Olahraga Ini Bisa Mengurangi Level Testosteron pada Wanita dengan PCOS

PCOS
Foto: www.istockphoto.com

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 116 juta perempuan (3,4%) mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS) pada 2012. Dan prevalensi PCOS terjadi pada wanita cukup tinggi, mulai dari 2,2% sampai 26%. PCOS merupakan sebuah kondisi yang terjadi karena ketidakseimbangan hormon reproduksi, dan sampai saat ini belum ada obatnya meski tersedia beberapa opsi perawatan. Akan tetapi ada sebuah berita bagus: sebuah studi baru menyatakan bahwa yoga bisa menjadi sebuah cara untuk mengatasi gejala PCOS.

Bagaimana Peneliti Mendapatkan Hasil Ini?

Untuk mendapatkan hasil ini para peneliti dari Department of Biochemistry di Lake Erie College of Osteopathic Medicine mengamati 31 wanita dengan PCOS yang berusia 23 sampai 42 tahun. Para partisipan ini dibagi menjadi dua grup: satu melakukan mindful yoga selama tiga bulan, dan grup lainnya tidak melakukan hal ini.

Dan hebatnya, setelah rajin melakuakn yoga paling tidak satu jam dan tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan, hormon-hormon para partisipan ini berubah secara signifikan. “Ada penurunan signifikan dalam pembebasan testosteron sampai 29% pada partisipan yang melakukan mindful yoga,” kata studi ini. Selain itu, level Dehydroepiandrosterone (DHEA) atau androgen juga berkurang. Androgen adalah sekelompok hormon seks laki-laki, yang di dalamnya termasuk testosteron.

Tidak hanya itu, yoga yang dilakukan oleh para perempuan itu juga mengurangi depresi hingga 55% dan kecemasan berlebih hingga 21%. Oh, selain itu: “Beberapa partisipan juga melaporkan jerawat berkurang, dan siklus menstruasi lebih pendek setelah yoga.” .”

Mengapa Penemuan Ini Adalah Sebuah Gebrakan Penting?

Untuk kamu yang belum tahu, ada beberapa gejala PCOS, di antaranya:

Menstruasi yang tidak teratur atau tidak ada sama sama sekali

√ Level hormon laki-laki yang lebih tinggi, ditandai dengan adanya banyak bulu dan rambut pada tubuh

√ Memiliki masalah jerawat

√ Penipisan kulit kepala

√ Terdapat beberapa kista kecil pada ovarium

Nah, itulah mengapa penuruan level androgen (termasuk testosteron dan DHEA), penting untuk mengendalikan gejala-gejala PCOS ini.

“Ada sejumlah pilihan farmakologis untuk mengendalikan PCOS,” kata Diana Speelman, Ph.D., penulis utama studi ini. “Akan tetapi, mereka bisanya memiliki efek samping.”

Dan berkat penelitian ini, terungkap bahwa ada solusi lain yang sifatnya alami dan memiliki risiko rendah, yakni melakukan yoga.

Meski memang skala studi terbilang kecil, tetapi hal ini menunjukkan bahwa yoga bisa dijadikan opsi terapik pelengkap untuk perempuan dengan PCOS.

Dan pastinya, sebelum melakukan yoga, pastikan selalu berkonsulitasi dengan dokter kepercayaanmu.

Selanjutnya: ini yang harus kamu ketahui jika ingin hamil di masa pandemik.