Bagaimana Mengenali Siklus Menstruasi yang Normal dan Tidak?

siklus menstruasi
Foto: www.freepik.com

Setiap perempuan rasanya pasti akan mengalami menstruasi. Namun siklus menstruasi yang terjadi tentunya akan berbeda-beda pada setiap perempuan. Hal ini pun tidak sedikit membuatmu menjadi khawatir akan dampak yang terjadi ketika mengalami perputaran menstruasi yang tidak normal.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait siklus menstruasi, simak penjelasan dari dr. Upik Anggraheni, SpOG-KFER, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Hermina Grand Wisata, yang menjelaskan tentang fase-fase serta cara mengenali kalender menstruasi yang normal.

Apa Itu Siklus Menstruasi?

siklus menstruasi
Foto: www.freepik.com

“Siklus menstruasi adalah perubahan dalam tubuh seorang wanita pada periode tertentu yang berulang secara rutin dan dimulai dengan pelepasan dinding rahim atau perdarahan lucut,” jelasnya.

Dokter Upik menambahkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi siklus menstruasi, di antaranya:

  • Usia
  • Indeks Massa Tubuh (IMT)
  • Kebiasaan merokok atau perokok pasif
  • Konsumsi alkohol 
  • Konsumsi kafein
  • Aktivitas fisik berlebihan
  • Hormonal
  • Stres

Apa Saja Fase dalam Siklus Menstruasi?

Foto: www.rawpixel.com

Dokter Upik menuturkan bahwa proses menstruasi terbagi ke dalam empat fase, yakni fase menstruasi, fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal.

Fase menstruasi

Pada fase ini, lapisan dinding dalam rahim atau endometrium akan mengalami peluruhan atau perdarahan lucut sebagai respon terhadap turunnya hormon progesterone yang mendadak. “Fase ini menandai mulainya siklus menstruasi dan disebut sebagai hari pertama haid yang normalnya berlangsung antara dua sampai delapan hari. Pada tahapan ini, biasanya wanita akan merasakan gejala seperti nyeri di perut bawah dan panggul, karena rahim berkontraksi untuk meluruhkan endometrium,” papar Dokter Upik.

Fase folikular

Fase ini dimulai sejak hari pertama haid sampai dengan memasuki fase ovulasi. Pada saat lahir ke dunia, wanita memiliki sekitar dua juta sel telur yang tersimpan dalam folikel di ovarium. Kemudian pada saat menarche atau menstruasi pertama kali, jumlahnya akan bersisa sekitar 400.000. 

“Setiap bulannya, ada sejumlah folikel yang dapat terekrut untuk mengalami perkembangan menjadi folikel dominan yang di dalamnya terdapat sel telur yang siap dibuahi. Fase perkembangan folikel ini biasanya terjadi selama 10 sampai 18 hari dalam satu siklus menstruasi. Lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan berapa lama siklus menstruasi seorang wanita berlangsung nantinya,” ungkapnya.

Fase ovulasi

Pada fase ovulasi, folikel dominan akan melepaskan sel telur yang matang atau siap untuk dibuahi. Sel telur ini akan ditangkap oleh fimbria saluran telur dan bergerak masuk dengan bantuan rambut-rambut halus dalam saluran telur yang menunggu untuk dibuahi oleh sperma. Sel telur ini umumnya hanya akan bertahan selama 24 jam.

“Apabila tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun, jika sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka akan terjadi kehamilan. Fase ovulasi sendiri biasanya dikenal sebagai masa subur wanita dan biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya dimulai. Pada tahap ini kadang ditandai dengan lendir mulut rahim yang lebih banyak dan kental atau sedikit nyeri (pada) perut bawah,” tuturnya. 

Fase luteal

Setelah fase ovulasi, folikel yang telah pecah akan membentuk korpus luteum, yang kemudian akan memicu peningkatan hormon progesterone untuk mempertebal lapisan dinding rahim. “Ini juga dikenal dengan fase pramenstruasi. Pada tahap ini dapat terjadi beberapa gejala seperti payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, menjadi mudah marah, atau emosional yang dikenal sebagai pra menstrual syndrome (PMS),” ujarnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Menstruasi Kita Tergolong Normal?

Foto: www.freepik.com

Definisi haid normal menurut Dokter Upik dapat ditandai beberapa hal, yakni:

  • Variasi antar siklus berlangsung kurang dari 10 hari
  • Lama haid yang terhitung sejak mulai sampai selesai haid selama kurang dari 9 hari
  • Panjang siklus terhitung dari hari pertama haid sampai haid berikutnya selama 24-38 hari
  • Banyaknya darah haid dapat terbilang normal
  • Tidak terjadinya perdarahan antara haid
siklus menstruasi
Foto: Instagram @dr.upik.spog

Sementara jika haid yang tidak normal dapat ditandai dengan siklus lebih dari 35 hari, darah yang bergumpal dengan jumlah yang sangat banyak, hingga nyeri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, apakah siklus menstruasi yang tidak normal dapat menyebabkan penyakit?

“Umumnya, siklus menstruasi yang tidak normal disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya penyakit polip, adenomiosis, mioma uteri, kanker; ketidakseimbangan hormonal, siklus anovulasi, gangguan pembekuan darah, atau penggunaan obat-obatan tertentu,” jelas Dokter Upik.

“Siklus menstruasi yang tidak normal dapat menyebabkan kondisi-kondisi seperti anemia karena perdarahan terus-menerus atau banyak, kondisi estrogen tak terlawan yang menyebabkan penebalan dinding rahim, hingga kanker,” tambahnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Siklus Menstruasi yang Tidak Normal?

Foto: www.freepik.com

Untuk mengatasi siklus menstruasi yang tidak normal, hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah mengidentifikasi penyebabnya. Apakah terjadi perubahan pola hidup seperti peningkatan berat badan, perubahan pola makan, atau jarang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. 

“Namun karena banyaknya penyebab gangguan haid, jadi apabila ada indikasi haid yang tidak normal sampai mengganggu aktivitas atau berlangsung lebih dari tiga siklus, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk dicari penyebab dan solusinya. Penatalaksanaan gangguan haid umumnya memerlukan pemeriksaan menyeluruh dari wawancara faktor risiko, pemeriksaan fisik organ kewanitaan, dan USG,” tuturnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Siklus menstruasi umumnya dapat dipengaruhi oleh pola hidup. Untuk mencegah siklus menstruasi yang tidak normal, Dokter Upi menyarankan untuk mengatur pola hidup. “Pola hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal, mengatur pola makan nutrisi seimbang, cukup minum air putih, dan olahraga teratur. Umumnya (hal ini) cukup untuk menjaga siklus menstruasi yang normal,” sarannya.

“Apabila ada indikasi haid yang tidak normal (siklus lebih dari 35 hari, darah yang bergumpal dengan jumlah yang sangat banyak, hingga nyeri) sampai mengganggu aktivitas atau berlangsung lebih dari tiga siklus serta tidak haid selama tiga bulan, maka sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk dicari penyebab dan solusinya,” anjurnya.