Apakah Frozen Collagen Memiliki Efek Samping? Dokter Kulit Ini Menjelaskan

efek samping frozen collagen
Foto: www.stocksy.com

Ini tidak ada hubungannya dengan Elsa atau Anna atau Sven dan lagu “Let It Go“. (Oh, atau mungkin ada hubungannya mengingat kulit wajah kakak adik itu seperti porselen?) Meski nama depannya mirip, kali ini adalah sesuatu yang disebut frozen collagen yang semakin popular terutama di kalangan skincare enthusiast. Jika kamu belum pernah memakai frozen collagen, tapi sering mendengarnya dan ingin mencobanya, kamu tidak salah membuka laman ini. Atau kamu adalah orang yang beberapa kali diberitahukan tentang hal ini dan ingin mencobanya tapi belum yakin dengan efek samping frozen collagen —kamu juga berada di laman yang tepat.

LIMONE menghubungi dr. Stefani Nurhadi, M.Biomed, Sp.KK, seorang dokter spesialis kulit di Acne Institute Dermatology Clinic Surabaya dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya. Berikut penjelasan beliau tentang produk ini dan apakah frozen collagen memiliki efek samping.

Apa Itu Kolagen?

efek samping frozen collagen
Foto: www.freepik.com

Sebelum membahas tentang efek samping frozen collagen, mari mencari tahu: apa sebenarnya kolagen?

“Kolagen adalah protein yang paling banyak di tubuh kita. Kolagen merupakan salah satu komponen utama yang membentuk kulit, otot dan tulang kita. Kolagen juga banyak ditemukan pada bagian tubuh lainnya seperti pembuluh darah, mata dan gigi,” jelas Dokter Stefani.

Lebih dalam dirinya menerangkan bahwa di kulit, kolagen bertanggung jawab  membentuk struktur, stabilitas dan kekuatan pada kulit lapisan dermis.

Dan satu hal tentang kolegan yang wajib kamu tahu: “Seiring dengan bertambahnya usia, produksi kolagen di tubuh kita juga menurun, dan diperparah lagi dengan adanya photo-aging (penuaan akibat paparan sinar matahari). Pada saat photo-aging terjadi kolagen dipecah oleh suatu enzim sehingga terjadi kerusakan kulit bagian dermis. Tanda-tanda yang tampak antara lain kulit menjadi kendur dan keriput,” paparnya.

Menurut Dokter Stefani, tubuh kita kita sendiri dapat memproduksi kolagen. “Awalnya dalam bentuk prokolagen yang berasal dari asam amino. Prokolagen kemudian diproses dengan bantuan vitamin C menjadi kolagen. Sehingga bila kita ingin tubuh kita memproduksi kolagen yang cukup, sebenarnya kita cukup mengonsumsi makanan yang kaya asam amino seperti daging ayam, ikan, seafood, telur, tahu. Vitamin C bisa dari buah-buahan seperti jambu biji, kiwi, jeruk, strawberry, paprika, dan lain-lain,” terangnya.

Apa Itu Frozen Collagen?

efek samping frozen collagen
Foto: www.freepik.com

Lalu mengapa ada frozen collagen?

Frozen collagen termasuk salah satu dari suplemen mengandung kolagen yang hit saat ini yang diklaim dapat ‘memutihkan kulit¸ membuat kulit bersih, glowing¸ memberi nutrisi ke kulit sehingga kulit dapat memproduksi sel yang baru dan lebih berkualitas,'” terangnya.

Eits, tidak hanya itu, Dokter Stefani membeberkan klaim khasiat yang dijanjikan oleh frozen collagen. Di antaranya bisa: membuat rambut menjadi lebih panjang dan lebat¸ memberi nutrisi ke tulang, sendi, dapat menyembuhkan penyakit tulang dan sendi. Plus, memperkuat kuku¸ membuat warna puting susu menjadi lebih pink¸ membasmi jerawat¸ memudarkan bekas jerawat, luka, hitam dan flek yang menahun. Dan membasmi bekas luka¸ membantu detoksifikasi tubuh, dapat melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

Wow, terdengar seperti keajaiban dunia ke-10. Adakah unsur kebenaran dalam semua klaim tersebut?

