Apakah Kamu Perlu Memiliki Relationship Goals? Seorang Psikolog Menjawab

relationship goals
Foto: www.gettyimages.com

Apa reaksimu ketika melihat tagar #relationshipgoals di media sosial? Sebal dan muak (sambil tidak sadar memutar bola mata)? Atau biasa saja? Atau bermimpi untuk memliki relationship goals agar kehidupan percintaanmu semakin harmonis? Atau reaksimu adalah: mempertanyakan sepenting apa memiliki relationship goals. Untuk membantumu mendapatkan kejelasan, LIMONE mengontak Katarina Ira Puspita, S.Psi., M.Psi, seorang psikolog klinis dari Klinik Pela 9 dan PION Clinician, dan dosen psikologi Universitas Bina Nusantara.

Penasaran seberapa penting memiliki relationship goals dan bagaimana membuatnya? Baca artikel ini hingga titik terakhir.

Apa Sebenarnya Relationship Goals?

relationship goals
Foto: www.rawpixel.com

Relationship goals merupakan istilah yang sering digunakan di sosial media untuk menggambarkan tujuan yang ingin dicapai bersama pasangan. Biasanya relationship goals ditandai dengan adanya hubungan yang romantis antar pasangan atau suatu tindakan yang menunjukan kedalaman hubungan yang diinginkan seseorang dalam kehidupan cinta mereka,” jelasnya.

Jika ada banyak pasangan di luar sana, baik dari kalangan selebriti dan orang awam memiliki relationship goals ini, apakah kamu juga membutuhkannya?

Menurut Katarina, secara umum, memiliki tujuan merupakan salah satu langkah yang penting dalam hidup. Pasalnya, tujuan yang dimiliki dapat memotivasi diri untuk terus berkembang.

“Begitu pula dalam sebuah hubungan, pasangan perlu memiliki tujuan agar dapat mengarahkan hubungan yang sedang dijalani. Bayangkan kamu berjalan bersama pasangan tanpa tahu arah dan tujuan mau kemana, pastinya sangat melelahkan,” imbuhnya.

Keberadaan relationship goals akan memastikan pasangan bahwa mereka berada di “jalan” yang sama, bahwa mereka memiliki visi dan misi yang sama dalam hubungan.

“Selain itu, hubungan yang baik memerlukan usaha dan kerjasama dari kedua belah pihak, dan kedua individu yang sedang berada dalam hubungan perlu terus mengembangkan diri. Relationship goals dapat menjadi tolak ukur dari setiap progress yang telah dicapai, sehingga pasangan lebih saling menghargai satu sama lain,” tukasnya.

Apakah Wajar jika Merasa Tertekan Saat Melihat #Relationshipgoals di Media Sosial?

Foto: www.rawpixel.com

Jika kamu butuh olahraga jempol, coba cek berapa kali tagar #relationshipgoals disebut di Instagram? Uh-uh, sekitar 17,4 juta kali. Lebih banyak dari tagar #relationship (hanya 11 juta saat penulisan artikel ini). Dan jika saat mengecek, kita juga sekaligus melihat foto-foto pasangan—dan tiba-tiba merasa tertekan, apakah ini sesuatu yang wajar?

“Tidak wajar,” tegas Katarina.

“Ketika kamu merasa tertekan melihat kebahagiaan orang lain, cobalah bertanya kepada diri sendiri, ‘Apa yang membuat saya tidak bahagia?’ Masalahnya mungkin bukan pada orang lain, tapi pada diri kamu sendiri. Apakah kamu terlalu sibuk melihat pencapaian pasangan lain, sehingga lupa untuk berusaha mencapai relationship goals kamu sendiri?” ujarnya.

Menurutnya, terkadang kita sering membandingkan kelemahan yang dimiliki dengan kelebihan orang lain, dan “Ini tidak baik, sudah pasti pasangan lain lebih unggul,” tekannya.

Don’t compare our behind the scenes with everyone else’s highlight reels. Apa yang pasangan lain tampilkan di media sosial biasanya merupakan versi yang sudah diedit dari kenyataan sebenarnya. Individu cenderung hanya menunjukkan emosi-emosi positif di sosial media. Kita tidak tahu apa yang terjadi di balik itu, usaha apa saja yang telah mereka lakukan untuk mencapai tujuannya. Dan sudah pasti yang pasangan lain alami tidak sama dengan yang dialami kamu dan pasanganmu,” bebernya.

Jika kamu merasa tertekan, Katarina menyarankan untuk mencoba melihat hal positif yang kamu sudah jalani bersama pasangan.

“Jangan bandingkan hubungan kamu dengan hubungan orang lain, gunakan hubungan yang kamu jalani sendiri sebagai perbandingan. Bandingkan apa yang sudah dicapai dalam hubunganmu bersama dengan pasangan saat ini dengan waktu sebelumnya. Dengan demikian kamu bisa lebih menyadari perkembangan yang sudah dicapai dan dapat menjadi lebih bahagia,” paparnya.

