Seberapa Penting Mengajarkan Arti Attitude Kepada Buah Hati? Ini Kata Psikolog

arti attitude
Foto: www.xframe.io

Selain pendidikan sekolah, orang tua juga perlu mengajarkan arti attitude pada buah hati. Sebab sikap dan perilaku tersebut akan sangat berdampak pada kehidupannya, sehingga perlu diajarkan sejak dini.

Untuk mengetahui arti attitude dan cara mengajarkannya dengan tepat, LIMONE telah menghubungi Hesty Novitasari, M.Psi, Psikolog, seorang Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Keluarga serta Personal Growth & Career Coach dari Ruang Tumbuh (@ruangtumbuh.id).

Apa Arti Attitude?

arti attitude
Foto: www.canva.com

Arti attitude atau yang disebut juga dengan istilah sikap adalah kecenderungan seseorang dalam berperilaku maupun merespons suatu objek, orang, benda, atau peristiwa tertentu.

“Pada dasarnya, ada tiga elemen yang berada di dalam attitude, yaitu kognitif (pikiran/penilaian/persepsi), afektif (ragam emosi), dan behavior atau perilaku di mana sikap ini akan memengaruhi perilaku apa atau apa yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Selain itu, Hesty juga menambahkan bahwa attitude ini erat kaitannya dengan sopan santun. “Yaitu sikap ramah, baik, menghargai, dan menghormati, dalam berbagai situasi dan di mana pun kita berada, khususnya dalam konteks interaksi sosial dan berkomunikasi,” lanjutnya.

Pentingkah untuk Mengajarkan Arti Attitude pada Anak?

arti attitude
Foto: www.xframe.io

Sikap atau kecenderungan seseorang dalam berperilaku ini sangat penting untuk diajarkan pada anak.

“Karena attitude ini merupakan perpaduan antara sifat atau karakter dasar seseorang dan latar belakang lingkungan sosialnya,” ungkap Psikolog Klinis Anak yang satu ini.

“Jadi bisa dikatakan bahwa attitude ini terbentuk melalui pola pembiasaan yang didapatkan melalui pengalaman, pola asuh, dan didikan orang tua sebagai lingkungan terdekat bagi anak,” katanya.

Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial yang akan hidup berdampingan dengan orang lain. Sehingga ketika attitude atau sikap ini telah diajarkan sejak dini, maka anak memiliki keterampilan dalam bersosialisasi.

Selain itu, “anak akan paham bagaimana cara untuk menempatkan diri, bagaimana menaati aturan yang tidak hanya secara tertulis tetapi juga norma-norma dalam masyarakat. Sehingga buah hati mampu menghargai dan akan dihargai pula oleh orang lain di sekitarnya,” terang Hesty.

Mulai dari Usia Berapa Anak Harus Diajarkan Berperilaku?

arti attitude
Foto: www.pexels.com

Menurut Psikolog Klinis Anak yang satu ini, sikap atau perilaku bisa diajarkan sejak anak sudah memahami interaksi dan komunikasi dua arah. “Biasanya pada usia 1,5 tahun mulai diajarkan senyum sosial, menyapa, dan bersalaman,” sarannya.

Kemudian pada usia tiga tahun, mulai dibiasakan untuk mengucapkan tiga kata sopan santun, seperti tolong, maaf, dan terima kasih.

Baca Juga :  Pasangan Sedang Mengalami Midlife Crisis? Kenali Tanda-Tanda

“Jadi sesuaikan pula dengan meningkatnya usia anak dan kemampuan buah hati dalam memahami relasi sosial,” ujarnya.

Bagaimana Ciri-Ciri Anak yang Memiliki Attitude Baik?

arti attitude
Foto: www.xframe.io

“Ciri-ciri anak yang ber-attitude dengan yang tidak bisa dilihat melalui cara buah hati dalam berinteraksi dan bersosialisasi. Yakni dengan mengucapkan kata-kata, dalam menampilkan gestur, intonasi suara dalam berkomunikasi, dan perilaku-perilaku yang ditunjukkan,” paparnya.

Misalnya anak yang tidak ber-attitude akan cenderung cuek, acuh tidak acuh, berkata kasar, dan sebagainya.

Bagaimana Mengajarkan Attitude pada Buah Hati?

arti attitude
Foto: www.canva.com

Terdapat beberapa cara untuk mengajarkan cara berperilaku pada buah hati, yakni dengan:

  • Mulai pembiasaan sejak usia dini, acuan rata-rata di usia 1,5 tahun
  • Mulailah dari yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan anak, misalnya menyapa, senyum, dan menerapkan tiga kata yaitu tolong, maaf, dan terima kasih
  • Attitude ini adalah pola pembiasaan, maka orang tua harus konsisten dalam menerapkannya
  • Dunia anak merupakan dunia bermain, jadi lakukan pula dengan cara bermain atau menyenangkan, seperti sambil bermain peran
  • Anak bisa belajar tentang sopan santun melalui buku cerita dan tokoh atau karakter-karakter yang ada di buku. Bisa juga dengan aktivitas mendongeng atau membaca nyaring (read aloud)
  • Berikan apresiasi atas perilaku anak dan apresiasi harus disampaikan dengan jelas, misalnya ‘Mama senang sekali mendengar adik bilang terima kasih sama kakak karena sudah membantu merapikan mainan’
  • Diperbolehkan untuk menegur anak. Jika ia salah, maka harus ditegur perilakunya dan tidak melabel negatif pribadi anak
  • Orang tua harus menjadi contoh bagi anak

Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Mengajarkan Sikap pada Anak?

