Kamu Kesepian dan Curhat di Medsos—Seefektif Apa Itu Bisa Mengatasi Kesepianmu?

saat kesepian lakukan ini
Foto: www.unsplash.com

Kesepiaan, “lebih sering dibicarakan oleh pencipta lagu dibanding ilmuwan sosial,” begitu kata Robert Weiss, PhD, bapak “kesepian” a.k.a. psikiater dari Harvard Medical School, yang pertama kali mengamati topik ini awal 1970an. Akon. Green Day. The Beatles. Pixies. Robyn. Apa lagu andalanmu saat kesepian? Dan apakah kamu mengatakan kepada seseorang saat kesepian—atau menyanyikan lagu tersebut sampai urat leher nyaris keluar? LIMONE bertanya kepada seorang psikolog tentang tanda-tanda kesepian, apakah bijak menyiarkannya di media sosial dan bagaimana mengatasinya.

Ini Perbedaan antara Kesepian dan Sendirian

saat kesepian
Foto: www.gettyimages.com

Oh, pertama kita sepertinya harus membedakan antara kesepian dan kesendirian.

“Sendirian (being alone), secara fisik memang seorang diri, tidak ada orang lain di sekitar. Sementara kesepian adalah perasaan, bersifat psikologis/mental. Perasaan terisolasi yang tidak menyenangkan dan membuat kita merasa tidak bahagia,” terang Sinta Mira, M.Psi, Psikolog Klinis Dewasa, Founder Vida Rumah Konsultasi dan Layanan Psikologi melalui email.

Untuk hal pertama, solitude, bukanlah hal yang buruk. Dan menikmati kesendirian bisa menjadi menyenangkan karena merupakan kesempatan untuk melakukan hal yang kamu suka atau reconnect dengan diri sendiri.

“Jika kita sendirian tapi memang memilih untuk sendirian dan happy dengan sendirian, tidak ada perasaan terisolasi yang tidak menyenangkan dan kita pun tetap happy saja,” jelas Sinta. Psikolog ini mencontohkan saat kamu berada di rumah sendirian, tapi menikmatinya. Atau menonton bioskop sendiri. Tidak merasa merana dan malu saat melakukannya “karena memang senang film dengan tidak ribet mikirin orang lain.”

Sementara kesepian, ada “perasaan terisolasi yang mengganggu/tidak menyenangkan.” Bahkan ketika kamu berada di arisan, reuni, ladies night—kamu tetap merasa seperti terisolasi dan tidak menikmati waktu tersebut. Dan ini berarti, mereka yang punya pasangan dan anak pun bisa merasa kesepian.

“Orang-orang yang memiliki teman atau pasangan bisa saja merasakan kesepian,” tegas Sinta. Menurutnya, “jika dalam relasinya tidak lagi merasakan ada koneksi, perhatian, afeksi sebagaimana yang diharapkan, akibatnya bisa merasa terisolasi yang tidak menyenangkan.”

Ini Penyebab Kesepian

saat kesepian lakukan ini
Foto: www.gettyimages.com

Mengapa kita bisa dilanda kesepian?

“Kesepian adalah perasaan. Dan manusia memang normal untuk merasakan situasi yang kurang menyenangkan,” ujarnya. 

Sinta melanjutkan bahwa dalam hidup, setiap orang pasti pernah merasakan kesepian. “Namun, ada yang merasakan kesepiannya dalam jangka panjang sehingga penderitaan mereka bersifat jangka panjang. Sementara di sisi lain, ada yang bisa mengatasinya dengan cepat.”

Menurut Sinta ada banyak hal yang menyebabkan kesepian. Sebut saja situasi yang baru (tempat tinggal baru, sekolah baru, pekerjaan baru) sekolah baru/tempat kerja baru, dsb). Atau, merasa berbeda sendiri dari semua orang di sekitar juga bisa memicu kesepian. Tidak merasakan adanya koneksi dan afeksi dari orang-orang tersayang. Selain itu, “terlalu sibuk dengan keadaan sehingga tidak lagi memiliki me-time, misalnya pada ibu rumah tangga yang terlalu disibukkan mengurus anak-anaknya.”

