Ingin Coba Pengobatan Tradisional? Ini 12 Tanaman Herbal Baik Bagi Tubuh

tanaman herbal
Foto: www.pexels.com

Di masa pandemi ini, memiliki tubuh yang sehat merupakan hal yang sangat penting. Memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang tepat juga menjadi kewajiban bagi semua orang. Tak hanya itu, beberapa tanaman herbal juga dipercaya dapat membantu meningkatkan sistem imun, untuk melawan virus-virus yang ada.

Meski terkadang memilih tanaman herbal yang tepat akan terasa sulit bagi sebagian orang, namun kini terdapat banyak penelitian yang telah mendukung efektivitas dari tanaman yang biasa digunakan untuk pengobatan tradisional. Berikut 12 jenis tanaman herbal yang dapat bermanfaat untuk tubuh.

Ginkgo

tanaman herbal
Foto: www.pexels.com

Sebagai salah satu spesies pohon tertua, ginkgo juga merupakan tanaman obat tertua dalam pengobatan Tiongkok. Biasanya daun dari tanaman herbal ini digunakan untuk membuat kapsul, tablet, dan bisa dikonsumsi sebagai teh.

Biasanya tanaman ini terkenal karena kemampuannya yang dapat meningkatkan kesehatan otak. Menurut sebuah studi mengatakan bahwa ginkgo dapat mengobati pasien dengan demensia ringan hingga sedang. Serta dapat memperlambat penurunan kognisi pada demensia dan penyakit Alzheimer.

Kunyit

Foto: www.freepik.com

Rasanya, kamu sudah tidak asing lagi dengan tanaman herbal yang satu ini. Pasalnya, kunyit sering kali digunakan sebagai bumbu dapur yang dapat menambahkan rasa dan warna pada hidangan. Menariknya, tanaman berwarna kuning ini mengandung sifat anti-inflamasi yang digunakan sebagai pengobatan radang sendi.

Selain itu, kunyit juga mengandung antioksidan yang tinggi, sehingga dapat mencegah radikal bebas yang dapat merusak sel-sel pada tubuh. Menurut penelitian terbaru, kunyit juga menjanjikan sebagai bahan pengobatan untuk berbagai penyakit kulit dan radang sendi.

Minyak Evening Primrose

tanaman herbal
Foto: www.shutterstock.com

Bunga yang berwarna kuning cerah ini sering disebut dengan bunga bulan karena mekar saat matahari mulai terbenam. Evening primrose ternyata dapat menghasilkan minyak yang dianggap dapat meringankan gejala PMS dan kondisi kulit eksem. Menurut sebuah penelitian, minyak ini memiliki sifat anti-inflamasi yang diketahui dapat membantu kondisi dermatitis atopik dan neuropati diabetik.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup pasien dengan multiple sclerosis dapat mengubah hormon dan sensitivitas insulin pada mereka yang berurusan dengan sindrom ovarium polikistik. Untuk menggunakannya, kamu dapat mengoleskan secara topikal ketika ingin memperbaiki dermatitis ringan.

Jahe

Foto: www.freepik.com

Tanaman herbal yang satu ini sangat efektif untuk melawan mual dan muntah untuk orang yang menjalani jenis operasi tertentu. Tak hanya itu, jahe juga dapat membantu mual terkait kemoterapi. Salah satu kegunaan jahe secara tradisional juga dapat meredakan nyeri, termasuk nyeri haid.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan pada 150 wanita yang  mengonsumsi jahe selama tiga hari pertama periode menstruasi mereka. Hasilnya, tanaman herbal yang satu ini berhasil mengurangi rasa sakit, seperti mengonsumsi dua dosis obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).

Lidah Buaya

tanaman herbal
Foto: www.freepik.com

Mengonsumsi dua sendok makan jus lidah buaya per hari, dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2. Namun, penderita diabetes yang mengonsumsi obat penurun glukosa, harus berhati-hati saat mengonsumsi lidah buaya.

Pasalnya, mengonsumsi jus bersamaan dengan obat diabetes mungkin dapat menurunkan jumlah glukosa ke tingkat yang berbahaya.

Tanaman ini juga dapat membantu mengurangi iritasi pada lambung dan usus. Serta dapat membantu mengobati orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS) dan gangguan inflamasi usus lainnya. Sebuah studi menemukan bahwa jus lidah buaya daapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat IBS.

