Skincare 101: Wajib Tahu Sebelum Mencoba Microneedling

Foto: www.stocksy.com

Jika kamu adalah tipe orang bersedia melakukan apa pun untuk menjadi cantik dan mendapatkan kulit sehat, microneedling mungkin harus ada di dalam kosa katamu. Dari namanya terdengar… ehm, mengintimidasi dan bikin keder (jarum!). Apakah semengerikan itu? LIMONE menghubungi seorang dokter kecantikan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang prosedur ini. Dan adakah manfaatnya? Semoga jawabannya ‘iya’ ya, apalagi setelah bertemu jarum!

Definisi Microneedling

Foto: www.shutterstock.com

Dokter kecantikan, Amalia Ahdia, Dipl. CIBTAC dari Klinik Galuh Banjar mengatakan selain botox dan filler, ada satu perawatan kecantikan medis yang juga populer yaitu microneedling (MTS), yaitu terapi induksi kolagen. Pada awalnya prosedur ini diperkenalkan untuk peremajaan kulit. Namun, seiring perkembangannya, microneedling juga dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit lain. “Misalnya menghilangkan bekas luka, jerawat, stretch mark, kerutan, flek hitam, serta pori-pori besar,” katanya.

Microneedling melibatkan roller kecil atau alat mirip pena dengan jarum-jarum kecil (microneedle) untuk membuat kulit berlubang untuk akhirnya mendapatkan segala manfaatnya. Istilahnya, jarum-jarum tersebut ‘membuka pintu’ ke dalam kulit untuk membantu menstimulasi kolagen-kolagen baru dan membantu produk-produk rejuvinasi serta antioksidan bekerja lebih efektif.

Meski efektif untuk merawat wajah, Dokter Amalia menyarankan untuk tidak melakukannya di rumah—sendiri. “Sebaiknya jangan dilakukan oleh yang bukan medis. Soalnya pernah terjadi, karena sebuah kesalahan memutar alur, bopengnya tambah parah. Atau terlalu dalam sehingga terjadi PIH (Post Inflammatory Hyperpigmentation).”

Manfaat dan Biaya Microneedling

Foto: www.flipboard.com

Jika dilakukan dengan tepat, microneedling bisa menghilangkan bekas luka, jerawat, strechmark, kerutan dan pori-pori serta flek. Apalagi jika terapi MTS dikombinasi dengan serum-serum tertentu.”

Dengan kata lain, microneedling adalah solusi tepat untuk mengobati masalah kulit yang dialami perempuan. “Selama ini yang paling banyak untuk melakukan MTS adalah [mereka yang memiliki] scar atau bopeng atau bekas cacar dan jerawat,” imbuh Dokter Amalia. “Sekarang MTS yang paling bagus adalah MTS yang dikombinasikan dengan serum plasma darah sendiri yang dinamakan dengan PRP atau Facial Vampire.”

Bahkan sebuah penelitian mengatakan bahwa microneedling bisa membantu kesehatan kulit kepala. Ini berarti bisa mengobati dan mencegah rambut rontok, sehingga rambut lebih sehat.

Dan manfaat ini bisa kamu dapatkan setelah merogeh kocek sekitar Rp300.000 sampai Rp600.000 sekali datang. “Biasanya harga cenderung lebih murah dan terjangkau, yaitu sekitar 300.000 sampai 600.000-an.” ungkapnya. Meski begitu, menurutnya, “perawatan ini harus dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.”

Ini yang Harus Kamu Tahu Sebelum Melakukan Microneedling

Foto: www.flipboard.com

Dokter Amalia mengatakan sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan ini, sebaiknya perlu konsultasi dengan dokter kulit atau dokter estetika berlisensi. Serta, dianjurkan untuk lebih aktif bertanya.

“Pastikan kamu untuk mengajukan pertanyaan tentang proses perawatan secara spesifik, beserta rincian mengenai reaksi kulit dari pasien yang pernah ditangani mereka. Kemudian pastikan kamu merasa nyaman dengan jawaban tersebut,” ujarnya.

Berbicara tentang reaksi, adakah sampingnya?  “Sejauh ini tidak ada efek samping bila pasien kooperatif dan melakukannya sesuai anjuran dokter,” sarannya mengakhiri. “Nah, bagi yang lagi jerawatan banget dan lagi frosting, break out, dan radang banget—sebaiknya jangan dilakukan dulu. Tunggu sampai jerawat reda.”

Ini yang Terjadi Saat Proses Microneedling

Foto: www.gettyimages.com

Prosedur microneedling, biasanya: pertama, wajah di-facial atau dibersihkan. Lalu, diolesi anestasi krim selama kurang lebih dari 20 sampai 30 menit.

Kemudian, anestasi krim akan dibersihkan. Setelahnya, “dengan dermaroller atau needle pen, wajah pasien dilukai kecil-kecil sampai ke lapisan yang diinginkan. Kemudian baru dioles serum sesuai kebutuhan kulit,” papar Dokter Amalia lagi-lagi berdasarkan pengalamannya. “Kalau saya lebih suka serum dioles menggunakan meso non-needle agar lebih meresap. Kemudian baru difototerapi selama 15 menit.” FYI, seperti namanya, meso non-needle atau injection-free mesotherapy atau needle-free mesotherapy, no-needle mesotherapy atau virtual mesotherapy adalah mesoterapi tanpa melibatkan suntikan.

Setelah proses ini selesai, Dokter Amalia mengatakan pasien akan bisa langsung melihat efeknya. “Akan ada sedikit kemerahan setelah treatment. Namun setelah kemerahan tersebut lenyap, pasien akan menyaksikan kulit jadi lebih glowing dan plump,” sambungnya.

Dokter Amalia menyarankan untuk mengulang perawatan microneedling dalam waktu sekali sebulan atau dua bulan sekali.

Panduan Sebelum dan Sesudah Microneedling

Foto: www.gettyimages.com

“Sebelum MTS, sebaiknya tidak memakai krim malam terlebih dahulu selama 24 sampai 48 jam agar terapi lebih maksimal,” saran.  “Kemudian setelah terapi, saya sarankan jangan memakai krim malam dulu selama 3 hari. Serta tidak memakai bedak dan krim kosmetik selama 3 hari karena bisa menyumbat pori-pori selama penyembuhannya.”

Itu yang sebaiknya tidak dilakukan. Sementara untuk hal yang tetap anjurkan: pemakaian tabir surya. “Sunblock tetap wajib dipakai saat pagi dan siang apalagi jika ingin keluar rumah. Serum juga boleh dipakai,” paparnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan setelah mencobanya? “Kalau saya pribadi, pasien-pasien di klinik setelah 4 atau 5 hari post MTS, perlu melalukan hydrapeeling facial,” ujarnya.

Bagaimana menurutmu—apakah ingin mencoba microneedling? Atau jangan-jangan kamu sudah pernah mencobanya? Dan ini satu hal lain yang sebaiknya tidak kamu coba di rumah.