Benarkah Hubungan dari Aplikasi Cari Jodoh Tidak Akan Langgeng?

aplikasi cari jodoh
Foto: www.unsplash.com

Berkat perkembangan teknologi yang super maju, kini mencari pasangan pun bisa kita lakukan hanya lewat jempol dan smartphone. Berkah dan sangat membantu orang yang belum menemui jodohnya. Namun terdapat anggapan bahwa hubungan yang berasal dari aplikasi cari jodoh katanya tidak akan berlangsung lama, benarkah hal tersebut?

Simak penjelasan dari Ni Made Rai Kistyanti, M.Psi., Psikolog seorang Psikolog dari Eklesia dan Bullyid.org, serta Dosen Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Jakarta yang akan menjelaskan manfaat dan penyebab seseorang menggunakan aplikasi cari jodoh.

Apa Definisi dari Jodoh?

aplikasi cari jodoh
Foto: www.freepik.com

Menurut Rai, “dari segi bahasa sendiri, jodoh itukan orang yang cocok untuk menjadi pasangan kita. Di situ keyword-nya cocok, oleh karena itu kita harus menemukan terlebih dahulu ingin kriteria yang seperti apa. Contohnya kepribadian seperti apa yang akan cocok dengan kita yang ada pada pasangan. Lalu visi dan misi kita itu apa, cocokkah dengan pasangan kita,” ungkapnya.

“Visi dan misi itu bisa tentang hidup atau dalam berpasangan. Lalu harus tahu betul hal-hal apa saja yang menurut kita penting dalam berpasangan. Setelah hal-hal tersebut dipastikan, dari proses pengenalan juga kita pasti akan menemukan hal-hal yang menjadi kekurangan. Itu sangat penting untuk kita temui terlebih dahulu,” imbuhnya.

Karena, kita harus tahu betul kekurangan yang ada pada pasangan. Kemudian apakah “kita bisa berkompromi dengan hal tersebut. Oleh karena itu, dalam menemukan jodoh, kita harus menggunakan proses pengenalan itu untuk mengenal sebaik-baiknya pasangan. Baik itu dari segi kelebihan, atau pun kekurangannya,” terangnya.

Kapan Seseorang Merasa Perlu Mencari Pasangan?

Foto: www.freepik.com

Untuk menentukan seseorang membutuhkan seorang pasangan, hal ini bisa dilihat dari berbagai faktor.

Bertanya pada diri sendiri

Sesungguhnya, untuk mengetahui jawaban dari kapan seseorang merasa perlu mencari pasangan, “hal pertama yang dilakukan adalah bertanya terlebih dahulu pada diri kita apakah sudah mendambakan atau menginginkan sebuah hubungan romantis,” ujarnya.

“Dari hubungan romantis tersebut, pasti ada perasaan saling menyayangi. Kemudian apakah kita memiliki kebutuhan untuk disayangi secara emosional selain oleh keluarga atau teman-teman. Serta apakah kita sudah siap untuk menyayangi orang tersebut?” tanya Rai.

Tetapi sebenarnya, “jika kita siap untuk menjalin suatu hubungan dengan orang lain, yang harus benar-benar ditanamkan adalah memang kita itu bisa dengan mudah untuk jatuh cinta. Tetapi kalau berbicara tentang bagaimana mempertahankan hubungan tersebut, hal itu adalah pekerjaan rumah (PR) yang harus disiapkan terlebih dahulu,” paparnya.

“Jadi apabila pertanyaannya kapan kita perlu menemukan pasangan, yaitu ketika kita sudah merasakan ada kebutuhan untuk berpasangan. Serta untuk mendapatkan afeksi dari orang lain selain keluarga dan teman-teman,” ujarnya.

Mengenali diri sendiri

Di sisi lain, “seseorang juga bisa merasa bahwa telah siap berhubungan ketika ia juga sudah siap untuk menjalin hubungan tersebut, dan mempertahankan hubungan tersebut dengan dinamika yang ada di dalamnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, “kalau bertanya pada diri kita kapan sih, butuh untuk mencari pasangan? Memang kita harus terlebih dahulu mengenali diri sendiri. Serta harus terlebih dahulu mengetahui dengan betul sedang merasakan emosi apa dan sedang membutuhkan hal apa. Kalau sedang merasa tidak nyaman, ketidaknyamanannya disebabkan oleh apa,” ungkap Rai.

