Apa Sebenarnya Fungsi dari Asam Amino? Ini Penjelasan Ahli Gizi

fungsi asam amino
Foto: www.gettyimages.com

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, memastikan asupan nutrisi yang tepat merupakan hal yang wajib dilakukan. Selain karbohidrat, lemak, dan vitamin, mungkin kamu juga sering mendengar asam amino yang katanya diperlukan untuk tubuh. Namun, apa sebenarnya fungsi asam amino dan bagaimana mengonsumsinya dengan tepat?

Simak penjelasan dari Kiswatul Hidayah, S.Gz., M.Sc. Founder Daster.gizi yang akan menjelaskan fungsi asam amino dan cara mengonsumsinya dengan tepat.

Apa Itu Asam Amino dan Fungsinya?

fungsi asam amino
Foto: www.freepik.com

Menurut Kiswah, “asam amino merupakan stuktur dasar protein. Dengan kata lain, protein terdiri dari banyak asam amino yang bergabung dalam ikatan peptide,” ujarnya.

Seseorang perlu mengonsumsi asam amino karena nutrisi tersebut “merupakan bagian inti dari protein. Maka mengonsumsi asam amino menjadi suatu keharusan untuk menunjang fungsi protein dalam tubuh, seperti pertumbuhan, hormonal, dan lainnya,” terangnya.

Asam amino merupakan “gugus pembentuk protein. Jadi antara asam amino satu dengan yang lain akan berikatan dan berinteraksi membentuk protein khusus untuk menjalankan fungsinya,” ucapnya.

“Secara umum fungsi asam amino dapat dikaitkan dengan fungsi protein pada tubuh, yakni sebagai zat pertumbuhan, pembentukan komponen struktural, pengangkut dan penyimpan zat gizi, enzim, pembentukan antibodi, dan sumber energi,” terangnya.

Hampir semua asam amino memiliki fungsi khusus dalam tubuh, “seperti prekursor beberapa vitamin, pembentukan hormon, pigmen kulit dan rambut atau bahkan penunjang sintesis asam amino lain,” lanjutnya.

Beberapa jenis asam amino dapat diperoleh melalui sintesis alami di dalam tubuh, “seperti yang sudah terklasifikasi dalam golongan asam amino non esensial, meskipun golongan asam amino ini juga dapat kita peroleh dari makanan,” jelasnya.

“Asam amino dapat diperoleh dari sumber makanan yang mengandung protein. Baik protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, telur, ikan, udang, susu, dan lainnya, serta juga protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, gandum, bahkan nasi,” lanjut Kiswatul.

Apa Saja Jenis-jenis dari Asam Amino?

fungsi asam amino
Foto: www.stock.adobe.com

Sesungguhnya, terdapat 20 jenis asam amino. “Dari segi gizi, asam amino dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni asam amino esensial, non esensial, dan non esensial bersyarat,” papar Kiswatul.

Asam amino esensial

Asam amino esensial ini merupakan jenis asam amino yang tidak diketahui mekanisme sintetisnya di dalam tubuh. “Sehingga perlu didapatkan dari makanan, yang terdiri dari isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, valin, dan histidin,” ujarnya.

Asam amino non esensial

Untuk jenis asam amino yang satu ini, dapat disintesis di dalam tubuh. Terdiri dari alanine, arginine, asam aspartat, asparagine, asam glutamate, glutamin, glisin, prolin, dan serin,” lanjutnya.

Asam amino non esensial bersyarat

Jenis asam amino ini mungkin akan menjadi esensial pada kondisi tertentu, yang terdiri dari sistein dan tirosin.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Asam Amino yang Tepat?

Foto: www.freepik.com

Setiap jenis protein pada tiap bahan makanan memiliki kandungan asam amino yang berbeda-beda. “Jadi untuk memperoleh asupan asam amino yang baik, diperlukan pola makan gizi seimbang yang mencakup sumber protein dari berbagai bahan. Terutama pada sumber protein nabati, di mana satu bahan makanan memiliki kadar yang rendah pada satu atau lebih jenis asam amino,” ungkapnya.

Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengombinasikan satu produk dengan produk nabati lainnya. “Sebagai contoh beras yang kadar lisinnya rendah, dapat dikombinasikan dengan protein lainnya yang memiliki kadar lisin lebih banyak seperti kacang-kacangan,” imbuhnya.

“Campuran makanan ini akan menghasilkan mutu protein yang lebih baik dan dapat mendukung pertumbuhan dan fungsi protein menyeluruh pada tubuh,” ujar Kiswatul.

Untuk kadar normal asam amino pada tubuh, hal ini dapat digambarkan melalui pola kecukupan asam amino pada tabel di bawah ini.

Adakah Risiko yang Ditimbulkan Ketika Seseorang Kurang dan Kelebihan Mengonsumsi Protein Ini?

Foto: www.freepik.com

Kiswatul menuturkan bahwa “tidak mengonsumsi asam amino berarti tidak mengonsumsi protein. Hal yang terjadi adalah kekurangan protein tubuh. Padahal, protein memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan pembentukan hormon, enzim, hingga pembentukan energi,” ungkapnya.

“Maka dapat dipastikan seseorang dengan pola konsumsi yang rendah protein akan mengalami kondisi kurang gizi. Dan kondisi ini banyak terjadi pada bayi dan balita,” lanjutnya.

Secara spesifik, “kekurangan protein dibagi menjadi kondisi kwarshiorkor, marasmus, dan gabungan keduanya disebut marasmic-kwarshiorkor atau Energy-Protein Malnutrition atau Kurang Energi-Protein (KEP) yang merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia,” tuturnya.

Sesungguhnya, “di dalam tubuh tidak ada persediaan besar asam amino. Kelebihan asam amino untuk keperluan sintesis protein dan berbagai ikatan nitrogen-bukan-protein akan dimetabolisme. Jadi secara normal, asam amino akan dimetabolisme secara dinamis dan berkelanjutan untuk memilihara persediaan asam amino untuk memenuhi kebutuhan asam amino oleh berbagai sel tubuh,” tuturnya.

Kiswatul menambahkan bahwa “kelebihan konsumsi asam amino sebenarnya jarang terjadi. Namun, ada kalanya seseorang mengonsumsi protein secara berlebihan yang menyebabkan kelebihan asam amino dalam tubuh. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak kurang baik,” lanjutnya.

“Kelebihan asam amino akan memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen sebagai hasil akhir metabolisme asam amino. Selain itu, kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan ureum darah, dan demam,” jelasnya.

Kesimpulan

fungsi asam amino

Karena fungsi asam amino sangat berperan penting bagi tubuh, maka pastikan kamu mendapatkan kadar nutrisi ini dengan cukup. Pasalnya, kekurangan protein dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Kiswatul berpesan, “tidak hanya asam amino atau protein, konsumsilah semua zat gizi sesuai kecukupan, tidak kurang dan tidak lebih. Dan jangan lupa aktivitas fisik setiap hari untuk menunjang proses metabolisme semua zat gizi dalam tubuh sehingga kita bisa mendapatkan tubuh yang sehat,” sarannya.

Selain asam amino, terdapat beberapa nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. “Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral adalah zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tubuh serta perlu dicukupi dari asupan makan yang baik dan seimbang. Semua zat gizi tersebut diperlukan dengan persentase dan kebutuhan yang berbeda pada tiap individu,” ujar Kiswatul.

Sederhananya, “menjalankan pola hidup sehat dan seimbang merupakan kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Pola hidup ini mencakup pola makan dan aktivitas yang harus dipenuhi setiap harinya dengan seimbang. Gambaran pola hidup seimbang tercantum dalam tumpeng gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kemenkes,” terangnya.