Skincare 101: Segala Sesuatu yang Harus Kamu Tahu tentang Acid

Foto: www.shutterstock.com

Mengetahui latar belakang sainsnya mungkin tidak terlalu menarik dibandingkan mencobanya langsung ke atas kulit. Akan tetapi, dikarenakan sering kali melihat kata “acid” di berbagai produk kulit, tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih dalam empat huruf ini. Dan apa sih, sebenarnya manfaat acid!

Luciana Hendrawan, Mkes, menjelaskan bahwa ada Tiga Definisi Ahli yang umum tentang asam. “Menurut Arrhenius, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium ketika larut dalam air, sementara menurut Bronsted-Lowry asam adalah pemberi proton pada basa. Serta Lewis, asam sebagai penerima pasangan elektron dari basa,” ungkap praktisi dokter estetik ini pada LIMONE.

Kenali Jenis-Jenis Asam

Pendiri Beautyme Aesthetic Clinic, Bandung dan Beauderm Aesthetic Clinic, Jakarta ini memaparkan asam dapat dibedakan menjadi dua, asam organik dan asam anorganik. Asam organik adalah asam karboksilat atau asam yang terbentuk karena persenyawaan dengan senyawa organik (misalnya hidrokarbon), sementara asam anorganik adalah asam yang terbentuk karena persenyawaan dengan senyawa anorganik (misalnya hidrogen dengan klorin).

“Selain asam-asam di atas merupakan asam lemah, misalkan asam askorbat, asam karbonat, asam sitrat, asam etanoat, asam laktat, dan asam fosfat,” sebutnya melalui e-mail.

Apa Sebenarnya Manfaat Acid bagi Kulit?

Diyakini, adanya asam menjaga kadar pH kulit tetap seimbang. Jadi dengan kata lain, “tentu berguna menyeimbangkan PH kulit wajah,” jelas Luciana.

“Saat kekurangan asam, akan mengganggu keseimbangan pH kulit wajah, sehingga dapat menimbulkan berbagai macam keluhan pada kulitmu,” katanya.

“Banyak manfaat asam bagi tubuh,” sambungnya, “di antaranya sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu menangkal radikal bebas. Kandungan vitamin C di dalamnya akan membuat wajah tampak cerah alami. Serta bisa menjadi bahan untuk eksfoliasi dan melawan bakteri pada kulit.” Banyak ya, manfaat dan pentingnya asam bagi kulit tersayang.

Apa sih, pH itu?

pH (Potential Hydrogen) adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur kadar keasaman. “Nilai pH diukur mulai dari 1 sampai 14. pH tergolong asam jika angka tersebut menunjuk angka mulai dari 1 – 6, atau di bawah 7. Sementara pH netral adalah 7. mulai dari angka 8 – 14, kadar pH tersebut tergolong sebagai basa,” saran Luciana dalam mengukur tingkat kadar pH yang dibutuhkan.

“Kulit yang kadar pH-nya terlalu basa bisa menjadi terlalu kering dan sensitif. Sedangkan jika kadar pH kulit terlalu asam (di bawah 4), kulit bisa meradang, timbul banyak jerawat dan bisa terasa sakit saat disentuh. Maka pilihlah kadar pH yang tepat,” sarannya.

Lalu, Apa Jenis Asam  yang Dibutuhkan Kulit ?

Memiliki fungsi yang berbeda, asam akan berguna secara optimal jika digunakan pada kondisi kulit yang tepat. Sebelum membahas lebih jauh, kamu perlu mengetahui kandungan asam yang sesuai dengan jenis kulitmu. “Untuk kulit berminyak, kandungan AHA/ BHA, kulit kering pilihlah kandungan HA, terakhir kandungan ZA khusus atasi kulit yang dilanda melasma,” ujar Luci.

Dan apakah beda usia beda kebutuhan asam? “Pada dasarnya tubuh butuh pH yang balance,” Luciana menambahkan. “Untuk wanita dewasa, kondisi terbaik pH cenderung ke golongan asam atau berada di kadar 4,2 – 5,6 karena asam dikenal sebagai pelindung dari polusi, bakteri, kotoran, dan racun.”

Lalu, Apa Jenis Asam yang Terkandung di dalam Skincare?

Kita sering membaca ini dalam produk perawatan kulit lactid acid, hyaluronic acid, glycolic acid, salicylic acid, dan azelaic acid.  Apakah semua itu?

Glycolic acid dan lactic acid termasuk dalam golongan alpHa hydroxy acids (AHA). Kedua golongan asam ini bersifat alami maupun dibuat secara sintetis,” tutur Luci.

Praktisi kecantikan ini mengutarakan b ahwa glycolic acid merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan di dalam produk-produk kosmetik. Perbedaan dari dua kandungan asam yang tergolong AHA itu adalah glycolic acid biasanya terbuat dari gula tebu, sedangkan lactic acid terbuat dari susu.

“Sementara, untuk kandungan hyaluronic acid secara normal terdapat pada produk yang berfungsi menjaga kelembapan dan kadar air baik di dalam kulit,” bebernya lebih lanjut.

Salicylic acid atau lebih dikenal dengan beta hydroxy acid (BHA) secara alami didapat dari kulit pohon Willow,” jelasnya. “Senyawa BHA memiliki sifat keratoplasti (merangsang pertumbuhan kulit dan penyembuhan luka) dan keratolitik (menipiskan lapisan kulit) tergantung konsentrasinya.”

Terakhir, “kandungan azelaic acid merupakan senyawa yang diekstrak dari jamur dan tanaman yang mempunyai efek anti-radang dan anti-tirosinase atau anti-enzim perangsang pembentukan melanin gelap,” tambahnya.

Bagaimana Mengaplikasikan Produk Skincare yang Mengandung Asam?

Kandungan asam yang ada dalam skincare ini sebenarnya memiliki sifat iritatif, tetapi secara umum bisa diaplikasikan pada jenis kulit apa pun, tergantung konsentrasi dan bentuk sediaannya. “Pemilihan produk harus sesuai dengan jenis kulit dan permasalahannya. Contoh, pemakaian berbahan AHA/BHA sebaiknya dilakukan sebulan sekali, atau paling tidak dua minggu sekali untuk produk peeling. Sementara senyawa AHA/BHA bisa diaplikasikan setiap hari jika digunakan sebagai pelembap,” ucapnya.

Teruntuk produk berbahan hyaluronic acid, Luciana menjelaskan bahwa produk tersebut bisa digunakan sesering mungkin untuk pemilik kulit yang terlalu kering. “Sedangkan azelaic acid umumnya digunakan sebagai terapi baik kulit berjerawat maupun flek, sehingga efektif digunakan pada malam hari,” tandasnya.

Wow! Terima kasih atas penjelasannya! Nah, coba cek apakah kamu sudah menggunakan produk acid dengan benar? Dan jangan lupa juga mengecek tren warna 2020 ini.

podcast button