Tanya Ahli: Bagaimana Cara yang Tepat Memilih Susu Ibu Hamil?

susu ibu hamil
Foto: www.freepik.com

Ketika hamil, tentunya para ibu ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Tentunya hal ini bisa dilakukan dengan memastikan asupan nutrisi yang cukup, dan salah satunya dengan meminum susu ibu hamil. Namun, bagaimana cara memilih susu hamil yang tepat? dan apa saja manfaatnya?

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan dari dr. Dian Indah Purnama, SpOG, Spesialis Obstetri & Ginekologi dari Klinik BWCC Jagakarsa, RSU Andhika, dan RSU Bunda Margonda terkait manfaat dan cara tepat untuk memilih susu hamil.

Apa Itu Susu Ibu Hamil?

susu ibu hamil
Foto: www.freepik.com

Dokter Dian menjelaskan bahwa susu ibu hamil merupakan “susu komersial yang dikhususkan untuk ibu hamil atau yang lebih dikenal oleh awam sebagai susu hamil. Ini merupakan susu sapi (paling umum) yang sudah diproses sedemikian rupa menjadi bentuk bubuk,” paparnya.

“Sering kali susu hamil ini difortifikasi alias ditambahkan dengan berbagai zat-zat nutrisi hingga mendekati kebutuhan harian ibu hamil. Seperti asam folat, zat besi, vitamin D, vitamin B6,  dan sebagainya.  Susu hamil ini hanyalah merupakan salah satu pilihan konsumsi susu dari berbagai jenis susu dan produk susu yang dapat dikonsumsi ibu hamil,” tambahnya.

Dokter Dian menyarankan untuk mengonsumsi susu dan produk susu sebaiknya dimulai sedini mungkin. Bahkan hal itu dapat dimulai saat merencanakan kehamilan, terutama untuk produk susu yang mengandung asam folat.

Apa Manfaat Mengonsumsi Susu Hamil?

Foto: www.rawpixel.com

“Susu dan produk-produknya adalah bahan pangan yang efektif untuk menunjang pertumbuhan janin. Karena mengandung nutrisi yang padat, seperti protein, kalsium, vitamin D, fosfor, kalium, yodium, dan riboflavin,” ujarnya.

Manfaat untuk ibu hamil

Tentunya, ketika hamil dan menyusui maka kebutuhan nutrisi akan meningkat dibandingkan sebelum hamil. Menurut Dokter Dian, kebutuhan protein akan meningkat menjadi 1,1 gram/kg berat badan/hari. Sementara untuk kebutuhan kalsium menjadi 1000 mg/hari, asam folat 400-800 mcg/hari/hari, dan zat besi 27/hari.

“Satu gelas susu sapi (200 ml) mengandung 8 gram protein dan 240 mg kalsium, sehingga mengonsumsi 2-3 gelas susu sapi hampir dapat memenuhi kebutuhan kalsium harian dan 1/3 hingga ½ kebutuhan protein harian ibu hamil,” tuturnya.

Manfaat untuk janin

“Banyak penelitian membuktikan bahwa terdapat efek positif mengonsumsi susu dan produk-produk susu pada pertumbuhan janin. Seperti dapat menurunkan angka kejadian janin dengan berat lahir rendah. Konsumsi 1-2 gelas susu per hari juga terbukti meningkatkan panjang keseluruhan janin, panjang tulang paha, dan ukuran diameter, serta lingkar kepala janin,” jelasnya.

Bahkan, Dokter Dian menambahkan bahwa terdapat sebuah studi yang membuktikan mengonsumsi susu dan produknya bisa berhubungan dengan turunnya risiko persalinan prematur dan keguguran spontan.

Apa Saja Kandungan Nutrisi yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Susu Ibu Hamil?

susu ibu hamil
Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Dian, terdapat beberapa bahan kandungan yang ada dalam susu hamil, di antaranya adalah:

Protein

Pada dasarnya, semua jenis susu dan produk susu mengandung protein atau asam amino esensial yang sudah dikenal luas sebagai zat pembangun, yaitu zat yang dibutuhkan saat sel-sel tubuh berkembang. “Protein juga bermanfaat untuk menguatkan rahim dan melancarkan aliran darah,” terangnya.

