Sup Kolagen, Apakah Efektif? Ini Penjelasan Spesialis Gizi Klinik.

sup kolagen
Foto: www.freepik.com

Pernahkah kamu mendengar sup kolagen? Makanan yang satu ini dipercaya memiliki beragam khasiat baik untuk tubuh, sehingga banyak orang yang mulai mengonsumsinya. Namun, benarkah hal tersebut? Atau jangan-jangan hanya teknik marketing tingkat dewa?

Untuk mengetahui jawabannya, LIMONE telah menghubungi dr. Felicia Deasy Irwanto, Sp.GK, M.Gizi, MM, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Columbia Asia Pulomas, RS Hermina Kemayoran, dan RS Kartika Pulomas Dompet Dhuafa, yang akan menjelaskan terkait manfaat dan efek samping dari sup kolagen.

Apa Itu Kolagen?

sup kolagen
Foto: www.freepik.com

Sebelum membahas tentang sup kolagen, ada baiknya mengetahui apa itu kolagen. Kolagen adalah protein yang paling banyak di tubuh kita. Protein merupakan salah satu komponen utama yang membentuk kulit, otot dan tulang kita. Selain itu, kolagen juga banyak ditemukan pada bagian tubuh lainnya seperti pembuluh darah, mata dan gigi.

Untuk kulit, kolagen bertanggung jawab  membentuk struktur, stabilitas dan kekuatan pada kulit lapisan dermis.

Perlu diketahui bahwa tubuh kita kita sendiri dapat memproduksi kolagen. Awalnya dalam bentuk prokolagen yang berasal dari asam amino. Prokolagen kemudian diproses dengan bantuan vitamin C menjadi kolagen.

Namun seperti yang sudah kamu tahu, dengan bertambahnya usia, maka produksi kolagen di tubuh kita akan semakin menurun. Apalagi dengan adanya photo-aging (penuaan akibat paparan sinar matahari) yang sulit kita hindari.

Pada saat photo-aging terjadi kolagen dipecah oleh suatu enzim sehingga terjadi kerusakan kulit bagian dermis. Tanda-tanda yang tampak antara lain kulit menjadi kendur dan keriput. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang mengonsumsi makanan dengan kandungan kolagen, salah satunya sup kolagen.

Bagaimana Cara Mendapatkan Kolagen yang Baik untuk Dikonsumsi?

Foto: www.freepik.com

Secara alami, “kolagen bisa didapatkan dengan cara merebus tulang atau kulit daging hewan. Kolagen yang berasal dari ikan dapat diabsorpsi tubuh lebih baik karena memiliki berat molekul yang lebih rendah,” ujarnya.

Dokter Felicia menambahkan bahwa “bagian tubuh hewan yang dimasak juga mengandung jenis kolagen yang berbeda. Seperti ceker ayam mengandung kolagen tipe satu, sedangkan tulang rawan ayam mengandung kolagen tipe dua. Akan tetapi, jumlah kolagen yang didapat dari memasak produk makanan ini tidak dapat diperkirakan dengan pasti,” ungkap Spesialis Gizi Klinik yang satu ini.

Selain itu, untuk membantu tubuh memproduksi kolagen yang cukup, kita juga bisa mengonsumsi makanan yang kaya asam amino seperti daging ayam, ikan, seafood, telur, tahu. Vitamin C bisa dari buah-buahan seperti jambu biji, kiwi, jeruk, strawberry, paprika, dan lain-lain.

Sesungguhnya, terdapat 16 tipe kolagen yang bisa ditemukan pada makhluk hidup, tetapi tipe satu hingga empat adalah komponen terbanyak pada tubuh manusia, di antaranya adalah:

  • Tipe satu yang meliputi 90% dari seluruh kolagen yang menyusun tubuh manusia. Jenis ini dapat membentuk struktur kulit, tulang, tendon, tulang rawan, gigi, dan jaringan penyambung.
  • Jenis kedua akan lebih banyak ditemukan di persendian.
  • Tipe tiga dapat membentuk struktur otot, organ dalam, dan pembuluh nadi.
  • Tipe empat akan membentuk lapisan kulit.

“Akan tetapi dengan mengonsumsi tipe-tipe kolagen berdasarkan bahan makanan yang dimasak, belum diketahui apakah akan secara langsung menambah jumlah tipe kolagen yang sama di dalam tubuh manusia,” terangnya.

Mungkin inilah mengapa banyak orang memilih untuk mengonsumsi kolagen siap saji yang sudah diketahui takarannya.

