Tanya Ahli: Haid tapi Hamil—Apakah Bisa?

haid tapi hamil
Foto: www.stocksy.com
Terakhir diperbarui:

Ketika untuk pertama kalinya mengetahui kehamilan, pasti ada banyak gejala yang kamu alami. Tak jarang beberapa orang mengaku mengalami perdarahan yang menyerupai haid ketika masa kehamilan. Ini memunculkan sebuah pertanyaan: haid tapi hamil, apakah bisa?

Apakah haid tapi hamil merupakan kondisi yang normal? Ata justru ini merupakan hal yang berbahaya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, LIMONE menghubungi dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG , dokter spesialis kandungan di RS Pantai Indah Kapuk.

Apakah Bisa Haid tapi Hamil?

haid tapi hamil
Foto: www.freepik.com

"Nggak bisa, karena kalau misalnya sedang hamil itu udah nggak bisa haid lagi. Jadi kalau yang kita tahu haid itu adalah perdarahan yang keluar dari rahim akibat dari pelepasan dinding rahim. Jadi kalau sudah hamil, nggak boleh tuh, dinding rahimnya terlepas,” jelasnya.

Dokter Keven menambahkan bahwa perdarahan yang terjadi ketika hamil tidak disebut dengan istilah haid, melainkan disebut dengan istilah perdarahan. Karena istilah haid hanya untuk kondisi saat tidak hamil. 

Ia juga menuturkan bahwa ketika mengalami perdarahan saat hamil merupakan kondisi yang berbahaya dan tidak normal, “Kehamilan yang sehat itu tidak boleh keluar darah sama sekali selama hamil,” tambahnya. 

Mengapa Kita Bisa Mengalami Perdarahan Ketika Hamil?

haid tapi hamil
Foto: www.unsplash.com

Ada beberapa penyebab terjadinya perdarahan ketika hamil, dan hal ini dapat dilihat berdasarkan masa kehamilan.

  • Masa awal kehamilan

Perdarahan yang terjadi di masa awal kehamilan atau trimester pertama biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti tanda-tanda keguguran, kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau yang biasa disebut ektopik. Penyebab juga bisa kehamilan mola yang dikenal sebagai hamil anggur di mana kondisi perut akan terlihat lebih besar dari kehamilan biasanya. 

Baca Juga :  Bagaimana Mengenali Siklus Menstruasi yang Normal dan Tidak?

Selain itu perdarahan pada saat implantasi juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya perdarahan. Namun perdarahan saat implantasi akan berbeda dengan perdarahan saat haid, karena tidak berlangsung dalam jangka waktu yang lama. 

“Implantasi itu adalah pada saat kehamilan itu menempel pada dinding rahim dan itu biasa terjadinya palingan satu hari perdarahannya,” tutur Dokter Keven.

  • Masa pertengahan dan akhir kehamilan

Sementara di trimester kedua dan ketiga, perdarahan bisa terjadi menjelang waktu persalinan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah solusio plasenta, kondisi di mana plasenta terlepas dari dinding rahim. 

Tak hanya itu, penyebab perdarahan juga bisa terjadi karena masalah plasenta lain, yakni plasenta previa, yakni di mana kondisi plasenta berada di bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir sang bayi. Selain itu, perdarahan juga dapat menjadi salah satu tanda dari pembukaan ketika sudah mendekati masa persalinan.

Bagaimana Gejala dari Perdarahan yang Dirasakan?

Foto: www.rawpixel.com

Menurut Dokter Keven, gejala yang dirasakan ketika perdarahan bisa disertai dengan munculnya rasa sakit maupun tanpa rasa sakit. Hal ini akan berbeda-beda tergantung pada penyebab perdarahan tersebut.

“Kalau misalnya disertai rasa sakit, biasanya merupakan tanda-tanda mau keguguran, sehingga ada kontraksi rahim. Selain itu, lahir prematur juga disertai dengan kontraksi,” ungkapnya. 

Jika perdarahan tidak disertai dengan kontraksi dan rasa sakit, hal ini bisa disebabkan oleh plasenta previa yang berada di bawah tiba-tiba berdarah. Sementara itu ketika adanya gejala seperti flek maupun bercak yang tanpa disertai rasa sakit, maka harus segera dikonsultasikan ke dokter. 

“Misalnya disertai gumpalan atau jaringan seperti daging cincang, disertai dengan kram perut bagian bawah, mual, pusing, pingsan, dan demam yang bikin menggigil juga, itu sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter,” jelasnya.

Baca Juga :  Apa yang Harus Dipersiapkan Jika Ibu Hamil akan Menjalani Operasi Caesar?

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mengalaminya?

Foto: www.rawpixel.com

Terjadinya perdarahan saat masa kehamilan merupakan hal yang tidak normal, kecuali jika terjadi perdarahan implantasi. Namun tidak semua implantasi mengalami perdarahan. Untuk itu jika mengalami perdarahan ketika hamil, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter. 

“Kalau terjadi perdarahan pada saat hamil, sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter karena pasti ada sesuatu yang tidak benar. Jadi kalau misalnya terjadi pendarahan dan tidak langsung diperiksa atau ditangani, takutnya itu akan terjadi pendarahan terus-menerus. Kalau pendarahan terus-menerus yang disertai dengan kontraksi, itu dapat berdampak pada kelahiran, misalnya lahir prematur,” ujarnya. 

Dokter Keven mengingatkan bahwa waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter adalah saat pertama kali mengetahui sedang mengandung. Hal ini merupakan langkah penting yang harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin dan sang ibu. 

“Kalau misalnya sudah tahu hamil, sebaiknya langsung konsultasi kepada dokter untuk melihat perkembangan kehamilannya. Tapi kalau misalnya sudah mengalami pendarahan itu sudah harus langsung konsultasi dengan dokter, dan harus laporkan setiap perubahan kondisi ke dokternya,” sarannya.

Apakah Bisa Mencegah Perdarahan Ketika Hamil?

Foto: www.freepik.com

Perdarahan yang terjadi ketika hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Maka untuk mencegah terjadinya perdarahan ketika hamil, hal yang perlu diperhatikan tentunya penyebab dari terjadinya perdarahan tersebut. 

 “Jadi kembali lagi tergantung pada penyebabnya. Kalau misalnya kehamilan ektopik yang di luar kandungan atau keguguran itu akan susah kita cegah. Tapi pada umumnya, supaya kehamilannya sehat, sebaiknya istirahat yang teratur, minum multivitamin, dan makan dengan teratur serta bergizi,” paparnya. 

Sementara untuk yang memiliki riwayat keguguran, ada baiknya untuk menghindari hubungan seksual di trimester awal. Karena hal ini akan menyebabkan terjadinya kontraksi dari rahim sehingga menyebabkan perdarahan saat hamil. 

Baca Juga :  Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Bayi Tabung

Selanjutnya: Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Bayi Tabung.