Kalsium

Selain protein, semua susu dan produk susu juga mengandung kalsium dalam kadar bervariasi, tergantung dari jenis susu yang dipilih. “Kalsium sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tulang dan gigi, serta pergerakan otot-otot tubuh,” ujarnya.

Vitamin A

“Mayoritas jenis susu juga mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan dapat meningkatkan sistem daya tahan atau imunitas tubuh,” kata Dokter Dian.

Vitamin D

Kebanyakan susu komersial difortifikasi dengan vitamin D. Vitamin tersebut “berguna untuk membantu penyerapan kalsium dalam tubuh, pencegahan hipertensi dalam kehamilan, berperan dalam imunitas tubuh ibu hamil. Serta dapat mencegah bayi berat lahir rendah dan penyakit tulang yang disebut ricketsia,” terangnya.

Vitamin E

Kandungan vitamin E dalam susu sapi dapat berfungsi sebagai antioksidan.

“Sementara susu kambing mengandung lebih banyak vitamin B2 dan B6 yang berperan untuk kesehatan saraf dan mengurangi rasa mual. Susu kedelai memiliki kandungan serat dan kaya akan antioksidan, serta memiliki lemak baik yang berfungsi melindungi tubuh dari penyakit kadiovaskuler,” tambahnya.

Dokter Dian menuturkan bahwa “susu almond juga kaya akan serat, vitamin B, vitamin E, dan memiliki kandungan asam folat yang terbukti dapat mencegah kecaacatan selubung saraf janin. Serta zat besi yang berguna untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia (kurang darah),” imbuhnya.

Bagaimana Cara Memilih Susu Ibu Hamil yang Tepat?

Foto: www.freepik.com

Karena tujuan utama ibu hamil mengonsumsi susu adalah untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan protein, “maka semua jenis susu dan produk susu dapat dipilih untuk dikonsumsi. Asalkan sudah dipasteurisasi atau dipanaskan sedemikian rupa untuk mematikan kuman-kuman yang mungkin dapat terkandung dalam susu yang masih mentah,” ungkap Dokter Dian.

Umumnya, susu yang berasal dari hewani memiliki kadar kalsium dan protein yang lebih tinggi daripada susu yang berasal dari nabati. “Namun susu nabati lebih rendah lemak, bahkan memiliki kandungan lemak baik yang bersifat protektif bagi kesehatan ibu hamil,” paparnya.

“Susu sapi secara alami mengandung laktosa (gula alami dalam susu), yang bagi sebagian orang kurang dapat dicerna dan menimbulkan keluhan seperti kembung dan diare (dikenal dengan intoleransi laktosa). Ibu hamil yang memiliki intoleransi laktosa dapat memilih susu yang sudah dibuat bebas laktosa atau susu berbasis nabati,” sarannya.

Sementara perempuan yang sedang merencanakan kehamilan dapat memilih susu yang memiliki kandungan asam folat minimal 400 mikogram.

“Ibu hamil yang sedang mengalami mual dan muntah dalam kehamilan bisa mencoba mengonsumsi susu yang memiliki kandungan vitamin B6 yang tinggi untuk mengurangi keluhannya. Serta, ibu hamil yang mengalami anemia dapat memilih susu yang memiliki kandungan zat besi,” anjurnya.

Lalu, apakah pemilihan susu perlu berkonsultasi dengan dokter?

“Secara umum, ibu hamil dapat mengonsumsi susu dan produk susu yang sesuai dengan kebutuhan dan selera masing-masing. Ibu hamil dapat berkonsultasi dengan dokter jika memiliki masalah kesehatan khusus. Misalnya seperti ibu dengan intoleransi laktosa atau memiliki alergi terhadap bahan tertentu, atau ada pertanyaan khusus terkait produk susu tertentu,” terang Spesialis Obstetri & Ginekologi ini.

Adakah Efek Samping dari Mengonsumsi Susu Secara Berlebihan?

susu ibu hamil
Foto: www.freepik.com

“Dari berbagai kepustakaan, jumlah konsumsi susu yang dianjurkan adalah 2-3 gelas sehari (@200 ml). Ibu hamil dapat mengombinasikan antara susu, produk susu, dan suplemen kehamilan hingga kebutuhan 1000 mg kalsium sehari dapat terpenuhi,” saran Dokter Dinda.