Lakukan Ini Jika Kamu Merasa Mengalami Gejala Kesepian

saat kesepian lakukan ini
Foto: www.shutterstock.com

Jika perasaan yang sedang kamu alami adalah kesepian—bukan rasa tidak nyaman karena sendirian—sangat penting untuk melakukan sesuatu. Ini “demi kebahagiaan diri dan kesehatan mental diri kita,” tegas Sinta.

Jadi, apa yang bisa kamu lakukan saat kesepian?

Langkah pertama:

Sadari dan pahami bahwa bahwa emosi atau perasaan negatif yang sedang terjadi adalah kesepian. “Jadi memang membutuhkan kepekaan dan pengenalan diri yang baik juga,” tutur Sinta. Oleh karenanya, Sinta menyarankan untuk melatih mengenali diri dan perasaan diri sendiri. “Kalau tidak paham, bagaimana bisa mengakui perasaan tersebut? Bagaimana mau mengatasi perasaan negatif tersebut? Maka pemahaman situasi emosi diri dan pengenalan diri menjadi hal yang penting,” tegasnya.

Langkah kedua

Lakukan sesuatu saat kesepian. “Setelah mengenal diri sendiri, kita akan paham bagaimana caranya membuat diri kita menjadi lebih bahagia (dan tidak kesepian). Lakukan sesuatu. Pasalnya, jika kesepian berlarut-larut terjadi tanpa disadari (karena tidak peka dan kurang mengenali emosi-emosi diri), bisa mengarah pada depresi yang sifatnya kronis.”

Apakah menghubungi teman = melakukan sesuatu? “Setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengatasi kesepian, tergantung bagaimana ia mengenali dirinya juga,” jawabnya. Beberapa orang memilih untuk mengobrol dengan orang. Atau dengan binatang peliharaannya. Atau melakukan sesuatu yang disukai, seperti traveling. “Intinya, kenali diri sendiri dan temukan bagaimana diri kita merasa nyaman untuk mengatasi rasa sepi tersebut,” sarannya.

Oh, bagaimana dengan menyiarkannya di media sosial saat kesepian?

“Melalui media sosial bisa menjadi pro dan kontra untuk mengatasi kesepian,” Sinta berpendapat. “Pro jika postingan tersebut bisa menciptakan interaksi-interaksi dengan orang lain. Namun bisa kontra dan membuat kesepian semakin berat kalau ternyata tidak mendapatkan apa yang diharapkan dan semakin merasa terisolasi jadinya.”

Sinta menegaskan bahwa secara natural, manusia adalah makhluk sosial. “Jadi interaksi langsung dengan orang lain merupakan hal yang sangat baik untuk kesehatan mental dan kebahagiaan diri. Oleh karena itu, manfaatkan saja channel-channel dari media sosialuntuk berinteraksi dua arah. Daripada posting (yang hanya satu arah), lebih baik manfaatkan fitur DM [direct message] atau chat-nya untuk ngobrol dengan orang lain. Yang lebih baik lagi kalau menemukan waktu dan tempat untuk ngobrol langsung dengan orang lain. Bentuk interaksi yang face-to-face juga sangat penting untuk membuat rasa terisolasi berkurang,” paparnya.

Dan jika kamu sudah melakukan metode DIY dan masih saja merasa kesepian selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan, lakukan ini. Segera.

“Nah ini yang harus diwaspadai, rasa kesepian yang jangka panjang bisa merupakan indikasi depresi. Jika rasa kesepian itu selalu dirasakan selama sebulan lebih atau sangat sering terjadi selama berbulan-bulan, silakan hubungi bantuan profesional,” tegasnya.

Dan berbicara tentang media sosial, baca panduan 2020 ini saat menggunakan Twitter, Instagram atau Facebook.

podcast button