Bagaimana Mendeteksi Teman Fake dan Cara Menghadapi Mereka

cara menghadapi teman fake
Foto: www.gettyimages.com

Kamu mungkin sudah lumayan ahli dalam mendeteksi fake news dan hoax, tapi bagaimana dengan mengenali teman fake? Dan bagaimana menghadapi teman fake yang manis-di-muka-sepet-di-belakang? Nena Mawar Sari S. Psi.,Psikolog, Cht, seorang psikolog klinis dan hipnoterapis dari RSUD Wangaya Kota Denpasar dan Denpasar Mental Health Centre, membocorkan ciri-ciri dan cara menghadapi teman fake.

Apakah Arti “Teman Fake“?

cara menghadapi teman fake
Foto: www.freepik.com

Ada tas mahal palsu. Untuk mengetahui ini kita bisa mengeceknya dengan cara menyentuh, memperhatikan jahitan dan logo, dan sinis jika harganya terlalu murah. Oke, sepertinya mudah dilakukan. Namun, lalu bagaimana dengan teman fake?

“Saya rasa kita tidak akan bisa menemukan jawaban yang jelas untuk masalah ini, karena bagi orang-orang teman palsu itu memiliki ukuran yang berbeda-beda. Semua orang memiliki definisi yang berbeda-beda untuk teman palsu,” ujar Nena.

Menurutnya, bagi sebagian orang teman palsu itu bisa berarti mereka yang hanya meminta tanpa memberi. Sementara bagi sebagian lain, teman palsu bagi mereka adalah orang suka berbohong. Dengan kata lain, pengertian teman palsu bisa berbeda bagi setiap orang.

Namun pada intinya: “Hanya ada dua jenis, yaitu teman dan bukan teman. Jika dirasa banyak merugi dan membawa dampak buruk pada hidup kita, sebaiknya memang tidak ragu untuk memutuskan untuk tidak berteman,” anjurnya.

Apa Ciri-Ciri Teman Palsu?

cara menghadapi teman fake
Foto: www.freepik.com

Pertemanan sejati adalah “di mana kita tidak membutuhkan energi ekstra untuk menjaga teman kita ini agar terus baik dan bersedia mendukung kita, semua terjadi tanpa diminta terlebih dahulu,” kata Nena. “Dan yang paling mendasar adalah dia akan menjaga nama baik kita apapun keadaannya,” tegasnya.

Itu satu dari sekian banyak ciri-ciri teman sejati dan baik. Aseli 100%. Lalu bagaimana dengan ciri-ciri teman palsu?

Salah satu ciri teman palsu, kata Nena adalah seseorang yang memberlakukan persyaratan atau conditional, yakni ‘Aku mau berteman dengan kamu kalau kamu…

“Ini adalah ciri pertemanan kalian bersifat conditional atau bersyarat. Mereka menetapkan batasan-batasan untuk kamu bisa berteman dengan mereka. Mereka juga tidak sungkan-sungkan mendiamkan kamu, bahkan juga mendepak kamu dari lingkaran pertemanannya apabila kamu melanggar batasan-batasan yang telah mereka tetapkan,” terangnya.

Ciri lain yang biasanya terlihat dari seorang teman palsu adalah tidak menyukai jika kita maju, bahkan merasa insecure jika kita selangkah lebih maju daripada dia.

Hal lain yang bisa diperhatikan dari seseorang yang kurang tulus saat berteman adalah dia memperlakukanmu berbeda ketika di depan orang lain.

“Saat kalian hanya berdua saja, dia begitu baik kepadamu. Namun ketika kalian di depan orang lain, dia seolah tidak memedulikanmu dan tidak mengenalmu,” tambahnya.

Bagaimana Menghadapi Teman Fake?

Foto: www.rawpixel.com

Sebelum menjawab pertanyaan cara menghadapi teman fake, mungkin kamu penasaran mengapa seseorang memilih menjadi teman palsu? Ini salah satu penjelasannya.

“Seseorang bisa menjadi palsu tentu karena dasar kepentingan pribadi, karena adanya kebutuhan untuk mendapatkan sesuatu secara instan,” ujar Nena. “Atau bisa jadi seseorang yang palsu itu memiliki masalah tersendiri sehubungan dengan keterampilan dalam hal relasi dengan orang lain termasuk bagaimana pola asuh di dalam keluarga,” terangnya.

Jika seseorang menyebarkan fake news di media sosial misalnya, kamu selalu bisa melaporkan mereka. Namun, bagaimana cara menghadapi teman fake? Kepada siapakah kita bisa mengadu?

“Sebaiknya tanpa ragu putuskan hubungan dengan teman fake,” sarannya.

“Kita tentunya punya banyak pilihan untuk berteman dengan siapa pun yang memberi energi baik dan pikiran yang positif. Kita juga berhak mendapatkan lingkar pertemanan yang sehat tanpa perlu bersusah payah untuk mengubah atau konfrontasi dengan seseorang yang belum tentu menyadari dirinya palsu,” imbuhnya.

Oh, apakah kamu sendiri adalah teman yang tulus—atau malah teman yang palsu?

“Jika kita sulit menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain otomatis ada hal yang perlu kita perbaiki atau perlu kita introspeksi. Sedangkan jika kita memang seorang yang tulus, ketulusan itu akan tercermin dalam reaksi teman kita terhadap perilaku kita sehari-hari. Karena sesuatu yang palsu biasanya mudah terlihat, tentu akan lebih mudah menjadi pribadi tulus yang memang asli,” tekannya.

Bagaimana agar Menjalin Hubungan dengan Teman yang Tulus?

Foto: www.rawpixel.com

Dalam sebuah artikel di Psychology Today, Liane Holliday Willey Ed.D, seorang pendidik dan penulis buku, merangkum beberapa cara agar kamu di kelilingi teman-teman yang palsu tulus.

  • Hati-hati dalam memilih teman. Jika seseorang sering mengecewakanmu, mungkin mereka memang bukan orang yang tepat untuk dijadikan teman baik. Jadi, tidak perlu buang-buang waktu dan energi untuk mereka.
  • Miliki ekspektasi yang realistis, termasuk dari teman. Setiap orang memiliki kegiatan dan kesibukan sendiri, jadi maklumi jika mereka tidak bisa hadir setiap waktu.
  • Jujurlah pada diri sendiri. Jika pertemanan dengan orang tersebut lebih sering pahit daripada manis, pertimbangkan hubungan kalian.
  • Jangan patah hati jika ada orang memilih untuk tidak menjadi temanmu.
  • Sadari bahwa ada berbagai jenis teman. Ada yang memang hanya sebagai teman ngopi, dan ada orang yang akan menjadi teman dalam suka dan duka. “Jangan harapkan semua temanmu peduli denganmu dalam level yang sama,” tulisnya.

Selanjutnya: Ini mengapa kamu perlu mengeliling diri dengan orang-orang yang positif.

podcast button