Cinta Beda Agama: Diteruskan atau Disudahi Saja? Seorang Psikolog Menjelaskan

cinta beda agama
Foto: www.gettyimages.com

Well, ini situasi yang rumit dan mungkin membuat kamu kurang lelap tidur bahkan ketika hati sedang berbunga-bunga: memiliki pacar beda agama. Bagaimana: apakah hubungan itu perlu diteruskan atau mulai menyanyikan lagu “Exile” milik Taylor Swift (feat. Bon Iver)? Mari mendengarkan penjelasan Diah Nurayu, M. Psi, PsikologAssociate Psychologist di Aditi Psychological Center, tentang cinta beda agama.

Bagaimana Agama Memiliki Peran Penting dalam Hubungan Cinta?

cinta beda agama
Foto: www.unsplash.com

“Agama yang dianut oleh manusia memiliki peran yang penting dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk hal yang berkaitan dengan hubungan antar-manusia seperti hubungan percintaan,” terang Diah.

“Agama memang bagian yang penting dalam kehidupan. Dengan agama, kita memiliki pegangan mengenai pedoman hidup sehingga agama berperan dalam membentuk dasar diri kita dari nilai-nilai yang dianut, cara menyikapi sebuah fenomena kehidupan, menampilkan perilaku tertentu, dan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa agama juga memberikan pengajaran-pengajaran yang cenderung dijadikan pedoman dalam menjalani hidup. “Salah satu pengajarannya adalah melakukan ritual ibadah seperti berdoa,” katanya.

Dan, menurutnya, “berdoa tidak hanya meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Tuhan, namun juga kepada hubugan antar-manusia. Ketika kita berdoa untuk pasangan kita dan sebaliknya, ada makna yang mendalam terkait dengan itu, yaitu kita memikirkan kebutuhan pasangan kita. Kita mencintainya dan memaafkan pasangan kita, dan kita juga memberlakukan pasangan kita dengan penuh hormat,” tambahnya.

Jika kamu tipe orang yang mendoakan pasangan, Diah menjelaskan bahwa hal tersebut “cenderung menjadikan kita sebagai sosok yang selfless (mementingkan kebutuhan orang lain,” katanya. Pasalnya, ketika kita berdoa, kita tidak hanya berfokus diri sendiri, tapi juga pasangan.

Dan, “jika ini dilakukan oleh keduanya, maka keduanya akan merasa nyaman, diinginkan oleh pasangannya. Dan juga memperbesar rasa sukarela untuk saling memaafkan kesalahan satu sama lain,” imbuhnya.

Apakah Cinta Beda Agama Memiliki Masa Depan?

cinta beda agama
Foto: www.rawpixel.com

“Cinta beda agama bukanlah sesuatu yang mustahil untuk terjadi, terutama dalam sebuah negara yang memiliki multikultur dan multiagama seperti Indonesia,” tegasnya.

Ungkapan setua Bumi bahwa ‘cinta itu buta’ ada benarnya dalam hal ini.

“Perasaan cinta hadir tanpa memandang latar belakang orang tersebut sehingga selalu ada kemungkinan bahwa kita mencintai seseorang yang berbeda secara etnis maupun agama. Beberapa pasangan yang memiliki agama yang berbeda secara agama atau etnis pada akhirnya bisa melanjutkan hubungan mereka hingga ke jenjang pernikahan. Namun, ada juga dari mereka yang akhirnya mengakhiri hubungan percintaannya,” ujarnya.

Menurutnya, jika dilihat pada pasangan dengan agama yang sama, perbedaan mengenai hal-hal tersebut dapat diminimalisasi. Alhasil, peluang untuk terjadi konflik pada hal yang bersifat mendasar pun semakin jarang terjadi.

“Akan tetapi, beberapa pasangan yang memiliki agama yang sama ternyata juga mengalami permasalahan dalam relasi hingga berujung kepada putus cinta atau bercerai. Dengan kata lain, hubungan dengan agama yang sama tidak menjadi faktor penentu kelanggengan sebuah hubungan. Kita juga perlu melihat faktor lainnya seperti komunikasi, dukungan secara emosional, otonomi, keterbukaan, kesetiaan, dan lainnya. Faktor-faktor ini merupakan kunci dasar dari keharmonisan sebuah hubungan dan tetap perlu untuk diterapkan dalam sebuah hubungan,” tegasnya.

Meski memang, Diah mengakui bahwa “untuk dapat meneruskan hubungan yang berbeda agama memerlukan beberapa pertimbangan. Ini artinya, kita dan pasangan perlu merenungkan dan mendiskusikan kesepakatan dalam menjalani hubungan ini. Kesimpulannya adalah tidak selamanya hubungan dengan beda agama tidak memiliki masa depan,” tekannya.