Bagaimana Cara Membuat Relationship Goals?

Foto: www.freepik.com

Masih anak baru dalam hal “relationship goals“? Tenang, kamu tidak sendirian—dan belum terlambat untuk membuatnya sekarang. Jika ini adalah tujuanmu saat ini, berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Pastikan bahwa tujuan yang dibuat selaras dengan tujuan pribadi dari kedua belah pihak. “Setiap pasangan harus mengetahui tujuan pribadi satu sama lain sehingga dapat menyusun relationship goals yang sesuai dengan tujuan masing-masing individu,” saran Katarina.
  • Pastikan tujuan hubungan ini membuat kamu merasa lebih baik tentang diri sendiri dan lebih bahagia dalam hubunganmu. Ini berlaku untuk kedua belah pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut.
  • Pastikan relationship goals kamu spesifik, dapat dicapai, realistis dan terukur. “Pasangan perlu mengetahui dengan jelas kapan mereka telah mencapai tujuan atau tidak. Tentukan parameter keberhasilan dari pencapaian relationship goals atau jangka waktu untuk pencapaian tujuan tersebut,” ujarnya.
  • Pastikan kamu dan pasangan bertanggung jawab terhadap relationship goals yang ditetapkan. FYI, pencapaian relationship goals membutuhkan proses yang tidak sebentar sehingga dibutuhkan komitmen dari pasangan
  • Membuat kesepakatan bahwa satu sama lain bersedia menerima masukan atau feedback dari pasangan.
  • Menentukan periode waktu secara berkala untuk melakukan review mengenai progress dari relationship goals tersebut.
  • Memberikan waktu untuk merayakan progress yang telah dicapai dari relationship goals yang ditetapkan. Yep, tagar #celebration bisa berlaku di sini, setelah kamu menuliskan #relationshipgoals di akun Instagram kamu.

Bagaimana Jika Ada Perbedaan Relationship Goals dari Kedua Belah Pihak?

relationship goals
Foto: www.rawpixel.com

Oh, Katarina menekankan bahwa proses menentukan relationship goals memang bukan hal yang mudah. Uh-uh. Jadi, kamu dan pasangan tidak perlu minder.

“Jadi, sangat wajar jika awalnya pasangan merasa bingung. Coba komunikasikan hal ini dengan pasangan, hal-hal apa yang membuat kamu atau pasangan bingung. Mungkin kamu dan pasangan belum mengetahui tujuan personal masing-masing, sehingga sulit untuk membuat tujuan bersama. Mulailah dengan membuka diri dan mengungkapkan tujuan dan harapan personal masing-masing, serta apa yang kamu harapkan dari hubungan yang dijalani. Setelah itu cari kesepakatan yang terbaik untuk kedua belah pihak,”ujarnya.

Bagaimana jika setelah membicarakan tentang hal ini, kamu dan pasangan ternyata menyadari bahwa kalian memiliki tujuan yang berbeda?

“Hubungan pasti tidak terlepas dari perbedaan-perbedaan,” tegasnya. “Yang jadi pertanyaan adalah sejauh mana kamu mau berkompromi atau menerima perbedaan tersebut,” tekannya.

“Jadi cobalah untuk bernegosiasi, evaluasi kembali perbedaan yang ada, apakah hal tersebut merupakan hal-hal yang benar-benar prinsipil dan tidak bisa diganggu gugat? Apa dampaknya jika hubungan tetap dilanjutkan? Setelah mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari hubungan tersebut, kamu bisa memutuskan mana yang terbaik. Apakah tetap melanjutkan hubungan atau memang sebaiknya disudahi. The choice is yours,” terangnya.

Mungkin kamu bertanya-tanya jika ada satu relationship goals yang bersifat universal dan berlaku untuk semua pasangan.

“Setiap pasangan pasti memiliki tujuan yang dirasa baik untuk hubungan mereka. Secara umum pasangan menginginkan komunikasi yang baik, adanya rasa saling percaya, perhatian, dan sebagainya. Namun hal ini masih terlalu umum,” ujarnya.

Untuk merumuskan sesuatu yang lebih personal dan sesuai dengan hubungan kalian, Katarina menyarankan untuk mendefinisikan sesuatu yang lebih spesifik.

“Jika ingin hubungan kamu dan pasangan berjalan baik, cobalah definisikan tujuan ini secara lebih spesifik, misalnya komunikasi baik didefinisikan sebagai mau mendengarkan cerita dari pasangan atau mau mengungkapkan perasaan satu sama lain. Konteks dari setiap tujuan relationship goals pasangan pasti berbeda,” pungkasnya.

Selanjutnya: Bagaimana menjalin cinta beda agama? Jawabannya di sini.