Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Melakukan Waxing di Rumah

Foto: www.shutterstock.com
Last updated:

Entah kamu sudah veteran atau masih dalam fase ‘berpikir ingin mencoba’, pasti selalu ada pertanyaan jika ingin melakukan waxing. Untuk pemula, pertanyaannya mungkin seputar jenis waxing apa yang cocok untukmu. Sementara yang sudah berstatus ‘senior’, bisa jadi masih bertanya-tanya: apa sih, do’s and don’ts-nya? LIMONE menghubungi seorang ahli untuk mencari tahu panduan penting waxing.

Ini Jenis-Jenis Waxing

Foto: www.shutterstock.com

Menurut Grace Debora, dari Waxing Parlour, metode waxing berbeda-beda dan di tempatnya sendiri ada dua jenis metode waxing, yakni soft wax (caramel wax home made) dan hard wax (impor dari Italia). “Kalau soft wax itu masih menggunakan strip wax dan ini biasanya untuk waxing underarm, kaki, tangan dan daerah-daerah kulit lainnya yang bidangnya lebih besar,” ungkap Grace. Sedangkan, “hard wax itu sudah tidak pakai strip wax lagi, jadi wax-nya itu juga yang langsung diangkat. Biasanya hard wax dikhususkan untuk bagian-bagian sensitif seperti underarm, muka, dan intim karena hard wax sendiri juga tidak sesakit yang soft wax,” bebernya.

Alasan Kenapa Perlu Melakukan Waxing

Foto: www.shutterstock.com

Grace mengatakan waxing merupakan kebutuhan, dan tergantung hormon masing-masing orang, “tapi biasanya satu bulan sekali rutin. Atau harus tunggu bulu yang tumbuh 1-2cm.”

Dari seluruh jenis waxing yang telah dipaparkan, Grace berpendapat kedua metode waxing tersebut aman jika dilakukan. “Dua-duanya aman dilakukan asalkan dilakukan dengan profesional di salon. Dan tergantung konsumen lebih suka jenis wax yang mana, dan tentunya tergantung budget masing-masing konsumen,” ungkapnya.

Kamu lebih suka mencukur sendiri di rumah daripada membuat janji waxing di salon? “Metode waxing lebih bagus daripada mencukur. Bulu-bulu halus makin lama tumbuh, bulu yang tumbuh juga jauh lebih halus, daerah kulit juga tidak iritasi dan hitam. Kalau sering-sering waxing pertumbuhan bulunya juga bisa makin melambat,” katanya.

Dan meski hasilnya tidak permanen, melainkan semi permanen, tapi “pastinya bulu yang tumbuh lebih lambat daripada dicukur. Karena kalau cukur hitungan hari sudah tumbuh, sedangkan kalau waxing bisa satu bulan bahkan satu setengah bulan,” paparnya. “Dan kalau udah sering waxing, bisa lebih lambat tumbuhnya. Seperti pengalaman saya, pada awalnya kalau waxing kaki, saya harus melakukannya satu setengah bulan sekali. Namun sekarang, 3 bulan sekali sudah cukup karena bulu yang tumbuh juga sudah jarang.”

Perihal tentang Waxing Sendiri di Rumah

Foto: www.shutterstock.com

Menurut Grace untuk keamanan dan hasil maksimal waxing sebaiknya tidak dilakukan di rumah, terutama pada daerah intim perempuan. “Karena kalau di rumah sendiri bisa jadi lebih takut dan kalau sudah takut, pasti permukaan kulit jadi berkeringat. Alhasil, wax-nya tidak bisa diangkat dan bisa menyebabkan berdarah, bahkan iritasi. Jadi sangat tidak direkomendasikan untuk wax di rumah.”

Menimbang kemungkinan-kemungkinan di atas, Grace menyarankan untuk tetap melakukan waxing dilakukan di salon agar bersih dan aman. “Biasanya di salon, wax-nya juga diukur sampai suhu tertentu. Tidak boleh kepanasan, karena bisa menyebabkan kulit iritasi dan tidak boleh terlalu dingin karena bakal tidak bisa dioleskan dan ditarik,” bebernya.

Dan apakah waxing menimbulkan rasa sakit? Yep! Dan para profesional biasanya tahu bagaimana meminimalisir rasa nyeri tersebut. Itulah sebabnya demi alasan keamanan dan kenyanaman, lebih baik hindari at-home wax kit dan datangi profesional.

Aturan Waxing yang Harus Kamu Ketahui

Foto: www.shutterstock.com

Tertarik melakukan waxing? Sebaiknya ketahui aturan berikut sebelum melakukannya.

  1. Untuk perempuan lebih baik melakukannya, minimal satu minggu sebelum atau sesudah haid. “Karena kulit lebih sensitif saat menstruasi mau dekat. Jadi ini bisa mengurangi rasa sakit.”
  2. Tunggu bulu-bulu tumbuh sekitar 1 – 2 cm sebelum melakukan waxing selanjutnya.
  3. Hindari waxing jika kulit sedang mengalami iritasi, misalnya karena terbakar akibat habis berjemur dari pantai.
  4. Setelah waxing, pori-pori biasanya terbuka. Oleh karenanya gunakan after-wax product agar kulit yang baru mengalami proses waxing lebih kalem.
  5. Hindari memakai deodoran selama 1×24 jam.
  6. Hindari pakai losion selama 1x24jam.
  7. Dilarang mandi air hangat.
  8. Hindari pemakaian celana ketat selama 1×24 jam (jika yang di-waxing adalah daerah intim).
  9. Dilarang berenang selama 1×24 jam.
  10. Lakukan scrub tiga hari setelah waxing. “Lebih bagus lagi jika tetap melakukan scrub dua-tiga minggu sekali agar mencegah ingrown.”
  11. Hindari melakukan waxing pada daerah intim jika kehamilan di bawah lima bulan. “Sebaiknya lakukan waxing intim jika kehamilan di atas lima bulan,” sarannya mengakhiri.

Selanjutnya: panduan sebelum memilih dan menggunakan sex toy.