Bagaimana Membantu Anak yang Tidak Percaya Diri? Ini Saran Psikolog

tidak percaya diri
Foto: www.canva.com

Kebanyakan orang tua, pastinya berharap buah hati bisa berkembang dengan baik, termasuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebab, ketika anak tidak percaya diri, maka hal ini bisa memengaruhi kehidupannya hingga dewasa. Namun, seberapa perlu kita mengajarkan anak agar bisa percaya pada kemampuannya sendiri?

Perlukah Kita Mengajarkan Percaya Diri pada Anak?

tidak percaya diri
Foto: www.canva.com

Menurut Trianindari, M.Psi, Psikolog, “percaya diri merupakan sebuah rasa yakin atas diri sendiri, kemampuan yang dimiliki, kondisi fisik, kelemahan dan kekuatan, serta keterampilan yang dimiliki oleh diri sendiri,” ujarnya.

Sesungguhnya, ketika seorang anak percaya terhadap dirinya maka ia akan merasa nyaman dan bahagia atas apa yang dimiliki olehnya. “Sehingga, anak perlu sekali diajarkan untuk percaya diri. Karena percaya terhadap diri sendiri merupakan suatu kemampuan yang dapat terus dikembangkan pada anak,” paparnya.

Selain itu, terdapat beberapa manfaat ketika anak memiliki rasa percaya diri, di antaranya adalah:

  • Mudah menyesuaikan diri pada situasi yang baru
  • Tidak terlalu dependen (bergantung) dengan orang tua, guru, atau pengasuh
  • Bisa menentukan sendiri sesuatu yang ia inginkan, seperti misalnya memilih mainan atau buku yang ingin ia baca
  • Berani untuk mengekspresikan kebutuhan dan pendapat secara lisan

Pada Usia Berapa Anak Perlu Diajarkan Rasa Percaya Diri?

Foto: www.freepik.com

Menurut Inda, “memulai untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yakni dengan mengajarkan konsep diri terlebih dahulu, yang mana dapat dimulai pada usia satu tahun. Cobalah untuk mengenalkan anak dengan bagian tubuhnya, jenis kelamin, siapa namanya, nama orang  tua, kakak, atau adiknya,” saran Psikolog Anak yang satu ini.

Kemudian, “dilanjutkan dengan mengajarkannya untuk melakukan keterampilan bantu diri, seperti makan sendiri, mandi sendiri, dan lainnya. Lalu, berikan apresiasi ketika ia bisa melakukan kegiatan, bantu dirinya dengan baik, serta berikan feedback positif saat masih ada hal yang salah,” lanjutnya.

Perlu diingat, “orang tua juga harus selalu menanamkan nilai-nilai positif pada anak. Serta, tidak banyak membandingkan anak dengan orang lain. Maka kepercayaan diri pada anak pun akan tumbuh dengan sendirinya,” paparnya.

Bagaimana dengan Anak yang Tidak Percaya Diri?

tidak percaya diri
Foto: www.freepik.com

Ketika anak merasa tidak percaya diri, maka nantinya “ia akan sulit untuk beradaptasi di lingkungan sosialnya. Selain itu, anak juga akan cenderung minder dan kurang berani mengekspresikan dirinya,” tutur Inda.

Menurut Psikolog Anak yang satu ini, “hal ini bisa disebabkan karena pengasuhan orang tua yang terlalu dominan, banyak melarang anak, cenderung membandingkan, dan menuntut anak secara berlebihan,” tambahnya.

Saat anak tidak percaya diri, maka orang tua harus memberikan lingkungan yang suportif pada buah hati. “Cobalah untuk menjadi contoh yang baik, karena nantinya anak akan meniru perilaku orang tua. Misalnya orang tua yang cenderung menutup diri dan jarang keluar rumah, maka buah hati pun akan cenderung menjadi lebih pasif di lingkungannya,” paparnya.

Serta, penting untuk diingat bahwa orang tua tidak disarankan untuk membandingkan anak dengan orang lain. Dan juga menuntutnya secara berlebihan di luar dari kemampuan dan kemauan anak.

Jika orang tua telah melakukan beragam cara untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak, namun ia masih belum bisa menerapkannya, maka “cobalah untuk mendorong buah hati untuk melakukan seustau yang ia minati. Kemudian berikan apresiasi,” anjurnya.

Inda memberikan contoh seperti “ketika anak kurang percaya diri untuk tampil di depan banyak orang, dan suka menyanyi, cobalah untuk berikan ia dukungan dan bantuan untuk mengikuti lomba bernyanyi. Saat ia berhasil tampil di atas panggung, maka berikan ia apresiasi dengan baik,” ujarnya.

Benarkah Jangan Terlalu Sering Memberi Pujian pada Anak?

Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu sering mendengar bahwa orang tua tidak dianjurkan untuk terlalu sering memberi pujian pada anak. Namun menurut Inda, “selama pujiannya jelas maka hal tersebut bukanlah masalah yang besar. Contohnya, orang tua sebaiknya memuji anak dengan ditambahkan keterangan atau penjelasannya,” katanya.

“Misalnya seperti memuji anak karena telah bisa menalikan tali sepatu sendiri. Jadi tepatnya adalah memberikan apresiasi atas hal baik yang sudah buah hati lakukan. Jangan memuji secara berlebihan yang kurang tepat, seperti mengatakan anak pintar atau cantik setiap saat, walau misalnya anak melakukan sesuatu yang kurang baik,” lanjutnya.

Kesimpulan

Foto: www.rawpixel.com

Inda berpesan untuk orang tua, cobalah untuk “menciptakan lingkungan di rumah yang nyaman, suportif, dan hangat. Hindari membandingkan dan mengancam anak, karena ini bisa membuat buah hati merasa rendah diri,” tuturnya.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu “mengeksplorasi hal-hal yang menjadi minat anak. Kemudian berikan anak stimulasi dan dukungan untuk mengembangkan minatnya terserbut,” lanjutnya.