COVID-19 Ditemukan di Semen—Apa Artinya?

semen
Foto: www.gettyimages.com

Wajib tahu: para peneliti di seluruh dunia masih terus mencari tahu bagaimana COVID-19 bisa ditularkan. Satu yang terbaru adalah hasil sebuah studi kecil yang melibatkan 38 pria China yang terinfeksi virus ini atau sudah sembuh dari virus ini. Studi ini menyatakan bahwa SARS-CoV-2—jenis coronavirus yang menyebabkan penyakit COVID-19—mungkin bisa tertular lewat semen.

Dari partisipan yang berusia antara 20 sampai 59 tahun ini, hanya enam yang ditemukan memiliki SARS-CoV-2. Dua di antaranya sudah sembuh dan empat masih terinfeksi. Para peneliti di Eighth Medical Center of Chinese People’s Liberation Army General Hospital di Beijing ini juga tidak menemukan jejak penyakit urogenital, atau bisa menentukan berapa hari sejak gejala-gejala COVID-19 muncul. Dengan kata lain, studi ini belum bisa memastikan apakah COVID-19 bisa ditularkan melalui aktivitas seksual.

“Hal ini bukan berarti penularan melalui kegiatan seksual; belum dibuktikan,” kata Amesh Adalja, MD, juru bicara Infectious Diseases Society of America kepada Medpage Today. “Mayoritas orang mendapatkan [COVID-19] melalui transmisi pernapasan.”

Meski begitu, penelitian dari Beijing tersebut mengatakan jika semakin banyak bukti yang mendukung hasil tentang semen ini, kemungkinan besar orang harus menggunakan kondom. Bahkan ketika pandemik ini berakhir.

Dan meski dunia medis masih belum memiliki bukti definitif bahwa SARS-CoV-2 bisa ditularkan aktivitas seksual, ini mungkin bisa jadi pengingat agar kita berhati-hati.

dr. Irene Dorthy Santoso, Sp.DV, seorang Dermatovenereologist dan Staf Pengajar Bagian Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, pernah mengatakan pada LIMONE untuk selalu waspada. “Mengingat virus ini menyebar lewat droplet pernafasan dan juga transmisi sekunder bila kita menyentuh barang-barang yang telah terkontaminasi. Jadi, ketika melakukan kissing pun, kita wajib berhati-hati karena virus ini dapat ditransmisikan melalui air liur atau saliva,” anjurnya.

Dan menurutnya, jika pasangan seksual lebih dari satu orang, selalu gunakan pengaman atau kondom setiap kali melakukan hubungan, baik itu oral sex, genital, ataupun anal.

Selanjutnya: Ini yang harus diketahui tentang kehamilan dan COVID-19.

podcast button