Untuk pemilihan antara susu full cream dengan low fat juga dapat memengaruhi asupan kalori.

“Susu full cream memiliki kalori yang lebih besar daripada low fat (150 kal vs 83 kal). Serta kandungan lemak yang tentunya juga lebih banyak (1,6 gram per 100 gram penyajian vs 0,056 gram). Semakin besar asupan kalori dan lemak, akan meningkatkan penambahan berat badan ibu dan janin,” imbuhnya.

“Salah satu studi menyebutkan bahwa mengonsumsi lebih dari 6 gelas susu per hari dapat menyebabkan risiko bayi berat lahir besar. Serta peningkatan berat badan ibu selama hamil yang signifikan. Penelitian lain di India menyebutkan menurunkan jumlah asupan susu saat trimester dua dan tiga akan lebih dapat mengontrol kenaikan berat badan ibu selama hamil,” terangnya.

Menurutnya, mengonsumsi susu yang diberi perasa baik itu cokelat, stroberi, dan lain sebagainya, juga harus lebih berhati-hati karena umumnya memiliki kandungan gula dan kafein (pada susu coklat).

Bagaimana Jika Ibu Hamil Tidak Bisa Mengonsumsi Susu?

Foto: www.freepik.com

Terkadang, sebagian ibu hamil tidak dapat mengonsumsi susu, baik karena alasan kondisi tubuh seperti intoleransi laktosa atau alergi maupun karena tidak suka dengan rasanya.

Untuk itu Dokter Dian menyarankan agar “bisa dicari alternatif  asupan kalsium lainnya, baik berupa produk susu yang rasanya lebih bisa diterima seperti yoghurt dan keju, dan beralih ke susu nabati,” anjurnya.

“Atau mencari sumber makanan lain yang juga memiliki kandungan kalsium. Seperti roti, gandum, sereal, brokoli, bayam, kol hijau, putih telur, atau makanan yang bisa dimakan beserta tulangnya. Biasanya dokter juga akan memberikan tambahan suplemen kalsium harian,” tuturnya.

Lalu pertanyaannya, apa saja langkah yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menjaga kandungan?

“Kalsium tidak dapat bekerja dengan efektif tanpa adanya vitamin D. Oleh karena itu, selain mendapatkan vitamin D dari makanan, ibu hamil juga dianjurkan untuk berjemur karena sinar matahari akan disintesis menjadi vitamin D di kulit,” jawabnya.

“Aktivitas fisik juga akan meningkatkan kemampuan tulang dan otot dalam menyerap kalsium. Jadi ibu hamil pun dianjurkan untuk tetap berolahraga ringan seperti berjalan kaki, senam, yoga, maupun berenang,” saran Dokter Dian.

Kesimpulan

susu ibu hamil
Foto: www.freepik.com

Umumnya ibu hamil bertanya, ‘Apakah saya wajib minum susu hamil?’ . Jawabannya?

Menurut Dokter Dian, jawabannya adalah tidak. “Ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi susu dan produk susu, namun tidak wajib berupa produk susu komersial khusus kehamilan,” terangnya.

Karena, selain susu hamil, ibu juga bisa mengonsumsi susu biasa, produk susu, dan bahan makanan lain yang memiliki kandungan kalsium. “Jangan lupa untuk dibarengi dengan berjemur terkena sinar matahari dan berolahraga ringan,” imbuhnya.

“Jika timbul keluhan-keluhan yang diduga berkaitan dengan gejala kurang kalsium, seperti otot mudah keram, linu, mudah kesemutan, nyeri persendian, gigi keropos atau bolong, maka dianjurkan untuk menambah asupan kalsium,” saran Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi ini.

Untuk menambah asupan kalsium, ibu hamil dapat “meningkatkan jenis susu yang memiliki kadar kalsium yang lebih tinggi, meningkatkan frekuensi konsumsi susu dan produk susu atau sumber kalsium lainnya, dan/atau menambah suplementasi kalsium. Jangan lupa ceritakan keluhan kepada dokter yang menangani,” pesannya.