“Klaim-klaim yang disebutkan sebenarnya bukan semata-mata efek dari kolagennya tetapi dari berbagai kandungan vitamin dan antioksidan yang ada di dalamnya seperti glutation, vitamin C, coenzyme Q10, zinc, dan lain-lain,” jawabnya.

Ah.

“Bedanya dengan kolagen yang diproduksi oleh kulit adalah kolagen pada produk berasal dari ikan. Dan seperti protein pada umumnya yang kita konsumsi, maka protein (termasuk kolagen pada produk) akan dipecah oleh tubuh kita menjadi asam amino yang merupakan bahan baku untuk membentuk kolagen di tubuh kita,” terangnya.

“Namun segala sesuatu yang kita makan tentu melalui berbagai proses pencernaan, yang ketika sampai di lambung akan dicerna oleh asam lambung, sehingga bahan yang diserap juga hanya sebagian. Dan nantinya bahan yang sudah terserap tersebut akan didistribusikan ke seluruh organ tubuh terutama organ yang membutuhkan. Bisa ke sendi, jantung, pembuluh darah, kulit, dan lain-lain,” paparnya.

Apa Manfaat Frozen Collagen?

Foto: www.freepik.com

Seperti yang disebutkan di atas, frozen collagen bermanfaat sebagai suplemen protein untuk tubuh.

Dan jika kamu bertanya-tanya apakah butuh mengonsumsi suplemen ini… “Butuh atau tidaknya tergantung setiap orang,” tutur Dokter Stefani.

Menurutnya, ada orang yang kurang dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya lewat makanan sehingga dapat memenuhi kebutuhannya dengan suplemen seperti frozen collagen.

Oh, seandainya kamu belum tahu, ternyata ada frozen collagen dan liquid collagen. Apakah ada bedanya antara kedua jenis kolagen ini?

“Beda bentuknya saja. Pada umumnya bahan yang berbentuk cairan lebih cepat dan mudah diserap tubuh daripada bentuk padat,” jawabnya.

Dan kamu, “boleh gunakan yang mana saja. Namun perlu diingat bahwa berbagai manfaat yang disebutkan itu membutuhkan waktu yang bersifat jangka panjang, tidak bisa sekali minum. Perlu juga konsumsi makanan bergizi lainnya,” sarannya.

Plus: “Jika kamu seseorang yang ingin menjaga berat badan, berjerawat atau diabetes, sebaiknya tidak minum minuman kolagen yang manis-manis” anjurnya.

Bagaimana dengan Efek Samping Frozen Collagen?

Foto: www.freepik.com

“Secara umum seharusnya aman karena bersertifikat FDA (Food and Drug Administration), ISO (International Organization for Standardization), dan GMP (Good manufacturing practice),” tegasnya. Dan pastikan produk frozen collagen itu sudah bersertifikasi BPOM.

Meski memang ada beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi, terutama jika mengonsumsi suplemen kolagen yang manis. Yakni, breakout jerawat, berat badan bertambah dan glukosa darah meningkat.

Berhubung frozen collagen dalah sebuah suplemen, seberapa sering kita sebaiknya mengonsumsinya?

Yang jelas: tidak harus tiap hari.

“Kan makanan kita sehari-hari juga menyumbang bahan-bahan untuk produksi kolagen. Jadi, suplemen dapat bersifat sebagai makanan tambahan,” ujarnya.

“Cuma kalau tujuannya untuk mengencangkan kulit, misal wajah, lebih baik gunakan treatment yang langsung ke wajah, seperti laser, microneedling, filler, dan lain-lain. Karena minum suplemen, efeknya akan ke seluruh organ tubuh, tidak spesifik ke kulit. Dan yang sampai ke kulit juga sebagian kecil karena pertama sudah dipecah oleh asam lambung, kedua bahan tersebut kan ke seluruh organ tubuh,” bebernya.

Kesimpulannya: jika tujuanmu adalah kesehatan tubuh secara umum, dipersilakan mengonsumsi frozen collagen.

Di atas semuanya itu: “Jangan lupa makan dengan gizi seimbang juga, ya,” sarannya.

Selanjutnya: Adakah menu diet yang ideal untuk semua orang? Berikut penjelasan dokter gizi.

podcast button