Saat ini, “banyak produk industrial yang menyediakan kolagen siap saji, baik dalam bentuk suplemen, maupun bubuk sup siap masak. Kolagen siap saji ini umumnya lebih pasti takarannya, sehingga dapat diketahui berapa banyak yang dikonsumsi seseorang dalam sehari,” imbuhnya.

Lantas, berapa banyak sebenarnya kebutuhan kolagen yang diperlukan tubuh? “Hingga saat ini, belum ada ketentuan kebutuhan kolagen harian untuk manusia. Jurnal ilmiah oleh Paul, dkk (2019) dalam jurnal Nutrient yang merangkum beberapa peneliitian, menyatakan bahwa jumlah asupan kolagen harian yang disarankan adalah 2,5-15 gram per hari untuk jangka waktu 3-18 bulan,” jawabnya.

Mengapa Banyak Orang Mengonsumsi Sup Kolagen?

Foto: www.freepik.com

Dokter Felicia menjelaskan bahwa “sup kolagen merupakan sup yang umumnya berasal dari proses memasak tulang atau kulit daging hewan, baik itu sapi, ayam, maupun ikan,” tuturnya.

“Dari proses pemasakan ini, selain didapatkan kolagen, sup tersebut juga mengandung asam amino lain, mineral, dan sumsum tulang dari daging yang diproses. Tak hanya itu, proses penambahan asam seperti cuka juga dapat membantu melunakkan bahan makanan yang dimasak,” jelasnya.

Saat ini, kebanyakan orang mengonsumsi sup kolagen yang diduga memiliki banyak manfaat. “Berdasarkan beberapa penelitian, konsumsi kolagen dapat memperbaiki jaringan tulang rawan, dan mengurangi rasa nyeri sendi. Serta memperkuat jaringan penyambung otot, meningkatkan massa otot, dan densitas tulang pada lansia,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat “beberapa penelitian yang dilakukan dalam jangka waktu beragam menunjukkan bahwa mengonsumsi kolagen dapat memperbaiki hidrasi, elastisitas, dan densitas kulit,” tambah Dokter Felicia.

Akan tetapi, “penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak masih diperlukan untuk mengetahui manfaat dan kebutuhan harian kolagen,” lanjutnya.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Sup yang Tepat?

sup kolagen
Foto: www.pexels.com

Untuk mengonsumsi sup kolagen yang tepat, “bisa dengan cara alami yaitu merebus tulang atau kulit dari produk hewani. Akan tetapi, kekurangan dari cara ini adalah tidak bisa diketahui secara pasti berapa takaran kolagen dalam sajian tersebut,” tuturnya.

“Cara lain untuk mendapatkan kadar kolagen dari sup yang tepat adalah dengan mengonsumsi sup kolagen siap masak. Hal ini juga bisa menjadi pilihan yang lebih praktis,” sarannya.

Ketika akan mengonsumsi sup kolagen siap saji, adakah hal yang perlu diperhatikan ketika memilihnya?

“Disarankan untuk membaca nutrition fact dengan teliti. Akan lebih baik jika sup siap saji difortifikasi dengan zat-zat gizi yang kurang tersedia pada proses pembuatan sup kolagen alami,” anjur Spesialis Gizi Klinik yang satu ini.

Adakah Efek Samping dari Mengonsumsi Sup yang Berlebihan?

sup kolagen
Foto: www.freepik.com

Mengonsumsi suatu bahan makanan secara berlebihan tentu dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan. “Dalam proses pembuatan sup kolagen dengan merebus produk makanan, dapat terbentuk akumulasi purin, yaitu zat dari makanan yang akan dicerna menjadi asam urat di dalam tubuh,” ujarnya.

“Orang yang memiliki kadar asam urat tinggi dalam darah perlu berhati-hati ketika mengonsumsi sup kolagen. Selain itu, biasanya sup alami umumnya rendah kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, dan cadmium. Mineral-mineral ini tetap dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu,” lanjutnya.

Agar sup memiliki nutrisi yang lebih baik dan lengkap, “sebaiknya dalam proses pembuatan ditambahkan sayuran dan bumbu dapur seperti bawang maupun rempah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kadar mineral dan antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh,” saran Dokter Felicia.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Sup kolagen mengandung protein yang dapat bermanfaat bagi kesehatan. “Tetapi bila hanya mengonsumsi sup kolagen, maka hal tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sup kolagen juga mengandung purin yang tinggi. Sehingga asupannya perlu diperhatikan pada penderita asam urat tinggi,” pesannya.

“Untuk melengkapi asupan nutrisi harian, selain mengonsumsi sup kolagen, sebaiknya juga mengonsumsi cukup karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh dari sumber bahan makanan sehari-hari,” saran Dokter Felicia.