Nyeri Haid Luar Biasa—Jadi, Mungkinkah Menunda Menstruasi?

menunda siklus menstruasi
Foto: www.gettyimages.com

Bagi sebagian perempuan, periode menstruasi bisa menjadi masa yang penuh tantangan karena dipenuhi rasa nyeri tak terperi (terkadang sampai menangis) dan tidak nyaman. intinya, terkadang detik-detik sebelum dan selama menstruasi bisa membuat sakit kepala dan frustrasi. Oleh karena itu, LIMONE punya sebuah pertanyaan: mungkinkah sesekali mengistirahatkan atau menunda siklus menstruasi tanpa menyebabkan bahaya internal? Mari mendengarkan jawaban dan penjelasan dari Dr. Fella H. Pratami, Sp.OG, seorang Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan dari RS Karya Asih Charitas Palembang dan Klinik Marsya Plaju Palembang.

Apakah Perempuan Perlu Menstruasi Setiap Bulan? Bagaimana dengan yang Tidak Teratur?

menunda siklus menstruasi
Foto: www.gettyimages.com

Dokter Fella menjelaskan bahwa setiap perempuan akan mengalami menstruasi dan umumnya ini akan terjadi pertama kali (menarche) pada usia 13 tahun. Sementara bila sudah terlihat tanda-tanda seks sekunder (tumbuhnya payudara serta rambut kemaluan dan ketiak), maka maksimal usia 16 tahun haid sudah datang. “Perlu diperhatikan apakah belum pernah haid sama sekali ataukah sudah pernah haid sebelumnya. Karena kedua hal tersebut memiliki penanganan yang jauh berbeda,” tambahnya.

Menurutnya, siklus haid yang teratur, yakni 25-35 hari mengindikasikan bahwa interaksi hormon dan organ tubuh yang bertanggung jawab atas hal tersebut berfungsi dengan baik. “Sehingga setiap perempuan diharapkan akan haid setiap bulannya,” bebernya.

Bagi yang mengalami siklus haid tidak teratur, penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari faktor stres fisik ataupun psikis, gangguan hormon, pemakaian alat kontrasepsi hormonal, diet/olahraga ekstrem, serta kelainan organ reproduksi itu sendiri (misalnya, sindrom ovarium polikistik).

“Yang perlu dipastikan pertama kali ketika seorang wanita usia reproduksi dan pernah berhubungan seksual tidak haid adalah apakah yang bersangkutan hamil atau tidak. Karena tidak sedikit wanita yang tidak tahu bahwa dirinya hamil. Pada remaja yang baru mendapat haid, siklusnya sering tidak teratur karena interaksi antara hormon dan fungsi organ reproduksi masih belum optimal. Hal demikian umumnya hanya membutuhkan observasi tanpa obat-obatan,” paparnya.

Mengapa Sebagian Perempuan Mengalami Nyeri Hebat Saat Haid?

menunda siklus menstruasi
Foto: www.rawpixel.com

Fella menjabarkan bahwa bila ada nyeri hebat saat haid, maka perlu diwaspadai adanya endometriosis. “Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan yang melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur, usus, kandung kemih, dan sebagainya,” terangnya.

Jangan langsung takut atau panik ketika mendengar kata “endometriosis”. Pasalnya, “endometriosis merupakan penyakit jinak namun bandel, sehingga terapi obat-obatan dibutuhkan setiap siklus agar nyeri dapat dikontrol,” ujarnya. “Nyeri haid akibat endometriosis ini dapat diatasi dengan pereda nyeri dan juga terapi hormonal,” tegasnya sekali lagi.

Lalu bagaimana dengan heavy bleeding saat menstruasi? Nah, menurutnya, jika kamu mengalami ini maka kamu perlu mewaspadai kemungkinan adanya mioma, penebalan dinding rahim, malformasi pembuluh darah rahim dan gangguan pembekuan darah.

