Tanya Psikolog: Bagaimana Cara Mengatasi Patah Hati?

patah hati
Foto: www.rawpixel.com

Uhh, patah hati memang sangat, amat, super tidak menyenangkan. Jika kamu sedang mengalami patah hati dan ingin terbebas dari situasi ini, maka kamu berada di laman yang tepat karena LIMONE telah menghubungi Henni Budiastuti, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog klinis dari RS Umum Daerah Kota Tarakan untuk membahas bagaimana cara mengatasi kondisi.

Apa Itu Patah Hati?

patah hati
Foto: www.rawpixel.com

“Patah hati adalah kondisi di mana seseorang merasa terpukul dengan sebuah keadaan. Biasanya patah hati terjadi karena ekspektasi kita terhadap suatu hal tidak sebanding dengan realita," katanya

Dan seandainya kamu butuh penguatan: "Patah hati merupakan kondisi yang wajar,” jelasnya.

Henni menambahkan bahwa setiap orang dapat mengalami kondisi ini dengan gejala yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dengan bagaimana cara mengatasi stres yang dimiliki. Namun, gejala pada umumnya adalah menangis, jantung berdetak lebih lemah dari biasanya, badan terasa lemas, dan cenderung selalu menyendiri.

Penyebab yang paling umum dari broken heart biasanya karena kehilangan orang yang dicintai, baik itu pacar, orang tua, teman, atau keluarga. Tidak jarang kondisi ini juga disebabkan karena cinta bertepuk sebelah tangan. 

Lalu, apakah kondisi hati yang hancur berkeping-keping ini dapat mengubah kepribadian seseorang?

“Tentu. Semua gejala patah hati pasti berdampak pada kehidupan kita. Seseorang yang dulunya ceria, ketika patah hati bisa menjadi orang yang paling murung. Orang yang dulunya amat rajin, ketika mengalami patah hati dapat membuatnya menjadi sangat malas beraktivitas,” jawabnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Patah Hati?

Foto: www.unsplash.com

Mengalami patah hati ternyata dapat berdampak pada kehidupanmu, apalagi berlarut-larut. Namun di sisi lain, kehidupan terus berjalan sehingga perlu dilakukan usaha untuk bangkit dan kembali menikmati hidup.

Baca Juga :  Bagaimana Menghadapi Pasangan yang Super Duper Cuek

Menerima keadaan

Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah menerima keadaan. Ketika ingin menangis, maka kamu dapat melakukannya. “Karena menangis merupakan sebuah terapi yang dapat melepaskan oksitosin dan opioid endogen atau yang biasa dikenal dengan endorphin. Ini adalah zat kimia yang menimbulkan efek menenangkan untuk membantu meringankan rasa sakit baik fisik maupun psikis, seperti patah hati,” paparnya.

Untuk itu, kamu dapat menyadari dan merasakan bahwa kamu sedang sedih dan sedang merasakan hal yang tidak membuatmu nyaman. Hal ini merupakan bagian dari prosesmu untuk menjadi lebih baik.

Menuliskan hal negatif yang muncul 

Kamu dapat menuliskan hal-hal negatif yang muncul selama hubunganmu (dengan pasangan) berlangsung. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk seseorang dapat move on dari kondisi ini. “Namun apabila menurut kamu hal negatif itu justru berasal dari diri sendiri, maka jangan menyalahkan diri sendiri. Ingat-ingat hal positif yang sudah kamu lakukan dalam hubungan tersebut,” ujarnya.

Mencintai diri sendiri

Poin penting yang dapat kamu lakukan adalah mencoba untuk mencintai diri sendiri. Dengan ini, maka kamu akan menyadari bahwa tidak perlu terus-menerus menangisi orang lain. Soalnya, ada dirimu sendiri yang perlu diperhatikan dan perlu dicintai.

Mencari dukungan emosional

Kamu dapat mencari dukungan emosional baik dari teman terdekat maupun keluarga. “Hal ini dapat meringankan beban patah hati yang dirasakan,” tambahnya.

Sadari perjalanan hidup masih panjang

Ketika patah hati, kehidupan akan terus berlanjut dan setiap orang mampu melewati permasalahan yang terjadi dalam hidupnya dengan prosesnya masing-masing.

