Serius, Bagaimana Cara Mendapatkan Kebahagiaan dalam Pernikahan?

kebahagiaan
Foto: www.gettyimages.com

Sebuah pertanyaan: Apakah kamu merasa bahagia saat ini? Untuk yang sudah menikah, apakah sedang terus memperjuangkan kebahagiaan di pernikahanmu?

Mungkin sebagian orang saat ini sedang merasa bahagia, dan sebagian lainnya masih mencari kebahagiaan yang ingin ia dapatkan. Hal ini tentu sesuatu hal yang wajar, karena pada dasarnya arti bahagia akan berbeda-beda bagi setiap orang. Namun bagaimana cara untuk untuk mendapatkan kebahagiaan? Terutama dalam pernikahan?

Simak penjelasan dari Leonie Sarah, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis dari Psikologimu dan Arcenciel Growth Partner, yang akan menjelaskan terkait arti bahagia dan cara mendapatkannya, dalam hidup dan pernikahan.

Apa Itu Kebahagiaan?

kebahagiaan
Foto: www.rawpixel.com

“Kebahagiaan sering kali digunakan untuk menggambarkan berbagai emosi positif, seperti kegembiraan, kebanggaan, kepuasan, serta rasa syukur. Kebahagiaan mungkin terjadi ketika seseorang berhasil memeroleh hal yang ia inginkan atau berhasil mencapai goals tertentu,” jelasnya.

Leonie menambahkan bahwa dalam hal ini, kebahagiaan tampak terlihat sebagai sebuah tujuan.

“Namun menurut penelitian, kebahagiaan merupakan sebuah 'perjalanan', karena untuk menjadi pribadi yang bahagia maka seseorang perlu membiasakan diri dan terus belajar. Kebahagiaan pada tiap orang bisa berbeda-beda, sehingga kita tidak bisa menyamakan hal yang dapat menimbulkan kebahagiaan pada setiap orang,” lanjutnya.

Mungkin banyak orang berpikir bahwa memiliki harta kekayaan adalah salah satu bentuk dari kebahagiaan. Ada juga yang merasa bahagia adalah ketika mendapati jabatan yang tinggi. Tentunya hal ini membuktikan bahwa bentuk kebahagiaan pada tiap orang akan berbeda dan beragam.

“Ada yang merasa bahagia dengan hidup yang sederhana namun dekat dengan orang-orang yang disayangi, ada yang bahagia ketika berhasil bekerja di perusahaan atau bidang tertentu. Serta ada yang merasa bahagia ketika memiliki fisik yang sehat. Seseorang mengalami kebahagiaan ketika memiliki atau menemukan definisi bahagia versi dirinya, mampu bersyukur dan menerima kondisi dirinya, dan tidak berlarut dalam kesedihan atau keterpurukan,” paparnya.

Mengapa Kebahagiaan Sulit Diperoleh?

Foto: www.freepik.com

“Berdasarkan beberapa penelitian, kebahagiaan berhubungan dengan kesehatan fisik seseorang, seperti penurunan tekanan darah dan meningkatkan kekebalan tubuh. Secara psikologis, emosi positif (kebahagiaan) juga dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Melakukan Kegiatan Keagamaan Bareng, Bisa Membuat Pasangan Lebih Dekat

Meski kata bahagia memiliki beragam arti, sebagian orang yang justru merasa kesulitan untuk mendapatkan kebahagiaan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

“Seseorang yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kebahagiaan bisa disebabkan karena banyaknya pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan yang dialami. Serta rendahnya kemampuan dalam mengatasi pengalaman tersebut. Misalnya, ada seseorang yang merasa selalu gagal dalam menyelesaikan suatu pekerjaan hingga akhirnya merasa stress dan tidak bahagia,” jawabnya.

