, lelah, dan lainnya. Hal ini akan mengakibatkan perilakunya menjadi kurang bersemangat sekaligus membuat pola tidur dan makannya menjadi tidak teratur.

Bagaimana Cara Mengelola Stress?

cara mengelola stress
Foto: www.unsplash.com

Mega menuturkan bahwa secara garis besar cara mengelola stress dapat diatasi dengan coping, yaitu usaha yang dilakukan untuk mengurangi atau menghentikan kondisi tersebut. Baik diselesaikan (problem-solving-coping) atau dihadapi dengan mengelola dampak negatif dari stres tersebut (emotional coping). Keduanya digunakan untuk menyesuaikan dengan stres yang dihadapi.

“Misalnya stres dengan pekerjaan yang tidak selesai-selesai, maka problem solving coping-nya adalah membuat rencana kerja, meminta bantuan teman pada bagian yang kurang paham, dan mencoba mengerjakan sebisanya terlebih dahulu. Cara tersebut termasuk efektif mengelola stres karena sumbernya dapat diselesaikan,” ujarnya.

Sementara emotional coping akan lebih sesuai digunakan pada sumber stres yang memiliki kemungkinan kecil untuk diselesaikan, atau “bisa juga karena masalahnya berada di luar kontrol orang tersebut. Misalnya kehilangan orang yang disayang, maka mencoba melakukan emotional coping dengan mencoba menerima kenyataan tersebut dan berusaha melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang lain yang lebih positif, seperti ada maksud Tuhan dalam setiap kejadian tersebut,” ungkapnya.

Selain itu terdapat cara mengelola stress dalam hal lain, seperti:

  • Menjadi lebih mindful atau menyadari kondisi yang sedang terjadi saat ini.
  • Melakukan gratitude journal.
  • Melakukan latihan pernapasan atau relaksasi juga bisa membantu dalam meregangkan otot-otot yang tegang karena stres.
  • Menerima apa yang terjadi, bisa dilakukan ketika menghadapi ketidakpastian. Menerima bahwa ada hal-hal yang di luar kontrol kita.
  • Memaafkan orang yang menyakiti kita atau diri sendiri yang terlalu keras.
  • Mengambil waktu sendiri atau me time dengan melakukan refleksi terhadap masalah yang dialami.
  • Memiliki komunitas, kelompok, atau orang terdekat yang membantu dan memberikan dukungan.
  • Mencoba melihat masalah dari sudut pandang lain seperti mencari hal yang bisa melihat dari sisi positifnya, baik dengan me-reframe masalah-masalah di atas.

“Hal yang penting di sini adalah menggunakan beberapa coping yang fleksibel dan menyesuaikan (relevan dan berguna) dalam menyelesaikan masalah,” sarannya.

Bagaimana Cara Mengenali Stress yang Telah Berlebihan?

Foto: www.freepik.com

Untuk mengenali tanda-tanda dari kondisi stress yang berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang, hal ini bisa dilakukan dengan “melihat dampak dari stres, baik itu frekuensi, durasi, atau intensitasnya, dan cara kita mengatasinya (mulai kehilangan kontrol atau tidak),” kata Mega.

Hal ini juga bisa diketahui dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah:

1. Apakah cara yang digunakan untuk mengatasi stres sudah adaptif (berhasil mengatasi atau mengurangi) atau malah tidak adaptif (menyakiti diri sendiri/orang lain dan menambah masalah lainnya)?

2. Sejauh apa dampak stres tersebut pada keseharian? Apa muncul seperti: sedih, tidur terus-terusan, malas makan atau semakin banyak makan, sulit berkonsentrasi, pekerjaan terhambat, menyakiti hubungan dengan orang lain atau diri sendiri?

3. Apakah stres semakin sering terjadi atau semakin lama dan semakin kuat seiring berjalannya waktu?

“Jika sudah berlebihan, maka coba didiskusikan dengan orang terdekat untuk mencari jalan keluar bersama. Bisa juga mencari bantuan profesional seperti psikolog, dokter, atau psikiater,” anjurnya.

Ketika kondisi ini terjadi dan berasal dari luar kontrol diri kita, hal ini tentunya sulit untuk dicegah. Namun tetap ada cara yang bisa dilakukan, seperti:

  • Mengenali pemicu stresnya dan mencegah situasi pemicu tersebut terjadi
  • Mencari hal-hal positif yang melindungi dari stress, seperti bercerita dengan teman, menulis buku harian, menyanyi, atau melakukan hobi lainnya
  • Mencoba mindful pada aktivitas sehari-hari sehingga lebih mengenali dan menyadari hal-hal yang sedang terjadi
  • Menjalankan aktivitas sehari-hari dengan teratur, seperti menjaga pola makan dan tidur yang sehat, serta didukung dengan olahraga

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Ketika orang terdekat mengalami stres, pastinya kamu ingin membantunya agar bisa keluar dari kondisi ini. Untuk itu, Mega menyarankan agar “memberikan dukungan dan berusaha ada untuk mereka. Coba pahami masalah dari sudut pandang mereka. Hal lainnya dengan membagikan kata-kata atau quote positif, atau membangkitkan semangat dengan mengirimkan hal-hal yang lucu atau makanan, mengajak makan. Sesimpel menanyakan kabar juga sudah membantu mereka,” ujarnya.

Sementara untukmu yang sedang berada di kondisi ini, usahakan untuk mengingat bahwa selalu ada makna atas stres yang sedang dialami. “Stres tidak selalu hal yang negatif karena dengan melewatinya kita belajar untuk menjadi lebih kuat dan tetap berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semangat karena kamu tidak sendirian menghadapinya!” tutur Mega.