“Kalau kita sudah benar-benar mengetahui apa yang diri kita rasakan, dan apa yang diri kita butuhkan, maka secara tidak langsung akan lebih bisa tahu juga kapan sih kita ini sudah benar-benar perlu untuk mencari pasangan,” lanjutnya.

Tetapi, “kalau kita benar-benar belum mengenali diri sendiri, mungkin itu jadinya seperti trial dan error. Kita mencari kekosongan yang tidak diketahui kekosongan itu karena apa, dan kita jadinya ‘oh jangan-jangan ini karena kita tidak punya pasangan’. Tapi kalau kita belum mengenal diri kita ‘kan bisa saja sebenarnya kekosongan itu, disebabkan oleh hal lain,” imbuhnya.

“Namun kalau sudah benar-benar mengenali diri, kita jadi tahu kapan membutuhkan sesuatu. Salah satunya adalah kapan kita butuh pasangan dan afeksi dari pasangan. Dengan mengetahui tentang diri sendiri, kita pasti tahu dengan betul kapan saat yang tepat kita untuk mencari pasangan,” tuturnya.

Apakah dengan Memiliki Pasangan Dapat Memengaruhi Kehidupan Seseorang?

aplikasi cari jodoh
Foto: www.freepik.com

“Bisa. Bagaimana pun ketika kita memiliki pasangan, pasti akan merasa dicintai dan akan ada afeksi yang berbeda dibandingkan dengan afeksi yang biasanya diberikan oleh orang tua, keluarga, atau pun teman-teman. Di situ kita jadi merasa dicintai akan diri dan pribadi kita, yang mungkin jarang diperlihatkan kepada orang-orang lain,” ungkapnya.

Di sisi lain, “memiliki pasangan juga bisa meningkatkan motivasi kita dalam beraktivitas, kita ingin menjadi figur yang lebih baik, dan lain-lain. Tetapi perlu dijadikan catatan bahwa menjadi pribadi yang baik ketika berpasangan, itu bisa didapatkan ketika hubungannya sehat,” pesannya.

Sebaliknya, ketika hubungan itu tidak sehat, contohnya komunikasi dalam hubungan tersebut tidak baik atau terlalu bergantung pada satu sama lain, hal ini justru dapat memberikan dampak yang buruk. Atau di dalam hubungannya jadi cenderung posesif. Jadi banyak diselimuti oleh kecemasan, ketakutan, dan tidak percaya.

“Itu justru akan menyebabkan dampak-dampak negatif, seperti tidak tenang, selalu curiga, dan lainnya. Jadi oleh karena itu, berpasangan ini dapat memberikan dampak-dampak positif, ketika hubungan kita itu sehat. Tapi sebaliknya ketika hubungan kita tidak sehat, maka kita bisa mendapatkan dampak tidak baik,” imbuhnya.

Bagaimana dengan Mencari Jodoh lewat Aplikasi?

aplikasi cari jodoh
Foto: www.rawpixel.com

Apakah boleh mencari jodoh lewat aplikasi?

“Boleh. Tidak ada yang mengatakan kalau mencari jodoh itu harus secara langsung. Dengan pertimbangan kita ini sekarang teknologi semakin maju, sudah pasti kita akan menemukan kemudahan-kemudahan, salah satunya adalah dalam berkenalan dengan orang baru yang mungkin saja itu merupakan pasangan hidup atau jodoh kita,” jawabnya.

Jadi, kalau pertanyaannya boleh atau tidak, “jawabannya adalah boleh. Namun memang harus terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian saat kita berkenalan dengan orang baru melalui aplikasi cari jodoh tersebut,” lanjutnya.

Meski aplikasi sudah banyak, tapi masih ada orang yang memilih tidak menggunakannya. Di sisi lain, ada yang bergerilya dan dengan semangat mencoba berbagai aplikasi jodoh yang ada di muka bumi ini.

Untuk mengetahui penyebab seseorang menggunakan aplikasi cari jodoh, “kita terlebih dahulu harus mengetahui kalau manusia itu memiliki beberapa tahap perkembangan. Salah satunya adalah fase untuk menemukan intimacy,” ungkapnya.

Biasanya akan “berlangsung pada usia dewasa awal. Di usia tersebut memang sudah ada keinginan atau kebutuhan dalam diri seseorang untuk memiliki pasangan secara romantis, di fase ini pasti ia sedang aktif-aktifnya memiliki kebutuhan untuk memiliki pasangan,” lanjutnya.

Untuk menemukan pasangan tersebut dan juga cara kita mendapatkannya, pasti jalannya bermacam-macam. Ada yang kita berkenalan secara langsung, dikenalkan oleh orang tua, dan cara-cara lainnya.