Apa Saja yang Harus Diperhatikan Saat Menjalin Cinta Beda Agama?

Foto: www.freepik.com

Menjalan hubungan romantis dengan yang memiliki kepercayaan yang sama saja memerlukan banyak pertimbangan, apalagi cinta beda agama.

Menurut Diah saat memutuskan untuk berkomitmen dan menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki agama yang berbeda, kita juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor.

Faktor pertama adalah seberapa dalam kita menghayati agama sebagai identitas pribadi dan seberapa sering kita menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita dan pasangan perlu merefleksikan hal ini dan mengomunikasikan hasil refleksinya. Ini perlu dilakukan agar kita bisa melihat seberapa jauh perbedaan kita dengan pasangan kita dalam melihat kehidupan pribadi dan percintaan. Dengan melihat seberapa jauh perbedaan kita dengan pasangan, kita dapat melihat apakah kita dan pasangan dapat menoleransi perbedaan-perbedaan yang timbul dalam relasi ini sehingga konflik dalam hubungan ini dapat diminimalisasi,” paparnya.

Lebih jauh terkait dengan toleransi dalam sebuah hubungan, Diah menerangkan bahwa kamu dan pasangan juga perlu untuk membuat aturan-aturan dalam hubungan tersebut.

“Ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan waktu khusus untuk berdiskusi dengan pasangan dalam rangka membahas aturan-aturan dalam hubungan percintaan ini. Topik yang dibahas bisa dimulai dari, seperti bagaimana sebaiknya merayakan hari raya keagamaan (Idul Fitri atau Natal, misalnya). Hal lain yang perlu dijadikan topik dalam diskusi tersebut adalah hal terkait dengan kegiatan beribadah kita dan pasangan,” terangnya.

Selanjutnya, tentang bagaimana kamu dan pasangan juga perlu mendiskusikan cara menangani reaksi orang terdekat atau orang sekitar yang mungkin saja tidak mendukung adanya hubungan beda agama tesebut.

“Kita dan pasangan bisa berdiskusi bagaimana sebaiknya memberikan respons terkait dengan reaksi mereka. atau hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan agar reaksi mereka tidak sampai mengganggu hubungan kita dengan pasangan,” sarannya.

Bagaimana Kita Mengetahui Cinta Beda Kepercayaan Ini Memiliki Masa Depan?

Foto: www.unsplash.com

“Setelah kita dengan pasangan mendiskusikan pertimbangan-pertimbangan yang sudah dibahas sebelumnya, ada baiknya kita mempraktikkan terlebih dahulu kesepakatan yang telah dibuat selama beberapa waktu,” kata Diah.

Berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk mempraktikkan kesepakatan tersebut sampai akhirnya bisa memutuskan apakah lagu “Perfect” Ed Sheeran atau “Somebody That I Used to Know” Gotye yang akan menjadi anthem kamu seumur hidup?

“Terkait dengan durasi praktiknya, ini juga perlu didiskusikan dengan pasangan. Dalam perjalanannya, kita dan pasangan perlu melakukan evaluasi mengenai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Ada dua kemungkinan hasil dari evaluasi tersebut, yaitu melanjutkan hubungan ini atau merenungkan kembali sebelum menyudahinya,” paparnya.

Cinta Beda Agama Cenderung Memiliki Masa Depan Jika…

Bagaimana kamu tahu sebuah cinta agama memiliki masa depan? Perhatikan faktor berikut.

#1. Kamu dan pasangan merasa mampu menangani setiap permasalahan yang muncul

Menurut Diah, sebuah hubungan cinta beda agama dapat dilanjutkan kamu dan dia merasa mampu menangani setiap permasalahan yang muncul.

“Hubungan beda agama tidak luput dari konflik sehingga kita dan pasangan perlu lebih fokus ke penyelesaian masalahnya. Jika kita dan pasangan mampu melihat sebuah konflik sebagai pembelajaran dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalahnya, maka hubungan ini bisa dilanjutkan,” terangnya.

#2. Kamu dan pasangan saling mendukung dalam segala situasi

Adakah faktor penentu yang lain?

“Hubungan itu dapat diteruskan apabila kita dan pasangan kita juga saling mendukung satu sama lain dalam setiap situasi. Seperti memberikan penguatan di saat situasi yang kurang menyenangkan dan memberikan apresiasi di saat pasangan kita mencapai prestasi,” jawabnya.

Cinta Beda Agama Cenderung Berakhir Jika…

Sementara skenario ‘sebaiknya disudahi saja’ dapat menjadi opsi yang patut dipertimbangkan jika kamu dan pasangan masih saja larut dalam perbedaan-perbedaan dan konflik yang itu-itu saja. Padahal, kamu dan pasangan sudah membuat kesepakatan berkali-kali mengenai aturan dalam berelasi dan mengevaluasinya secara konsisten.

