Voice Call dan Ngobrol Tatap Muka Tetap yang Terbaik Jaga Hubungan (di Masa Pandemi)

cara komunikasi
Foto: www.pexels.com
Terakhir diperbarui:

Satu tahun setelah pandemi COVID-19 terjadi, ratusan/ribuan telepon dan chat, ratusan ribuan postingan di instagram, ternyata belum bisa mengalahkan cara komunikasi tempoe doeloe dalam menjaga hubungan dan kesehatan mental. Yakni, ngobrol bertemu muka secara langsung. Well, paling tidak ini menurut hasil dari sebuah studi terbaru dari UNLV yang berjudul “Connecting During COVID-19” dan diterbitkan di jurnal Human Communication & Technology.

Bahkan menariknya, video chat pun tetap belum bisa mengalahkan sisi positif voice call untuk mengurangi kesepian, stres, dan menjaga hubungan romantis. Oh, saat hal lagi, meski generasi muda sangat cakap dalam hal teknologi, mereka juga yang paling kesulitan dalam menghadapi restriksi seperti sekarang ini.

Setelah melibatkan kira-kira 2000 orang dari berbagai latar belakang di Amerika pada Mei 2020, berikut 7 hal yang menjadi kesimpulan penelitian ini:

  1. Tipe komunikasi paling banyak digunakan dan paling penting adalah menelepon dan mengirim pesan.
  2. Telepon diasosiasikan dengan berkurangnya level stres, kesepian, dan level kesulitan menjaga hubungan. Pasalnya, mendengar suara membuat seseorang merasa lebih terkoneksi dibandingkan pesan tulisan.
  3. Video chat diasosiasikan dengan peningkatan level stres, kesepian dan kesulitan hubungan. Mengapa? Karena kamu bisa melihat orang tersebut, tapi tidak bersama-sama dengan mereka. Plus, energi yang dibutuhkan untuk melakukan video chat lebih besar dibandingkan cara lain. Dengan kata lain, video chat masih belum bisa menggantikan interaksi tatap muka.
  4. Media sosial dikaitkan dengan peningkatan level stres (penyebabnya “doomscrooling“).
  5. Mereka yang menjalin hubungan romantis kurang kesepian dan stres dibandingkan para single, tapi hanya jika mereka tidak menggunakan media sosial.
  6. Hidup sendiri tidak berarti kesepian.
  7. Komunikasi tatap muka adalah pemenangnya! Menurut studi ini, masih belum ada yang mengalahkan kehebatan dari interaksi langsung. Mereka yang melakukan ini paling tidak kesepian dan stres.

Mengingat betapa pentingnya interaksi langsung bagi mayoritas banyak orang, penelitian ini mendorong setiap orang untuk melakukan bagiannya menghentikan penyebaran COVID-19 agar secepatnya bisa bertemu dan bertamu lagi dengan keluarga dan teman.