“Sebenarnya mengapa seseorang itu menggunakan aplikasi cari jodoh, adalah sebagai cara untuk mendapatkan jodoh. Karena memang ia mungkin belum menemukan peluang dari cara-cara yang lain. Tetapi akhirnya ia menemukan bahwa ada alternatif, yaitu dating apps yang bisa menjadi jalan untuk mereka memenuhi kebutuhannya tersebut,” tutur Rai.

Apa Manfaat Menemukan Jodoh Lewat Aplikasi?

aplikasi cari jodoh
Foto: www.unsplash.com

Manfaatnya adalah “kita jadi mengetahui bahwa di zaman seperti sekarang, yang teknologinya sudah semakin berkembang, terdapat jalan-jalan lain yang bisa dilakukan untuk menemui jodoh, atau untuk menemui pasangan hidup,” ujarnya.

“Jadi yang tadinya mungkin kita hanya tahu kalau ingin dapat jodoh harus berkenalan secara langsung, teman sekolah, dijodohkan orang tua, atau cara lainnya, tapi di zaman sekarang telah terbuka peluang apabila kita tidak berhasil menemuinya dengan cara-cara lama itu. Yakni kita bisa juga berkenalan dengan orang baru melalui teknologi yaitu aplikasi cari jodoh,” jelas Rai.

Sebenarnya dengan adanya dating apps, “ini juga bisa menjadi sarana kita melatih komunikasi terlebih dengan orang-orang baru. Ada individu tertentu yang ketika berkenalan dengan orang baru, face to face ia cenderung kikuk, tidak tahu harus membicarakan apa dan berperilaku seperti apa,” papar psikolog yang satu ini.

Sehingga, “dengan adanya aplikasi cari jodoh, mungkin ini bisa menjadi sarana mereka berlatih untuk bagaimana cara berkomunikasi dengan orang baru. Nanti kalau dia sudah merasa nyaman untuk berkomunikasi lewat online, bisa saja ketika bertemu secara langsung dia bisa lebih berkomunikasi dengan baik,” lanjutnya.

Bagaimana Cara Menemukan Pasangan Lewat Dating Apps?

aplikasi cari jodoh
Foto: www.pexels.com

Untuk menemukan pasangan yang tepat, hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, yakni:

Mengenali diri sendiri

Yang paling pertama untuk dilakukan sebenarnya kita harus mengenali diri kita sendiri terlebih dahulu. “Harus tahu betul kebutuhan dan keinginan kita. Serta apa yang kita suka dan apa yang tidak disuka dari pasangan. Apa yang bisa kita terima yang ada pada pasangan, apa yang tidak bisa ditoleransi, itu harus kita kenali terlebih dahulu,” ujar Rai.

Oleh karena itu, ketika kita ingin mencari jodoh, sebenarnya juga harus mulai dari mengenali diri kita sendiri  terlebih dahulu.

Jangan terburu-buru

Kedua, “saat kita mengenal seseorang melalui dating apps atau pun tidak, jangan terburu-buru. Jadi take it slow, kenali dulu orang yang kita temui, pahami betul kepribadiannya seperti apa, cara berkomunikasinya, lalu cara ia menyelesaikan masalah seperti apa. Itu kita harus mengenali terlebih dahulu,” ungkapnya.

Selanjutnya, pikirkan apakah kita cocok dengan pola-pola dari pasangan kita atau orang yang kita temui di dating apps tersebut.

Pastikan identitas

Lalu yang harus diperhatikan juga dengan identitas dari orang tersebut. “Kita harus hati-hati, karena bagaimana pun identitas di online, itu mudah sekali untuk dipalsukan. Untuk itu, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah benar identitas orang tersebut, serta apakah benar kah informasi yang diberikan pada kita,” terang Rai.

Jujur

Kemudian, yang harus dilakukan adalah perlu adanya kejujuran. Ketika dalam suatu hubungan, kita itu inginnya apa sih, apa yang diharapkan, dan apa yang dijadikan tujuan saat kita perkenalan dan di saat kita menemui seseorang di dating apps itu.

“Lalu kita juga harus jujur juga tentang jati diri kita dari awal. Baik itu identitas atau pun segala hal yang kita sukai, dan tidak kita sukai. Jadi jangan sampai kita berpura-pura menjadi orang lain. Pura-pura suka sesuatu, pura-pura bisa menikmati suatu hal. Karena semata-mata demi untuk menyenangkan orang yang kita kenal di dating apps tersebut,” ucapnya.

