Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Bayi Tabung

bayi tabung
Foto: www.unsplash.com

Jika kamu sedang mencari informasi lengkap tentang bayi tabung, kamu berada di tempat yang tepat. Kepada LIMONE—dan tentunya untuk kamu—Dr. Fella H. Pratami, Sp.OG, seorang Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dari RS Karya Asih Charitas Palembang dan Klinik Marsya Plaju Palembang, menjelaskan segala informasi penting tentang bayi tabung.

Berikut penjelasan lengkap tentang bayi tabung dan siapa yang direkomendasikan untuk mencoba program bayi tabung.

Apa Definisi Bayi Tabung? 

bayi tabung
Foto: www.freepik.com

"Penjelasan sederhananya, bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) merupakan suatu prosedur alternatif untuk memiliki anak. Proses bayi tabung dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur wanita dan sperma pria (disebut juga pembuahan atau fertilisasi) di luar tubuh. Sel telur yang sudah dibuahi ini lalu akan dipindahkan ke dalam rahim wanita," jelas Dokter Fella.

Jika dibandingkan kehamilan biasa, maka perbedaannya dengan IVF adalah: pada kehamilan biasa proses fertilisasi tadi berlangsung di dalam tubuh wanita, bukan di laboratorium.

Siapa yang direkomendasikan memilih prosedur Ini?

Pasangan suami dan istri memilih prosedur ini karena keduanya (baik pria ataupun wanita, atau keduanya) memiliki masalah yang menyebabkan fertilisasi alami tidak bisa terjadi. Beberapa kondisi yang dimaksudkan adalah:

  • Berkurangnya cadangan sel telur (ovarian reserve)
  • Saluran indung telur (tuba fallopii) yang tersumbat atau diangkat karena kondisi tertentu
  • Gangguan sperma; baik dari jumlah, bentuk, ataupun motilitasnya

"Program ini direkomendasikan bagi pasangan yang mengalami kondisi di atas. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya pasangan tersebut harus menjalani serangkaian pemeriksaan," jelasnya.

"Yang perlu ditekankan di sini adalah sebutan pasangan. Dalam hal fertilitas atau kesuburan maka kedua pihak harus diperiksa, tidak bisa jika hanya si wanita atau si pria saja yang menjalani pemeriksaan. Remember, it takes two to tango," tegas Dokter Fella.

Baca Juga :  Tanya Ahli: Mengapa Kita Mengalami Haid yang Tidak Lancar?

Berapa Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung?

bayi tabung
Foto: www.freepik.com

Tidak hanya finansial, Dokter Fella mengatakan bahwa program bayi tabung sebenarnya berlangsung cukup panjang dan dapat menguras tenaga dan emosi. "Oleh sebab itu, diperlukan persiapan yang matang," tekannya.

Program IVF ini juga harus dilakukan sesuai indikasi, bertempat di laboratorium memadai dengan tenaga ahli seperti dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis andrologi. "Bukan karena mengikuti lifestyle atau karena alasan non-medis lainnya," ujarnya.

Pasangan yang sulit mendapatkan momongan biasanya berharap kesempatan untuk mendapatkan buah hati semakin besar. Berapa sebenarnya peluang keberhasilan program bayi tabung?

"Peluang keberhasilan program bayi tabung tergantung usia. Makin muda usia ketika menjalani program bayi tabung, maka makin besar peluang keberhasilannya. Umur kurang dari 30 tahun, peluang keberhasilan mencapai sekitar 45%. Usia 30-38 tahun peluang keberhasilan mencapai hingga 30%. Usia 38-42 tahun hanya sekitar 10%. Peluang tersebut akan semakin menurun seiring bertambahnya umur," jawabnya.

Seperti kehamilan pada umumnya, kehamilan yang dihasilkan dari prosedur bayi tabung juga tidak bebas risiko dan tetap bisa mengalami keguguran.

Apa yang Harus Diketahui Pasangan Sebelum Memutuskan Ikut Program Bayi Tabung?

Foto: www.freepik.com

Dokter Fella menekankan bahwa pasangan yang ingin menjalani program IVF harus mengetahui:

  • Alasan menjalani prosedur tersebut
  • Bagaimana prosedur akan dilakukan
  • Berapa lama waktu dan biaya yang dibutuhkan
  • Risiko serta peluang keberhasilan

"Mereka juga harus memahami bahwa kegagalan program hamil bayi tabung ini tidak hanya karena faktor usia saja," terangnya.

Hal lain yang juga bisa menyebabkan belum berhasilnya program bayi tabung, di antaranya karena calon janin gagal menempel di dinding rahim (implantasi embrio).

"Dan terkadang juga tidak diketahui penyebabnya. Jadi, pemilihan alternatif program bayi tabung ini sebaiknya disertai kesiapan fisik dan juga mental. Karena bisa jadi ini merupakan proses yang melelahkan," tuturnya.