Eits, jangan panik juga. Karena “keluhan heavy bleeding dapat diatasi segera dengan pemberian obat-obatan dan dapat diterapkan pada semua usia.” Namun bila perdarahan berlangsung sering dan lama, Fella menganjurkan untuk melakukan evaluasi lebih lanjut berupa pemeriksaan USG dan cek darah. Hal ini perlu dilakukan sebab “pemberian obat-obatan pereda nyeri serta anti perdarahan cenderung hanya untuk mengontrol keluhan, bukan penyebab,” ujarnya.

Apa Alasan Umum Seseorang Menunda atau Menghentikan Sementara Haid?

menunda siklus menstruasi
Foto: www.rawpixel.com

Dokter ini juga menjelaskan bahwa penundaan haid umumnya dilakukan oleh para wanita yang hendak pergi haji/umroh. Dan karena sifatnya sementara, opsi metode penundaan haid hanya dilakukan dengan intervensi obat-obatan. “Pemberian obat hormonal dapat diberikan sebelum hingga setelah yang bersangkutan menyelesaikan ibadah haji/umroh,” tambahnya.

Menurutnya, obat tersebut harus terus diminum selama periode yang sudah ditentukan. Dan yang pasti, sama seperti prinsip terhadap obat lain, jika kamu mengalami gejala alergi saat mengonsumsi obat-obatan tersebut, maka pengobatan harus segera dihentikan.

Satu hal lagi: “Yang perlu diperhatikan juga adalah apakah wanita tersebut memiliki co-existing diseases di mana pemberian terapi hormonal justru akan memperberat kondisi yang bersangkutan. Co-existing diseases yang dimaksud seperti riwayat penyakit tromboemboli (stroke, serangan jantung, trombosis vena dalam), penyakit liver, keganasan pada organ genital dan payudara.”

Jadi, apa yang harus kita tahu sebelum memilih menunda siklus menstruasi? Pertama-tama kamu harus mengetahui jadwal haid dan memberitahukan kepada dokter mengenai (bila ada) penyakit lain yang dimiliki. “Hari pertama haid dihitung sebagai hari pertama siklus haid. Mengetahui kapan perkiraan datang haid bertujuan untuk menyesuaikan dosis yang akan diberikan serta kapan obat mulai dikonsumsi. Untuk menunda siklus menstruasi, obat akan diberikan 3-6 hari sebelum hari perkiraan datang haid,” katanya.

Apakah Efek Menunda Siklus Menstruasi?

Foto: www.gettyimages.com

Penjelasan ilmiahnya begini: Darah haid berasal dari dinding rahim yang menebal dan meluruh keluar melalui vagina. Bila haid ditunda dengan obat-obatan maka efeknya lebih kepada siklus yg bergeser.

Lain lagi jika haid terlewat karena hormonal.

“Bila haid terlewat hingga beberapa siklus akibat adanya gangguan keseimbangan hormon (bukan sedang memakai kontrasepsi maupun terapi hormonal), maka ada kemungkinan ketika haid datang, jumlah darah akan lebih banyak dan durasi haid akan lebih lama dari biasanya. Lain halnya pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal, kondisi tidak datang haid umum ditemui dan tidak memerlukan terapi khusus. Dengan demikian, kondisi tidak haid merupakan kondisi yang perlu dikonsultasikan langsung dengan dokter karena penyebabnya individualistik dan terkadang multifaktorial,” ujarnya.

Dan bila tujuan penundaan haid karena kepentingan ibadah atau special occasion seperti honeymoon, maka direkomendasikan hanya untuk periode tersebut saja. “Namun bila tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup agar yang bersangkutan dapat beraktivitas seperti biasa—tanpa terganggu nyeri dan anemia akibat darah haid yang banyak—maka penundaan haid dapat dilakukan dengan terapi hormonal maksimal 6 bulan, tentunya di bawah pengawasan dokter,” Fella menekankan.

Jadi, itu ya: jika kamu ingin melakukan penundaan haid karena nyeri luar biasa setiap menstruasi—hal tersebut bisa dilakukan. Pastinya, konsultasikan terlebih dengan dokter ahli agar solusi terbaik bisa ditemukan untuk mengatasi masalahmu ini.

Selanjutnya: Ini alasan mengapa kamu selalu nafsu karbo dan seperti lapar terus saat sedang menstruasi.