Jadi kita benar-benar harus jujur. Baik itu online atau offline, hal tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenali calon pasangan atau memperkenalkan diri kita kepada orang lain. “Kita benar-benar tidak boleh palsu di depan orang lain. Serta tidak boleh menunjukkan hal-hal yang sebenarnya bukan diri kita,” lanjutnya.

Tegas dalam batasan

Selain itu, “kita juga harus tegas dalam garis atau batasan-batasan. Sejauh apa hubungan itu bisa dijalankan melalui aplikasi cari jodoh tersebut. Jadi harus jelas batasannya dari awal. Jangan sampai kalian memaksakan diri melalui garis yang sudah kalian punya untuk menyenangkan orang lain,” ingatnya.

Mengenalkan bahasa cinta

Kita juga bisa mulai mengenalkan kepadanya apa itu bahasa cinta. “Dan juga bisa mulai untuk mengenali bahasa cinta dari orang yang kita temui di dating apps tersebut. Contohnya ada orang yang menunjukkan perhatian itu dengan memberikan hadiah,” ucapnya.

“Ada juga yang menunjukkan kasih sayang itu dengan ungkapan-ungkapan sayang secara lisan. Itu kan macam-macam dari proses mengenali pasangan kita dari dating apps itu kita juga bisa mulai mengenalnya,” lanjutnya.

Apakah Benar Mencari Pasangan Lewat Dating Apps Tidak Menjamin Hubungan Jangka Panjang?

Foto: www.rawpixel.com

Menurut Rai, hal tersebut tidak benar. “Karena sejatinya untuk membuat suatu hubungan tersebut dapat berlangsung jangka panjang atau tidak, itu tergantung pada banyak faktor. Bukan hanya sekadar pengenalannya lewat online atau offline,” tuturnya.

Psikolog klinis ini menambahkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi, yakni:

Komunikasi

“Contoh faktor pertama adalah komunikasi. Bagaimana komunikasi pasangan tersebut, baik kah? Mereka bisa menyatakan pendapat dan perasaannya dengan terbuka kah?” tanyanya.

Kejujuran

“Yang kedua adalah kejujuran. Apakah mereka berani untuk jujur tentang perasaannya masing-masing, apakah berani untuk jujur tentang kondisinya?” paparnya.

Manajemen konflik

Kemudian, yang ketiga adalah bagaimana mereka berdua dalam berpasangan itu memanajemen konfliknya. “Jadi kalau ada masalah, bagaimana cara mereka menghadapi masalah tersebut. Mereka ingin menang sendiri atau bisa benar-benar duduk berdua lalu mencari solusi dari masalah tersebut,” terangnya.

Dengan penjelasan tersebut, “kita jadi tahu kalau faktornya itu banyak bukan bergantung dengan bertemunya dengan online atau offline” kata Rai.

Bagaimana Cara Mengukur Tingkat Keseriusan Seseorang?

Foto: www.unsplash.com

Sebenarnya, ”kalau di aplikasi cari jodoh itu ada pengaturan di mana kita bisa mengatur bagaimana fungsi aplikasi tersebut. Apakah untuk dapat pasangan? Untuk mencari romantic relationship? Atau untuk hanya berteman saja. Dari situ sebenarnya kita sudah bisa mengetahui ini tujuannya masing-masing tuh untuk apa,” jelasnya.

Tetapi selain itu, “ketika kita sudah mulai komunikasi, contohnya lewat chat, atau lewat telepon. Kita juga harus terbuka dari awal. Kalau sebenarnya tujuan kita menggunakan dating apps untuk apa. Lalu di sana kita bisa tahu, ini tujuannya sudah inline atau belum,” ungkap Rai.

“Kalau ternyata tujuannya sama, yakni untuk hubungan yang serius misalnya. Maka kita bisa lihat dari situ. Apakah ia berpegang pada omongannya, misalnya sudah ada janji-janji untuk melangkah ke yang lebih serius, contohnya untuk bertemu secara langsung,” contohnya.

“Atau misalnya tadinya teleponan, sekarang jadinya video call untuk lebih bisa mengenal. Dari situ bisa dilihat, apakah dia benar-benar stick pada ucapannya atau justru ia cenderung tidak bisa dipegang omongannya,” lanjutnya.

