Begini Cara Mengenali dan Mengatasi Kelemahan Diri, Menurut Psikolog

kelemahan diri
Foto: www.freepik.com

Baik-buruk atau lebih-kurang—kedua hal ini pasti akan kita temui pada kehidupan. Rasanya tidak ada manusia yang sempurna, karena seperti kata pepatah bahwa kesempurnaan hanyalah milik Tuhan (dan netizen). Untuk itu setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kelemahan diri. Hal ini tentunya bisa kamu ketahui dengan mengenal dirimu sendiri. Namun, pentingkah hal tersebut?

“Tentu penting untuk mengenali diri sendiri. Jika mengenal diri dengan baik, maka kita dapat menyayangi diri kita secara sehat. Karena dengan mengenali diri sendiri, kita bisa memahami apa yang dibutuhkan. Bagaimana harus menjaga dan merawat diri kita, apa yang dapat dikembangkan dari diri kita agar kita senantiasa bertumbuh sebagai pribadi yang sehat, kuat baik fisik maupun mental, dan hidup dengan sejahtera serta bahagia,” jelas Veronica Adesla, M.Psi., Psikolog, Co-Founder dan Psikolog Klinis dari Ohana Space.

Bagaimana Cara Mengenali Diri Sendiri?

Foto: www.freepik.com

Untuk mengenali diri, tentunya hal ini dapat dilakukan dengan memahami dan mengidentifikasi kondisi dari diri kita baik secara pikiran, tubuh, dan jiwa. “Secara lebih spesifik, artinya kita harus memahami kondisi fisik tubuh, kesehatan mental, kepribadian, emosional, fungsi kognitif, hubungan dan relasi interpersonal kita,” paparnya.

Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan tes kepribadian. “Melakukan tes kepribadian di psikolog klinis merupakan salah satu tools yang dapat membantu kita mengenali diri kita. Namun, tentunya mengenali diri tidak cukup hanya dengan melakukan tes kepribadian, terlebih lagi kalau hanya dari tes-tes kepribadian populer yang beredar di internet,” ungkapnya.

Menurut Veronica, ketika seseorang berhasil mengenali dirinya sendiri, hal ini dapat dilihat dari kemampuannya yang secara sadar untuk mengatur sikap dan perilakunya dengan baik. Termasuk ketika membuat sebuah keputusan secara matang.

“Ia tidak bertindak secara impulsif melainkan dengan pertimbangan yang matang. Selain itu, ia juga mampu bersikap tegas dan tidak plin-plan dalam mengambil keputusan serta tindakan. Ia juga terus-menerus melakukan aktivitas yang sehat dan produktif untuk merawat dan mengembangkan dirinya, termasuk mempelajari hal yang baru,” ujarnya.

Tidak hanya itu, biasanya seseorang juga akan memiliki pikiran yang terbuka, termasuk ketika mendapatkan sebuah kritik yang membangun. Hal ini disebabkan karena ia mengenal kelemahan dan kekurangan, serta kelebihan dan kekuatannya.

Apakah Penting Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan Diri?

kelemahan diri
Foto: www.rawpixel.com

Setiap manusia, termasuk orang paling baik sedunia pun pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Adanya kedua hal tersebut dapat membuat seseorang untuk hidup menjadi lebih baik dengan mengatur strategi untuk mengembangkan diri.

Hal ini bisa dilakukan melalui cara-cara yang dapat mengasah kelebihan yang dimiliki dan menyikapi kelemahannya. Ini untuk dapat meminimalisir terjadinya dampak yang tidak menyenangkan atau mengganggu.

“Secara personal saya melihat bahwa dengan memiliki kelemahan, maka manusia diajak untuk membangun sikap rendah hati dan diajak untuk menjadi makhluk sosial yang perlu menjaga hubungan baik satu dengan yang lain, karena kita saling membutuhkan. Dengan adanya kelemahan, kita akan membutuhkan orang lain untuk membantu dan melengkapi,” ucap Veronica.

Karena menjadi sebuah hal yang penting, lalu bagaimana cara untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada dalam diri?

“Mengetahui kelebihan dan kelemahan diri dapat dilakukan dengan memahami dan mengidentifikasi kondisi diri. Melalui refleksi diri atas pengalaman-pengalaman yang pernah kita lalui, kita akan dapat melihat hal-hal baik yang sudah dan berhasil dilakukan. Serta juga hal-hal yang kurang memuaskan ataupun kurang baik dilakukan di masa lalu,” jawab Veronica.

Selain itu Veronica juga menambahkan bahwa feedback atau umpan balik dari orang lain juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali kelebihan dan kelemahan diri. “Namun tentunya harus disertai dengan pertimbangan yang matang dalam memilah dan memilih manakah feedback yang objektif,” sambungnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Kelemahan Diri?

Foto: www.unsplash.com

Setelah mengetahui sesuatu yang menjadi kelemahan dari diri kita, maka langkah selanjutnya adalah “dipelajari dan dipahami bagaimana cara menyikapinya agar tidak menjadi hal yang dapat mengganggu. Misalnya untuk orang yang memiliki kelemahan suka lupa, maka disiasati dengan mencatatnya di buku catatan atau di ponsel,” saran Veronica.

Dengan mengenal kelemahan yang ada pada diri, maka kamu bisa mengatur sebuah strategi untuk mengantisipasi terjadinya masalah tersebut di masa depan.

“Seperti contohnya ketika lemah pada hitungan, maka sebaiknya jangan mengambil bidang karir yang justru mengutamakan kekuatan dalam hitungan,” anjur Psikolog Klinis yang satu ini.

Selain itu, kamu juga perlu memiliki mindset yang benar mengenai kelemahan itu sendiri.

“Memiliki dan mengakui kelemahan bukanlah hal yang memalukan. Karena setiap orang pasti memiliki kelemahan. Hanya dengan jalan menerima, maka kita bisa bergerak maju untuk mempelajari kelemahan tersebut dan mengantisipasinya agar tidak menjadi sebuah masalah,” ucapnya.

Kesimpulan

kelemahan diri
Foto: www.freepik.com

Perlu diingat bahwa memiliki kelemahan diri bukan merupakan sebuah hal yang salah, melainkan sesuatu yang perlu diterima dan dasar untuk membenahi diri. Apa yang terjadi jika kita masih menolak, membohongi diri sendiri, ataupun membenci kelemahan tersebut?

Selama kita melakukannya, maka selama itu juga sesungguhnya kita sedang membuang waktu yang dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan diri menjadi lebih baik dan bahagia.

“Semua orang pasti memiliki kelemahan jadi kamu tidak sendirian. Memiliki kelemahan artinya kamu adalah manusia, sama seperti saya. Mari kita terima dengan baik kelemahan yang dimiliki, kemudian mempelajarinya dan menyikapinya dengan baik dan sehat, sehingga tidak menjadi masalah yang menganggu untuk kita,” ujarnya.

“Lalu jangan hanya fokus pada kelemahan. Ingat, bahwa kamu memiliki kelebihan dan kekuatan. Asahlah kekuatan yang dimiliki untuk hidup yang lebih baik dan bahagia,” saran Veronica.