Jangan mengingat kenangan yang pernah ada

Apabila memiliki foto atau barang-barang pemberian sang mantan, cukup memandanginya dengan sejenak kemudian sadari bahwa barang-barang tersebut merupakan bagian dari masa lalu. “Dan beri semangat pada diri bahwa masa lalu hanya sebagai pelajaran yang memang perlu dilalui sebelum akhirnya menuju masa depan yang lebih baik. Setelah itu singkirkan semua barang tersebut dari penglihatanmu,” sarannya.

Baca Juga :  Sudah Putus—Perlukah Mencari Cara Membuat Mantan Menyesal?

Belajar dari pengalaman

Tak hanya yang dialami oleh dirimu sendiri, kamu juga dapat belajar dari pengalaman orang lain. Hal ini dapat membantumu untuk kembali bangkit dari kondisi patah hati.

Menjalani kembali kegiatan yang tertunda

Kamu dapat mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan yang mungkin sebelumnya sempat terhenti karena sibuk dengan pasanganmu. “Seperti hobi yang tertunda yang belum sempat dilakukan misalnya masak, olahraga, membaca buku,” tuturnya.

Jangan mencari gambar atau kata-kata terkait patah hati

Hal ini perlu dihindari karena akan membuatmu semakin terpuruk. Untuk itu kamu bisa menggantinya dengan kata-kata yang mengandung kalimat positif. 

Mencari hikmah dari kejadian patah hati

Semua kejadian pasti ada hikmahnya, begitupun dengan patah hati. Berbaik sangkalah kepada Tuhan dan selalu yakin ada pelangi setelah turunnya hujan.

Bagaimana Membantu Teman yang Mengalami Patah Hati?

Foto: www.pexels.com

Ketika orang terdekat atau teman kita mengalami kondisi ini, tentunya kita pasti ingin membantunya melewati kondisi ini. Henni menyarankan untuk melakukan 3 M, yakni mendengarkan, memfasilitasi, dan menghubungkan.

Mendengarkan

Kamu dapat mendengarkan segala keluh kesah yang dirasakan oleh temanmu. Namun perlu diingat untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang menghakimi, “Seperti ‘Ya elah gitu aja sedih’, ‘ Lebay ah gitu doang’,. Atau, ‘Bodoh banget lo nangisin cowok,'” ucapnya.

Memfasilitasi

Untuk memfasilitasi, hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. “Mengajak ke rumah dan membiarkan kamarmu menjadi tempatnya untuk berkeluh kesah. Atau memberikan tissue ketika ia menangis, mengantarkannya ke tempat yang ia sukai, atau menyediakan bahu untuk bersandar,” sarannya.

Menghubungkan

Langkah akhir yang kamu bisa lakukan adalah ketika ia membutuhkan bantuan dari tenaga profesional. Kamu dapat memberi informasi terkait tenaga profesional yang tersedia di daerahmu atau bila perlu pergi menemaninya secara langsung. “Atau apabila ia merasa malu untuk menghubungi langsung, maka bantulah untuk menghubungi tenaga profesional dan atur jadwal sesuai kesediaan dari kedua belah pihak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Apakah Kamu Perlu Memiliki Relationship Goals? Seorang Psikolog Menjawab

Kesimpulan

patah hati
Foto: www.pexels.com

Patah hati memang merupakan kondisi wajar yang dapat dialami oleh semua orang. Namun jika kamu merasakan kesedihan dalam jangka waktu yang panjang, maka kamu perlu mencari bantuan tenaga profesional.

“Apabila patah hati yang dirasakan sampai berlarut-larut dan mengganggu aktivitas sehari-hari dalam waktu dua minggu berturut-turut, segera cari bantuan ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater,” anjurnya.

Penting untuk selalu diingat bahwa kamu perlu untuk mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. “Karena saat kamu kehilangan orang yang kamu cintai, kamu masih bisa menemukan cahaya dirimu dalam kegelapan. Tetapi saat kamu terlalu mencintai orang lain dan lupa untuk mencintai diri sendiri, maka kamu tidak akan menemukan cahaya dirimu sendiri,” paparnya.

Dengan mencintai dan mengenal dirimu sendiri, maka kamu akan mengetahui bagaimana cara untuk menghibur diri. Begitupun sebaliknya, ketika kamu tidak mengenal dirimu sendiri, maka kamu hanya akan fokus untuk menghibur orang lain dan lupa bagaimana cara menghibur diri sendiri.

Selanjutnya: Mengapa Kamu Baperan?