Foto: www.xframe.io

Ketika orang tua tidak mengajarkan attitude pada anak, nantinya buah hati akan cenderung tidak paham bagaimana cara untuk bersikap. “Serta mereka tidak memiliki keterampilan dalam berinteraksi dan bersosialisasi,” tuturnya.

Selain itu, pastinya juga akan berdampak negatif terhadap penilaian orang lain terhadap diri anak. Juga akan memengaruhi penilaian anak terhadap dirinya sendiri.

“Terkadang hal ini dapat membuat anak tidak percaya diri, enggan untuk berinteraksi, atau bersikap apatis dan cuek terhadap lingkungannya,” lanjut Hesty.

Apa Penyebab Orang Tua Tidak Mengajarkan Attitude pada Anak?

Foto: www.canva.com

Ketika orang tua tidak mengajarkan anak untuk bersikap biasanya akan disebabkan karena mereka tidak atau kurang memahami bahwa tanggung jawab sebagai orang tua tidak hanya mencukupi kebutuhan anak. Melainkan juga harus mendidik anak.

“Bukan hanya berorientasi dalam pendidikan sekolah dan nilai yang tinggi. Namun juga perlu mengajarkan budi pekerti, sopan santun, dan perilaku baik yang bisa ia terapkan di dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Selain itu, orang tua saat ini memiliki kesibukan yang padat. Hingga akhirnya waktu kebersamaan dan interaksi dengan anak juga sangat berkurang.

“Ditambah lagi, sekarang zaman perkembangan teknologi yang sangat pesat dengan anak-anak generasi digital native. Hal ini semakin meminimalisir interaksi dua arah dengan orang tua atau orang di sekitarnya,” ungkap Hesty.

Baca Juga :  Bagaimana Menghadapi Anak yang Suka Menangis?

Jadi anak tidak terbiasa untuk berinteraksi sosial, karena asik dengan gadget-nya masing-masing.

Apa Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua untuk Mengajarkan Berperilaku pada Anak?

Foto: www.freepik.com

Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan oleh orang tua ketika mengajarkan attitude pada anak:

  • Attitude dan perilaku dari orang tua perlu dijaga, karena orang tua sebagai contoh utama pada anak
  • Sesuaikan cara mengajarkan sopan santun dengan usia anak
  • Amati lingkungan anak, termasuk lingkungan seharian, keluarga, pertemanan, dan masyarakat
  • Gunakan media yang mudah dipahami anak, misalnya melalui buku cerita, film, maupun video edukasi
  • Terapkan batas toleransi yang jelas dan tegas
  • Amati pula hal-hal yang dapat memengaruhi attitude anak, misalnya jenis tontonan atau film dan game anak
  • Berikan rewards dan konsekuensi atas attitude yang dapat dilakukan oleh anak

Bisakah Anak yang Tadinya Memiliki Attitude Tiba-tiba Berubah Menjadi Tidak Sopan?

Foto: www.canva.com

Menurut Hesty, ada kemungkinan attitude anak dapat berubah. Karena pada dasarnya sikap atau perilaku ini sangat erat kaitannya dengan paparan lingkungan sosial.

“Jika anak berada di lingkungan yang kurang memerhatikan tata krama atau misalnya terpengaruh oleh lingkungan pertemanan, maka attitude anak juga mungkin bisa berubah,” ujarnya.

Selain itu, perubahan cara pandang anak terhadap suatu hal atau seseorang juga bisa mengubah attitude-nya.

“Ditambah lagi, jika terdapat toleransi yang berlebihan terhadap perilaku kurang pantas yang dilakukan anak atau permakluman karena anak dianggap masih kecil, juga bisa menjadi potensi perubahan attitude anak,” lanjutnya,

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua untuk Mengatasi Perubahan Tersebut?

Foto: www.canva.com

Terdapat cara mengatasi ketika anak yang ber-attitude tiba-tiba berubah menjadi acuh, yakni dengan berkomunikasi dengan buah hati.

“Karena sebelum kita mengarahkan dan menegur anak, sebaiknya bangun dulu koneksi dengannya. Jadi memang perlu menyediakan waktu untuk bisa menciptakan diskusi yang hangat antara anak dengan orang tua,” anjurnya.

Sehingga, nantinya buah hati bisa lebih terbuka dan orang tua juga lebih mudah untuk memberikan arahan kepada anak. Serta, bisa juga dengan membuat kesepakatan aturan yang jelas tentang reward dan konsekuensi atau batas toleransi terkait dengan attitude mereka.

“Sebaiknya, ketika anak melakukan hal yang kurang sopan, hindari untuk membentaknya di depan umum atau memberikan label negatif pada anak. Karena hal ini akan memengaruhi konsep dirinya, dan anak akan cenderung semakin bersikap negatif,” pesannya.

Kesimpulan

arti attitude
Foto: www.freepik.com

Hesty memaparkan bahwa mengajarkan attitude pada anak harus dimulai dari kita sendiri sebagai orang tua.

“Karena anak merupakan pembelajar dan pengamat yang sangat andal, sehingga buah hati akan mencontoh semua sikap, perkataan, dan tingkah laku orang tuanya,” ujarnya.

Selain itu, mengajarkan sikap atau perilaku juga terbangun dari pola pembiasaan.

“Oleh sebab itu, perlu adanya konsistenti dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sejak anak berusia dini, dan dimulai dari hal-hal yang mudah terlebih dahulu,” tutupnya.