“Dengan kata lain, ada pelanggaran komitmen atas apa yang sudah disepakati di sini sehingga tujuan untuk mencapai hubugan yang harmonis dalam relasi ini menjadi terhambat. Di saat seperti ini, kita perlu untuk merenungkan terlebih dahulu apakah kita sanggup berada dalam situasi seperti ini secara terus menerus atau tidak,” ujarnya.

Jika kamu masih sanggup? “Kamu perlu memikirkan langkah apa yang harus dilakukan agar hubungan ini tetap berjalan harmonis ke depannya. Jika kita sudah tidak sanggup dan ingin menyudahinya, kita tetap perlu memikirkan apakah keputusan ini sudah tepat dan bagaimana untung dan risiko yang akan kamu terima ke depannya,” tegasnya.

Masih bingung dan galau?

“Sebelum mengambil keputusan untuk melanjutkan atau menyudahinya, ada baiknya kita dan pasangan saling melakukan refleksi secara mendalam mengenai hubungan yang sudah dijalankan. Kita dan pasangan bisa merenungkan bagaimana memaknai hubungan ini. Refleksi ini dilakukan agar keputusan yang diambil benar-benar sudah dipikirkan dengan matang,” anjurnya.

Apa yang Harus Dilakukan Pasangan Beda Agama Jika Memilih untuk Berkomitmen?

Foto: www.unsplash.com

Jika setelah memilah, berpikir keras, mempertimbangkan faktor A sampai Z, kamu dan pasangan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke fase yang super serius—selamat! Hidupmu akan berwarna dan berat, tapi hei, semua hubungan itu memang butuh kerja keras dan komitmen seumur hidup. Iya ‘kan?

Lalu, setelahnya apa yang harus kamu lakukan agar hubungan tersebut langgeng? Kamu beruntung karena Diah membocorkan beberapa hal yang bisa kamu dan pasangan lakukan sebagai pasangan antar-agama.

Saling menghormati satu sama lain bahkan di saat merasa tidak setuju

“Saling menghormati pasangan dapat ditunjukkan ketika memberikan opini. Hargai dan terima opininya sekalipun kita tidak setuju. Kita juga bisa mencari hal baik dari setiap opini yang terlontar dari ucapan pasangan kita. Perbedaan opini wajar karena kita dan pasangan berasal dari latar belakang yang berbeda,” jelasnya.

Cari persamaan

Walaupun kamu dan pasangan terlahir dari agama yang berbeda, tapi kemungkinan kamu memiliki persamaan dalam hal lain, misalnya minat atau hobi yang sama. Cari persamaan ini, “agar kita fokus kepada hal-hal yang bisa dilakukan bersama sehingga kualitas hubungan kita dengan pasangan menjadi semakin meningkat.” sarannya

Ciptakan ritual dan kegiatan baru untuk kalian berdua

“Kita dan pasangan juga bisa untuk mencari ritual baru atau kegiatan baru. Saling pelajari dengan baik ritual kita dan juga pasangan, lalu buatlah kesepakatan mengenai ritual tersebut. Bisa dimulai dengan membahas bagaimana cara merayakan hari besar keagamaan secara bersama-sama secara harmonis,” tambahnya.

Sadari bahwa konflik akan tetap ada

Konflik dan hubungan itu seperti mi instan dan telur—sulit dipisahkan. Ini artinya, “kita perlu menyadari bahwa konflik adalah bagian yang tidak bisa lepas dari pasangan mana pun, termasuk pasangan yang berbeda secara agama,” tuturnya.

Ini yang bisa kamu lakukan ketika konflik muncul dan membuat tidak nyaman: mengingat kembali ke awal apa alasan kamu mencintai dia dan tujuan kamu membina rumah tangga dengan dia.

“Kemudian, segala perbedaan dan konflik yang terjadi dalam hubungan ini tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Perbedaan merupakan hal yang wajar terjadi karena kita dan pasangan dilahirkan dari latar belakang keluarga yang berbeda. Lebih dalam, perbedaan ini dapat membuat kita menjadi saling mengenal satu sama lain dan kita belajar bagaimana kita bisa hidup damai dengan segala perbedaan yang dimiliki,” tegasnya.

Sebuah tips yang mungkin bisa membantu: pajang semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ di kamarmu sebagai pengingat dan nyanyikan lagu “All You Need Is Love” dari The Beatles setiap hari.

Selanjutnya: Bagaimana mengetahui bahwa itu adalah konflik biasa atau KDRT? Begini cara mengeceknya.

podcast button