Ginseng

Foto: www.freepik.com

Ginseng merupakan tanaman obat yang akarnya sering direndam untuk diolah menjadi teh atau dikeringkan untuk dijadikan bubuk. Biasanya tanaman ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan dan energi.

Senyawa ginsenosides yang terkandung di dalamnya, ternyata dapat berfungsi sebagai antikanker, antidiabetes, dan mendukung kekebalan tubuh. Untuk penggunaan jangka pendek, ginseng menjadi tanaman yang relatif aman untuk digunakan.

Sementara untuk jangka panjang, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Efek samping yang ditimbulkan di antaranya adalah sakit kepala, kurang tidur, dan masalah pencernaan.

Elderberry

tanaman herbal
Foto: www.freepik.com

Meski berukuran kecil, tanaman ini sering kali digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit mulai dari flu hingga nyeri saraf. Menurut sebuah studi, senyawa tanaman ini memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antivirus yang dapat bermanfaat untuk tubuh.

Penelitian lain menunjukkan bahwa elderberry yang satu ini dapat memperpendek durasi infeksi flu. Pada penggunaan jangka pendek, tanaman herbal ini aman untuk digunakan. Tetapi buah mentah ini bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti mual, muntah, dan diare.  

Chamomile

Foto: www.freepik.com

Tanaman berbunga ini merupakan salah satu obat herbal yang bisa digunakan. Biasanya bunga chamomile sering digunakan untuk membuat teh, tetapi ternyata daunnya juga bisa dikeringkan dan digunakan untuk membuat teh, ekstrak obat, atau dioleskan secara topikal.

Selama ribuan tahun, chamomile telah digunakan sebagai obat untuk mual, diare, sembelit, sakit perut, infeksi saluran kemih, luka, dan infeksi saluran pernapasan. Tanaman yang satu ini memiliki lebih dari 100 senyawa aktif yang bermanfaat untuk tubuh.

Bagi sebagian orang, chamomile akan aman untk dikonsumsi, akan tetapi bunga ini juga bisa menyebabkan reaksi alergi.

Enchinacea

tanaman herbal
Foto: www.freepik.com

Tak hanya sekadar bunga yang memiliki warna yang cantik, Echinacea juga bisa digunakan dalam bentuk teh, jus, dan ekstrak yang diolah menjadi bubuk atau suplemen. Penggunaan tanaman herbal yang satu ini dapat bermanfaat untuk mempersingkat gejala flu.

Jeruk Nipis

Foto: www.pexels.com

Jeruk nipis mengandung vitamin C yang tinggi, sehingga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut sebuah penelitian, vitamin C dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang membantu melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Mengonsumsi vitamin C juga dapat mempersingkat durasi dan tingkat keparahan flu.

Selain itu, tanaman herbal ini juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dengan mengurangi peradangan dan merangsang produksi kolagen. Perlu diketahui, bahwa kolagen merupakan protein penting yang dapat membantu perbaikan luka.

Ternyata, jeruk nipis juga merupakan sumber antioksidan yang bagus untuk tubuh, yang dapat memperkuat sistem kekebalan dengan mempertahankan sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Daun Kemangi

tanaman herbal
Foto: www.freepik.com

Ternyata, daun kemangi memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh, mulai dari mengurangi kehilangan memori yang terkait dengan stres dan penuaan, hingga mengurangi depresi yang berhubungan dengan stres kronis.

Selain itu, dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 158 orang dengan setidaknya mengalami gejala stres, mengonsumsi 1200 mg ekstrak kemangi setiap harinya selama enam minggu, menunjukkan bahwa obat herbal ini 39% lebih efektif dalam mengatasi gejala stres umum daripada plasebo.

Serai

Foto: www.freepik.com

Tanaman yang tinggi dan bertangkai ini, sering kali dikenal dengan sebutan sereh ini memiliki beragam manfaat. Selain dapat memberikan rasa dan aroma pada makanan, sereh juga digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman tradisional.

Pasalnya, serai dapat meningkatkan kinerja sistem pencernaan, mengatasi kram perut, dan beberapa masalah lambung. Ini semua berkat kandungan minyak atsiri yang terdapat di dalam daun sereh. Untuk mendapatkan manfaatnya, kamu bisa menambahkan tanaman ini ke dalam secangkir teh hangat.