Baca Juga :  Mikrobioma Penis Bisa Menyebabkan Infeksi VB pada Pasangannya

Apa saja yang Perlu Dipersiapkan oleh Pasangan?

Foto: www.freepik.com

Ini beberapa hal yang wajib kamu dan pasangan persiapkan saat memilih melakukan program bayi.

Persiapan fisik

Termasuk modifikasi gaya hidup, mulai dari menurunkan berat badan, menghindari makanan tertentu, stop merokok dan lain sebagainya. Plus, mengontrol penyakit yang diderita, misalnya jika mengidap penyakit kencing manis, darah tinggi, penyakit tiroid, dan lain-lain. "Kondisi ini harus dikontrol terlebih dahulu agar tidak mempersulit terjadinya atau berlangsungnya kehamilan," tekannya. Serta membiasakan diri untuk tidak bosan mengonsumsi obat-obatan dan suplemen yang diperlukan.

Persiapan mental

"Telah disebutkan sebelumnya, perhaps it'll be a long and exhausting journey, but it worth the efforts," ujar Dokter Fella.

Kamu mungkin akan merasa bosan, jenuh, dan bahkan putus asa ketika menghadapi proses tersebut. "Terlebih ketika dihadapkan dengan kondisi janin keguguran setelah proses panjang yang dilalui, maka beban psikis tersebut sangat mungkin membuat trauma ataupun ingin menyerah. Bila beban psikis tersebut dirasa too much to handle jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya. Itu akan membantu dalam proses selanjutnya," tekannya.

Persiapan finansial

"Hal ini yang juga banyak membuat pasangan mundur," kata Dokter Fella. "Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit dan tidak ditanggung asuransi seperti BPJS. Biayanya berkisar puluhan dan mungkin ratusan juta. Kemungkinan gagal tetap ada. No warranty offered," tambahnya.

Bagaimana Proses Program Bayi Tabung dan Cara Meningkatkan Keberhasilannya?

Foto: www.freepik.com

Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana proses bayi tabung. Dokter Fella menjelaskan bahwa prosesnya kurang lebih akan seperti ini:

  1. Pemantauan siklus menstruasi wanita
  2. Stimulasi dan pemantauan ovarium (indung telur)
  3. Pematangan oosit, yaitu sel telur yang masih berada di dalam ovarium
  4. Pengambilan sel telur
  5. Pengambilan sperma
  6. Mempertemukan sel telur dan sperma (fertilisasi) di cawan. Inilah alasan mengapa program ini dinamai bayi tabung. Pembuahan benar-benar dilakukan di luar tubuh wanita
  7. Menanam sel telur yang sudah dibuahi (embrio) ke dalam rahim isteri
Baca Juga :  Adakah Cara Jitu dan Mudah Mengobati Mual Saat Hamil?

Setelah menjalani prosedur tersebut pastinya kamu ingin program ini berjalan dengan lancar. Apa yang bisa dilakukan oleh kedua pasangan untuk meningkatkan kemungkinan kesuksesannya?

"Kondisi tubuh pasangan yg menjalani proses ini serta menjalani seluruh proses sesuai anjuran dapat membantu meningkatkan keberhasilan program bayi tabung," ujar Dokter Fella.

Selain itu, lakukan beberapa hal ini untuk meningkatkan keberhasilan program bayi tabung:

Bagaimana Jika Program Bayi Tabung Ini Belum Membuahkan Hasil?

Foto: www.unsplash.com

Kamu sudah melakukan yang terbaik, tapi sepertinya program bayi tabung yang dijalani masih belum membuahkan hasil. Apa yang akan terjadi?

"Taking next step setelah proses IVF yang gagal sebelumnya, memerlukan evaluasi. Di bagian mana proses tersebut gagal. Setelahnya akan bisa disimpulkan kapan siklus IVF selanjutnya akan dilakukan," jelas Dokter Fella.

Waktu standar antar siklus IVF adalah 1 siklus haid, yang tentunya berbeda pada setiap perempuan. "Siklus IVF berikutnya membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu setelah transfer embrio dan hasil tes kehamilan negatif sebelum melanjutkan," terangnya.

Dokter Fella menuturkan bahwa menghadapi proses IVF yang gagal tidak mudah, dapat menguras emosi dan juga finansial.

"Sangat normal merasa sedih dan kecewa. Tidak jarang banyak yang berhasil pada second try and so on. Namun jangan takut untuk merasa 'I'm done. Enough is enough'. Memutuskan untuk menjalani kehidupan child-free atau mengadopsi juga alternatif yang bisa dilakukan. Keputusan mana yang terbaik tentu berdasarkan kondisi masing-masing pasangan. It's not giving up, it's choosing the right option for you and your spouse," tekannya.

Selanjutnya: Ini Cara Menghitung Masa Subur.