Akan tetapi, menurut Leonie yang terpenting adalah mengetahui terlebih dahulu definisi berhasil dari orang tersebut, apakah masih wajar atau justru telah melampaui batas kemampuannya. “Jika wajar, apakah ada hal yang sudah diupayakan orang tersebut untuk mengatasi kegagalannya? Jika tidak, maka orang tersebut perlu menemukan solusi untuk mengatasi kegagalannya,” ujarnya.

Ketika seseorang sudah berusaha mengatasinya, maka perlu mengetahui apakah hal tersebut efektif atau tidak. Jika hal yang ia upayakan tidak berjalan dengan efektif, maka perlu mencari cara lain yang harus dilakukan.

“Adapun penyebab lain ketika seseorang merasa kesulitan dalam mendapatkan kebahagiaan adalah karena kurang memiliki rasa syukur dalam dirinya, dan hanya memerhatikan hal-hal negatif yang dialami. Hal ini mungkin terjadi karena ia terlalu berfokus pada orang lain (hal yang dimiliki atau pencapaian orang lain) sehingga mengabaikan dirinya sendiri,” ucap Leonie.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kebahagiaan?

kebahagiaan
Foto: www.freepik.com

Untuk mendapatkan kebahagiaan, tentunya hal ini dapat diperoleh dari berbagai cara. Berikut tips dari Psikolog Klinis yang satu ini terkait cara mendapatkan kebahagiaan:

  • Fokus pada keadaan saat ini, baik situasi serta kondisi yang sedang dialami.
  • Mensyukuri hal-hal atau pencapaian-pencapaian kecil yang berhasil kita lakukan.
  • Merangkul dan menerima berbagai emosi yang kita rasakan, mulai dari sedih, marah, maupun bahagia.
  • Belajar untuk tetap optimis.
  • Memaafkan orang lain maupun diri sendiri.
  • Menghindari memikirkan sesuatu secara berlebihan.
  • Menikmati kebahagiaan kecil.
  • Tetap menerima pengelaman-pengalaman tidak menyenangkan sebagai sebuah pelajaran hidup.
Baca Juga :  Bagaimana Menghadapi Ibu Mertua yang Super Duper Sulit (Apalagi Satu Rumah)

Pastinya kebanyakan orang ingin mendapatkan kebahagiaan secara terus-menerus, akan tetapi bisakah hal tersebut kita dapatkan?

“Sama seperti pertanyaan 'apa kita akan terus-menerus merasa sedih?, jawabannya adalah tidak. Dalam kehidupan manusia, terdapat beragam peristiwa yang dapat menimbulkan berbagai respons emosi, baik itu senang, sedih, marah, takut, terkejut, maupun jijik,” jawabnya.

“Mengutip Psychology Today, kita bisa membentuk kebiasaan untuk menjadi bahagia yaitu dengan bertanggung jawab atas kebahagiaan diri sendiri, mengakui bahwa kita dapat mengubah keadaan diri sendiri dengan mengambil tindakan, dan mengutamakan diri sendiri dibandingkan orang lain. Selain itu, bisa juga dengan mengendalikan pikiran agar tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berlatih untuk hidup di saat ini (tidak terikat masa lalu atau terlalu memikirkan masa depan),” lanjutnya.

Bagaimana dengan Kebahagiaan dalam Pernikahan?

kebahagiaan
Foto: www.freepik.com

Tak hanya dalam diri sendiri, kebahagiaan juga hadir dan dirasakan dalam hubungan pernikahan. Karena di dalam pernikahan yang bahagia, seseorang akan merasa dapat diterima, didukung, serta dilindungi. “Hubungan yang bahagia dengan pasangan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” kata Leonie.

Lantas bagaimana cara mendapatkan rasa bahagia dalam hubungan ini?

“Pada sebagian orang, pernikahan dianggap sebagai sebuah goals agar dapat mencapai kebahagiaan. Padahal ketika kita menggantungkan kebahagian pada hal-hal tertentu atau orang lain dan bukan pada diri sendiri, hal itu belum tentu akan bertahan lama,” paparnya.