Jika “tadinya bilang ‘ayo kita teleponan’ ‘ayo kita bertemu secara langsung’ tiba-tiba menghilang. Kalau seperti itu kita bisa mulai tahu bahwa orang tersebut tidak serius untuk dipegang omongannya. Karena untuk hal-hal yang sederhana saja tidak bisa, bagaimana bisa dipegang omongannya ke sesuatu yang lebih serius,” ujarnya.

Maka, hal tersebut bisa menjadi tanda atau “lampu merah, ‘oh ini kita harus hati-hati’,” imbuh Rai.

Bagaimana Tanda Bahwa Kita Harus Menghentikan Komunikasi dengan Pengguna Lain?

Foto: www.freepik.com

Itulah sebabnya, ketika kita mencari pasangan lewat aplikasi maupun secara langsung, pasti ada hal-hal yang harus diperhatikan. “Untuk pencarian jodoh lewat aplikasi online yang benar-benar harus diperhatikan adalah kita perlu mencari tahu dengan pasti identitas dari lawan bicara kita,” Sarannya.

Pasalnya, saat ini telah banyak penipuan yang terjadi melalui dating apps. “Jadi ia menggunakan identitas lain, dan berpura-pura pada dating apps agar banyak yang tertarik padanya. Namun ternyata bukan identitas aslinya. Sehingga itu yang harus menjadi hal yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang menggunakan dating apps saat mencari pasangan,” tutur Rai.

Rai berpesan bahwa intinya kita harus selalu mawas diri. “Terus bertanya apakah komunikasi saya dengan lawan bicara ini masih nyaman atau tidak. Apakah lawan bicara itu memiliki hal-hal yang saya inginkan ada pada pasangan. Jadi apabila sudah sangat tidak nyaman, sudah banyak terjadi ketidak cocokan, komunikasi tersebut, bisa untuk diakhiri secara baik-baik sebenarnya,” ucapnya.

“Atau kalau misalnya ‘lampu merah’ yang lain yang harus diwaspadai adalah ketika kita mengetahui kalau lawan bicara itu memalsukan identitas. Kalau itu terjadi, maka kita sudah tahu ‘oh ini berarti hal yang berbahaya, dia berbohong tentang identitasnya’,” papar Psikolog Klinis yang satu ini.

Serta, “banyak hal-hal yang ia ucapkan tidak bisa dipegang. Ia berjanji untuk menghubungi melalui chat, dan dia mengingkari hal tersebut, serta telah berjalan secara terus-menerus. Kalau hal ini terjadi kita harus mengetahui kalau komunikasi ini sudah tidak sehat dan harus segera diakhiri,” anjurnya.

Kesimpulan

Foto: www.pexels.com

Dalam mencari jodoh, kini tidak hanya menunggu dikenalkan orang tua atau teman, tapi tinggal klik—dan pilihan tersedia. “Karena banyaknya bantuan dari teknologi, kita tidak hanya bisa mencari dan menemukan jodoh secara langsung. Tetapi sekarang juga bisa ditemui dan dilakukan pendekatan apa pun, termasuk dengan bantuan teknologi online, dan salah satunya dengan aplikasi cari jodoh,” ungkap Rai.  

“Jadi boleh saja mencari jodoh melalui dating apps. Namun ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Dalam mencari jodoh, baik itu secara langsung atau lewat dating apps, kita harus terus menjadi diri sendiri. Serta gunakan kesempatan pendekatan untuk saling mengenali. Baik itu kekurangan, kelebihan, dan apa yang diinginkan. Jadi dari situ bisa ketahuan cocok kah kita dengan orang tersebut,” tuturnya.

Namun catatannya, dalam mencari pasangan melalui dating apps, maka kita harus lebih berhati-hati. “Terutama masalah identitas, pastikan terlebih dahulu orang yang berkomunikasi dengan kita itu memberikan datanya, dan jujur tentang dirinya apa adanya,” lanjutnya.

“Jangan sampai kita terjebak dalam hubungan yang sebenarnya penuh dengan kebohongan. Seperti ia tidak bisa menjadi diri sendiri, dan semacamnya,” papar Rai.

Dalam mencari jodoh, “kita ingin mencari yang cocok. Untuk mengetahui bagaimana karakter yang pas dengan kita, maka harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Diri kita ini orangnya seperti apa, kira-kira akan cocok dengan orang yang seperti apa,” sarannya.

“Jadi dengan kita mengenali lebih dahulu tentang diri sendiri, maka pasti akan lebih mudah mengetahui orang yang seperti apa yang akan cocok dengan kita,” tutupnya.