Tanya Psikolog: Bagaimana Cara Menemukan Teman Sejati?

Teman Sejati
Foto: www.pexels.com

Ketika mendapatkan pertanyaan ‘berapa banyak teman yang kamu miliki?’, tentunya kamu akan menjawab ‘banyak’. Namun, bagaimana dengan teman sejati? Pasti kamu akan berpikir sejenak dan menghitung jumlah teman yang menemanimu dalam kondisi senang maupun sulit. Yup, teman sejati memang biasanya memiliki jumlah yang lebih sedikit dibanding dengan teman biasa yang dapat tersebar di mana pun. 

Jika kamu ingin membahas lebih lanjut mengenai teman sejati, LIMONE  telah menghubungi Reisqita Vadika, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis dari RS Adi Husada Undaan Wetan, Arcenciel Growth Partner, dan BerbagiCerita.id. Setelah membaca ini, kamu akan mengetahui mengapa seseorang memerlukan seorang teman dan bagaimana cara yang tepat untuk mencari teman sejati. 

Apa Definisi dari Teman Sejati?

Teman Sejati
Foto: www.pexels.com

“Secara ilmiah, teman sejati ini sulit didefinisikan. Tapi jika boleh memberi definisi secara umum, maka saya bisa katakan bahwa teman sejati adalah teman yang mendukung kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih sehat, baik dalam aspek fisik, mental, sosial, dan bahkan spiritual,” jelasnya.

Lalu, apakah bisa berteman dengan orang lain dalam jangka waktu yang lama?

“Bisa. Saya sendiri punya sahabat yang sudah saya kenal sejak Taman Kanak-kanak. Pertemanan kami saat ini sudah menginjak usia 22 tahun,” jawabnya.

Mengapa Seseorang Harus Memiliki Teman?

Foto: www.pexels.com

“Alasan klasiknya adalah karena manusia adalah makhluk sosial dan komunal. Alasan ini didukung oleh berbagai penelitian yang sudah membuktikan bahwa relasi sosial dapat menghasilkan efek biopsikologis pada manusia,” paparnya.

Menurut Reisqita, relasi sosial yang positif dapat merangsang produksi hormon dopamine dan oxytocin, sehingga dapat meningkatkan rasa bahagia. Memiliki teman juga dapat membantu dalam proses stress relief. Seperti ketika individu memiliki masalah, ia akan bercerita ke temannya. Kemudian temannya akan mendengarkan atau memberikan respon, dan individu akan merasa lega, diterima, dan punya sudut pandang atau alternatif solusi yang baru. 

“Selain itu, keberadaan teman sebagai figur kelekatan yang aman (secure attachment) dapat membuat individu lebih rileks atau tenang saat berada dalam kondisi distres. Hal-hal tersebut dapat membantu individu dalam upaya beradaptasi atau bertahan saat menghadapi masalah hidup,” lanjutnya.

Bagaimana Cara Mendapatkan Teman Sejati?

Foto: www.freepik.com

Terdapat dua cara untuk menemukan teman sejati menurut Reisqita, di antaranya adalah:

  • Menjadi diri sendiri

Just be yourself, tidak perlu berpura-pura jadi orang lain hanya untuk dapat teman. Selain karena berpura-pura itu melelahkan, pada akhirnya berpotensi mengecewakan diri sendiri dan orang lain juga,” ungkapnya.

  • Temukan mereka yang ‘satu frekuensi’ denganmu

Common similarities atau kesamaan dalam hal tertentu bisa memudahkan kita dalam menjalin pertemanan jangka panjang. “Kesamaan ini bisa dalam hal nilai atau prinsip yang dianut, minat, karakter, atau hobi. Semakin banyak persamaan, semakin banyak hal yang bisa di-share bersama dan biasanya akan semakin lekat relasinya,” tambahnya.

Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia adalah teman yang tepat untuk kita?

“Teman yang tepat akan mengapresiasi kualitas positif dari diri kita dan akan menerima kualitas yang negatif tetapi dengan tetap memberi dukungan untuk melakukan improvement,” jawab Reisqita.

Ia juga menambahkan bahwa teman yang baik tidak akan membiarkanmu ‘tenggelam’ dalam kualitas negatif itu. Kualitas yang dimaksud yakni bisa berupa sifat, kebiasaan, atau perilaku.

“Jadi ketika ada teman yang mengoreksi sisi negatif kita, tidak selalu berarti mereka tidak mau terima kita apa adanya. Bisa jadi itu justru karena mereka peduli dengan diri kita. Hindari terburu-buru menganggap mereka fake atau toxic,” jelasnya. 

Bagaimana Cara Memperpanjang Umur Pertemanan?

Foto: www.pexels.com

Untuk memperpanjang umur petemanan hingga bisa dijuluki teman sejati, hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni:

Membuat fondasi pertemanan 

Kamu bisa membuat fondasi pertemanan yang bagus, biasanya diawali dengan kejujuran, keterbukaan, dan kesediaan untuk berbagi vulnerability atau kerentanan yang menjadi salah satu penyebab stres. Sehingga rasa percaya terhadap satu sama lain akan terbangun. 

Adanya timbal balik

Pertemanan adalah relasi resiprokal, perlu adanya usaha timbal balik. “Jadi, perlakukan teman sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Contohnya dengan saling menjadi pendengar yang baik, serta menunjukkan empati saat teman dalam kesulitan,” ungkapnya.

Quality over quantity

Walaupun tidak bisa sering atau berlama-lama untuk bertemu, pastikan interaksi tetap terjalin. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat janji rutin untuk tatap muka seperti makan siang, makan malam, atau liburan bersama. Selain itu kamu juga bisa melakukan telepon atau video call jika berada dalam jarak jauh. 

“Asalkan saat sedang berinteraksi, kita melakukannya dengan mindful (here and now) dan tidak disibukkan dengan hal lain yang berpotensi menurunkan kualitas interaksi. Contohnya selama pandemi ini, saya rutin nonton bareng online dengan sahabat setiap weekend dan selama nobar saya silent handphone supaya saya bisa fokus berinteraksi dengan sahabat,” tutur Reisqita.

Kesimpulan

Teman Sejati
Foto: www.pexels.com

Memiliki teman sejati ternyata dapat memengaruhi kehidupan kita menjadi lebih baik dalam segala aspek. “Teman sejati itu langka, jadi pastikan kalau kita merasa sudah memilikinya, kita jaga dan pelihara dengan baik agar manfaat pertemanan itu dapat terus dirasakan bersama,” sarannya.

Jika memang belum memiliki teman sejati, Reisqita menyarankan untuk mencari dan menemukannya dengan cara bijak, yakni menjadi diri sendiri. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menemukan teman sejati.

Selanjutnya: Apakah Perlu Memberi Tahu Teman Jika Suaminya Selingkuh?