Menurut Leonie, puncak kebahagiaan mungkin akan dirasakan pada awal masa pernikahan. “Seiring berjalannya waktu, pasangan suami istri akan mulai dihadapkan pada berbagai permasalahan dalam rumah tangga. Seperti perbedaan pendapat dengan pasangan, mertua atau orang tua, permasalahan ekonomi, kesehatan, anak, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Untuk itu, “komunikasi dan keterbukaan dengan pasangan adalah salah satu cara untuk menjalin hubungan yang sehat. Hal tersebut membuat pasangan merasa kehadirannya dihargai dan juga mendapat dukungan dari pasangan,” jelasnya.

Bagaimana Jika Menikah, Tapi Tidak Bahagia?

Foto: www.rawpixel.com

Meski telah menikah, seseorang masih mungkin untuk merasa tidak bahagia. Namun, “ketika kehidupan pernikahan tidak mendapatkan kebahagiaan, maka pasangan perlu menelusuri permasalahan yang dialami dan mengomunikasikan hal tersebut bersama-sama. Dengan harapan dapat ditemukannya solusi terbaik bagi kedua pihak,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanya Psikolog: Apa Arti Posesif? Apakah Posesif Sama Dengan Cemburu?

Akan tetapi jika dirasa tidak dapat diselesaikan secara baik dengan pasangan, maka suami-istri dapat meminta bantuan dari pihak ketiga, asal dengan persetujuan bersama.

Lantas, inikah tanda bahwa kita salah memilih pasangan?

“Bahagia atau tidak, itu berasal dari dalam diri masing-masing. Ketika kita menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain, bagaimana jika suatu saat orang tersebut 'pergi'? Apakah kebahagiaan kita juga 'pergi'?,” ungkapnya.

Dalam sebuah hubungan pernikahan, setiap pasangan mungkin memiliki harapan untuk hidup bahagia bersama hingga maut memisahkan. Akan tetapi, terdapat masalah-masalah dalam hidup yang tidak dapat dihindari.

“Di sinilah pentingnya untuk mengenal pasangan sebelum memasuki tahap yang lebih serius. Bagaimana sifat pasangan, respons pasangan ketika menghadapi permasalahan, keterbukaan pasangan terkait masalah yang dihadapi baik dirinya maupun keluarga. Dan apakah kita bersedia menerima tidak hanya kelebihan tetapi juga kekurangan dari pasangan,” ucap Leonie.

Untuk itu, “saat ini sudah banyak psikolog yang menyediakan layanan konseling pranikah. Bahkan pemerintah juga menyarankan agar pasangan yang hendak menikah untuk melaksanakan konseling pranikah,” lanjutnya.

Kesimpulan

kebahagiaan
Foto: www.freepik.com

Perlu disadari bahwa kebahagiaan adalah hal yang berasal dari dalam diri seseorang, bukan dari orang lain ataupun dari benda tertentu. “Ketika kita mampu untuk menerima dan mensyukuri keadaan diri, maka di sanalah akan muncul kebahagiaan,” ujar Psikolog Klinis ini.

Menurutnya, pernikahan merupakan sebuah keputusan yang besar dalam hidup seseorang. Sehingga, “kita sebagai individu sebaiknya menikah berdasarkan keputusan dan kesiapan diri sendiri. Bukan karena dorongan dari orang lain apalagi karena ikut-ikutan,” sarannya.

Sebelum memutuskan untuk menikah, Leonie menyarankan untuk menyadari bahwa pernikahan adalah sebuah perjalanan dan bukan akhir dari cerita cinta yang pasti bahagia, bak negeri dongeng.

“Dalam perjalanan tersebut, kita tidak selalu melewati jalan yang mulus dengan pemandangan yang indah. Kita juga akan melalui jalan berbatu serta berkelok, dan yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk melaluinya, bukan berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan,” anjurnya.